Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
Home / BERITA DUNIA / 5 Bulan Dinyatakan Kalah oleh Trump, ISIS Bangkit di Suriah

5 Bulan Dinyatakan Kalah oleh Trump, ISIS Bangkit di Suriah

/
/
/
5 Views

5 Bulan Dinyatakan Kalah oleh Trump, ISIS Bangkit di Suriah

loading…

WASHINGTON – ISIS kembali bangkit di Suriah kurang dari 5 bulan sesudah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kekhalifahan kubu teror itu 100% sudah dikalahkan. Hal itu menurut laporan teranyar inspektur jenderal Pentagon mengenai hal perang melawan ISIS.

“Walaupun kehilangan ‘teritorial kekhalifahannya,’ Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) memperkuat kesanggupan gerilyawannya di Irak dan melonjak kembali di Suriah,” bunyi laporan yang diumumkan pada Selawa waktu setempat mengingatkan.

Laporan itu berasal dari inspektur jenderal untuk Operation Inherent Resolve, nama legal untuk operasi yang dipimpin AS melawan ISIS, meliputi periode 1 April sampai 30 Juni 2019.

Menurut laporan tersebut penarikan sebagian Tentara AS dari Suriah sudah berdampak pada perang melawan sisa-sisa ISIS, membuatnya lebih sulit untuk memberi tahu sekutu lokal di lapangan dan menghilangkan kesanggupan AS untuk Mengawasi daerah-daerah yang digambarkan selaku zona kemungkinan perekrutan yang memungkinkan ISIS untuk mengisi kembali jajarannya.

“Pengurangan Tentara AS sudah mengurangi sokongan yang tersedia untuk Tentara mitra Suriah pada waktu Tentara mereka memerlukan lebih banyak pelatihan dan perlengkapan untuk merespon kebangkitan ISIS,” tulis wakil kepala inspektur jenderal, Glenn Fine, dalam sebuah pesan yang menyertai laporan tersebut seperti disitir dari CNN, Rabu (7/8/2019).

Laporan itu mengingatkan sebab pengurangan personel, AS dan sekutu lokalnya tidak dapat memonitor secara dekat kamp orang-orang yang dipindahkan secara internal. Situasi ini memungkinkan ideologi ISIS menyebar tanpa perlawanan di dalam kamp, berkemungkinan memungkinkan ISIS untuk mengisi kembali jajaranya di antara puluhan ribu warga.

Presiden AS Donald Trump berkali-kali menggembar-gemborkan peran pemerintahannya dalam Menyuruh pergi kubu teror itu dari daerah-daerah di bawah kendali teritorialnya. Hal itu dikatakannya pada rapat kabinet bulan lalu.

“Kami melaksanakan pekerjaan hebat kepada kekhalifahan ISIS. Kami mempunyai 100% wilayah kekhalifahan, dan kami dengan cepat Mundur dari Suriah,” ucap Trump.

Pada puncak kamapnye di Suriah, AS menerjunkan 3.000 serdadu yang membantu memberikan anjuran untuk prajurit Demokrat Suriah yang didukungnya waktu mereka Menyuruh pergi ISIS dari kota-kota di semua timur laut Suriah. Hitungan total Tentara AS sudah down secara substansial, tetapi pejabat Pentagon belum memberikan statistik legal mengenai hal berapa banyak yang dipersiapkan di negara itu.

Trump menjelaskan bahwa Tentara AS residual kecil akan tetap di Suriah untuk jangka waktu yang tidak terbatas untuk membantu memastikan ISIS sukses dikalahkan.

“Kami akan cepat keluar dari sana. Dan biarkan mereka menangani problem mereka sendiri. Suriah dapat menangani problem mereka sendiri – bersama-sama dengan Iran, bersama-sama dengan Rusia, bersama-sama dengan Irak, bersama-sama dengan Turki. Kami Ada 7.000 mil jauhnya,” kata Trump bulan lalu.

(ian)

Source by Agus

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This div height required for enabling the sticky sidebar