3 Bocah Ini Banggakan Indonesia Lewat Robot dan Aplikasi iOS

3 Bocah Ini Banggakan Indonesia Lewat Robot dan Aplikasi iOS

JAKARTATokopedia menggelar talk show kolaborasi yang berjudul Ngobrol Aja Dulu. Uniknya yang jadi pembicara dalam talk show ini ialah para kreator cilik ialah Yuma Soerianto (12) yang Adalah pembuat aplikasi iOS, serta pembuat Robot Zalfa Nadia (12) dan Avicenna Roghid Pura (8) yang Adalah kakak beradik.

Dalam talkshow ini mereka bercerita soal awal mula tertarik dengan teknologi dibidang masing-masing. Yuma misalnya, bocah yang tengah menempuh pendidikan sekolah dasar di Australia ini mengklaim bahwa ia mulai tertarik dengan koding pada umur 6 tahun.

“Saya memulai waktu usiaku 6 tahun, saya amat tertarik dengan teknologi waktu itu, khususnya koding. Ke-1 orang tua sedikit Tidak mau sebab saya masih berlebihan kecil untuk mempelajarinya,” katanya waktu sesi talk show di kantor Tokopedia, Sabtu malam (19/1/2019).

Lalu, untuk ke-1 kalinya Yuma jadi kreator aplikasi iOS waktu berumur tujuh tahun. Yuma membikin aplikasi dari Swift Developer.

Swift Adalah platform pengembang aplikasi untuk iOS. Untuk aplikasi pertamanya ialah Kids Calculator, kalkulator yang diperuntukkan bagi anak kecil dan desainnya berbentuk animasi dan mengeluarkan suara saban menekan tombol di dalamnya.

Sampai waktu ini Yuma sudah menciptakan delapan aplikasi iOS. Ia 2 kali jadi pemenang pada Worldwide Developers Conference Jal tahun 2017 dan 2018. Di tahun 2017, ia jadi sosok termuda yang pernah meraih penghargaan tersebut pada usia 10 tahun.

Excellence Award Category Steam Mission-IYRC South Korea

Sementara itu, kakak beradik Zalfa Nadia (Ocha) dan Avicenna Roghid Pura (Ave) sudah menciptakan robot semenjak usia yang amat muda, Ave waktu itu berumur 5 tahun sedangkan Ocha berumur sembilan tahun.

Mereka berbagi tugas, Ave akan merakit robotnya, sedangkan sang kakak melaksanakan pemrograman. “Jika buat robot sampai selesai banget kisaran 2-3 minggu. Robot ke-1 kita Soccer Robot kisaran 1 minggu,” ucap Ocha.

Waktu ini mereka juga sudah membikin robot untuk kebencandaan. Perangkat tersebut tercipta waktu menyaksikan bencana yang ada.

“Sebab waktu mengenai hal bencana gempa jadi pengen buat simulasinya jikalau udah beneran terwujud pengen mengatasi itu juga. Selama liburan kemarin buatnya,” jelasnya

Mereka sukses memenangkan bermacam kompetisi internasional, seperti Excellence Award Category Steam Mission-IYRC South Korea, Gold Prize Category Soccer Robotic Junior-AYRO Singapore dan masih banyak lagi.

Bagi ketiga anak ini, sokongan orang tua amat berperan penting untuk membawa mereka sampai sekarang. (wbs)

by Ahmad Fawas

You might like

About the Author: Ahmad Fawas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *