5 Keputusan strategi Teranyar Pemerintah Selamatkan Ekonomi Wong Cilik dari Dampak Virus Corona

1585184595 5 kebijakan terbaru pemerintah selamatkan ekonomi wong cilik dari dampak virus corona

5 Keputusan strategi Teranyar Pemerintah Selamatkan Ekonomi Wong Cilik dari Dampak Virus Corona

Pemerintah melaksanakan bermacam usaha menanggulangi virus corona di Indonesia. Salah satunya dengan melaksanakan social distancing atau membatasi aktivitas sosial agar jaga jarak dapat diterapkan, sampai physical distancing atau membatasi kontak fisik.

Presiden Joko Widodo telah mempertimbangkan secara matang langkah tersebut dari pada wajib memutuskan mengunci suatu daerah dari bermacam aktivitas atau lockdown.

“Dan itu telah saya pelajari saya mempunyai analisa seperti ini. dari seluruh negara, keputusan strategi mereka apa, mereka melaksanakan apa, lantas hasilnya apa, semuanya dari kementerian luar negeri dari dubes dubes yang ada terus kita pantau saban hari,” ucap Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo pun tidak lupa berdoa agar Covid-19 di Tanah Air cepat berlalu. “Semoga pandemi ini cepat berlalu dan kita seluruh diberi keamanan,” kata Presiden Joko Widodo.

Pemerintah pun telah mengeluarkan bermacam keputusan strategi lain untuk meredam virus corona di Indonesia. Khususnya menjaga masarakat menengah ke bawah. Berikut merdeka.com akan merangkum sejumlah keputusan strategi tersebut.

1. Peserta Kartu Pra Kerja Terima Rp 1 Juta untuk 4 Bulan Selama Ada Corona

Presiden Jokowi (Joko Widodo) menaikkan insentif penerima kartu pra kerja yang mulanya Rp 650.000 jadi Rp 1 juta selama 4 bulan ke depan. Pemerintah, kata dia, sudah mengalokasikan anggaran Rp 10 triliun untuk kartu pra kerja.

READ
Menko Luhut Perkiraan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II di Bawah 2,97 %

“Sehingga nanti saban peserta kartu pra kerja akan diberikan honor insentif Rp 1 juta per bulan selama 3 sampai 4 bulan,” ucap Presiden Joko Widodo waktu video conference dari Istana Merdeka Jakarta, Selasa (24/3).

“Alokasi anggaran yang disediakan di dalam kartu pra kerja ini sebesar Rp 10 triliun,” sambungnya.

Presiden Joko Widodo mengumumkan akan mempercepat penyaluran kartu pra kerja. Hal itu dilaksanakan selaku langkah antisipasi para buruh yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat pandemi virus corona (Covid-19).

“Untuk mengantispasi para buruh yang terkena PHK, para buruh harian yang kehilangan penghasilan, para Pebisnis mikro yang kehilangan pasar dan omset agar dapat menaikkan kompetensi dan kualitas SDM-nya,” gamblang dia.

2. Ada Virus Corona, Pemerintah Tanggung Selisih Bunga & Uang Muka Rumah Subsidi Rp1,5 T

Presiden Jokowi (Joko Widodo) memberikan dukungan pada program rumah subsidi untuk membantu masarakat kecil selama virus corona. Pemerintah mempersiapkan 2 stimulus.

Ke-1, pemerintah akan membayarkan selisih bunga. “Pemerintah memberikan subsidi selisih bunga selama 10 tahun. Kalau bunga di atas 5 % maka selisih bunganya akan dibayar pemerintah,” kata Presiden Joko Widodo waktu video conference dari Istana Merdeka Jakarta, Selasa (24/3).

Ke-2, pemerintah juga memberikan subsidi berupa dukungan uang muka bagi masarakat yang ingin mengambil kredit rumah bersubsidi. “Anggaran total yang disiapkan Rp 1,5 triliun,” ucap dia.


3. Larang Tagih Utang Gunakan Debt Collector

READ
Pakai APD dengan Kostum Superhero, Dokter Rolanndo Viral di Media Sosial

Presiden Jokowi (Joko Widodo) mencegah bank dan industri keuangan non bank untuk menagih utang mempergunakan jasa penagih utang atau debt collector. Presiden juga memberikan relaksasi ke 3 kategori debitur. Yaitu pengemudi ojek online, nelayan, dan Pebisnis kecil atau UMKM.

“Bank dan industri keuangan non bank dicegah mengejar-mengejar angsuran apalagi mempergunakan debt collector itu dicegah,” kata Joko Widodo waktu teleconference berbarengan awak media di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (24/3).

4. Ojek Online Sampai UMKM Dapat dapat Penundaan Angsuran 1 Tahun

Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Oritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melonggarkan relaksasi kredit untuk para Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah wabah Covid-19. Hal tersebut kata Joko Widodo untuk para UMKM dengan nilai kredit di bawah Rp10 miliar.

“Keluhan dari UMKM kita kemarin telah berbicara dengan OJK, OJK akan memberikan kelonggaran relaksasi kredit UMKM untuk nilai kredit di bawah Rp10 miliar baik kredit perbankan maupun industri keuangan nonbank,” kata Joko Widodo waktu memberikan arahan pada 34 Gubernur untuk berhadapan dengan Pandemik Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (24/3).

Dia menerangkan, penundaan angsuran tersebut akan berlangsung selama 1 tahun. “Penundaan angsuran sampai 1 tahun dan penurunan bunga,” ungkap Presiden Joko Widodo.

5. Beri BLT dan Bansos

Pemerintah akan memberikan dukungan langsung tunai (BLT) ke masarakat khususnya yang bekerja di bagian informal. Keputusan strategi tersebut dilaksanakan untuk menjaga tingkat konsumsi masarakat di tengah melemahnya ekonomi akibat dampak pandemi virus corona atau Covid-19.

READ
Menko Luhut Tegaskan Investor Tidak Dapat Ngrecoki Kedaulatan Indonesia di Laut Natuna

“Kita akan menyaksikan bagian informal untuk mendukungnya dalam bentuk dukungan langsung tunai melalui database yang ada,” kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, waktu videoconfrence, Jakarta, Selasa (24/3).

Menteri Sri Mulyani menjelaskan, dukungan tunai ini diberikan bagi masarakat yang ikut aturan main pemerintah. Artinya, masarakat bekerja di bagian informal yang sudah disiplin ikut pedoman pemerintah dalam usaha menangani virus corona berhak memperoleh BLT ini.

“Yang dapat bantu tetap ikut arahan dan pedoman mengurangi interaksi dan aktivitas dan tidak melaksanakan kumpul sehingga dapat memerangi penyebaran virus ini tetapi tetap memperoleh bahan pokok khususnya bagi buruh harian,” tegasnya.

Bendahara Negara ini menambahkan, keputusan strategi ini nantinya akan masuk dalam social safety net.

Pemerintah juga tengah menuntaskan payung hukum dalam menyalurkan program dukungan sosial (bansos) lainnya seperti PKH ke 10 juta Famili penerima manfaat (KPM) serta kartu sembako ke 15 juta penerima manfaat. “Tadi dibicarakan apakah hitungan total Famili ditambah dan dari sisi manfaat tengah dihitung dari sisi anggaran,” kata dia. [merdeka.com]


5 Keputusan strategi Teranyar Pemerintah Selamatkan Ekonomi Wong Cilik dari Dampak Virus Corona

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *