Abdillah Toha Kritik Tokoh Agama yang Provokasi Soal Vaksin

Abdillah Toha Kritik Tokoh Agama yang Provokasi Soal Vaksin Abdillah Toha Kritik Tokoh Agama yang Provokasi Soal Vaksin


Abdillah Toha mengkritik ulama yang menyebarkan provokasi terkait program vaksinasi. Dalam cuitannya pada Minggu, 18 Juli 2021, ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap para tokoh, para profesional, ustad, da’i dan ulama yang terus-menerus menghasut masyarakat untuk tidak percaya pada vaksin.

“Dari data resmi yang dilaporkan, sebagian besar korban Covid dengan gejala berat dan yang meninggal adalah mereka yang belum divaksinasi. Oleh karena itu, para tokoh, profesional, ustad, khatib, ulama, yang mengarahkan masyarakat untuk tidak divaksinasi. , bertanggung jawab atas pembunuhan massal?” tulis Abdullah Toha di akun Twitter-nya.

Salah satu pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga mengaku selama ini pemerintah bekerja keras memutus mata rantai penyebaran Mahkota, baik dengan vaksin maupun kebijakan lainnya. Namun, ia menduga kerja keras ini coba dihambat oleh beberapa pihak hingga menimbulkan kegagalan.

Banyak provokasi yang menggerogoti kesadaran masyarakat. Pendakwah agama dan politik, serta beberapa elemen, sengaja mendesak pengikutnya untuk melanggar aturan dengan mendorong mereka ke tempat-tempat ibadah dengan dalih takut akan Tuhan dan bukan penyakit.

Hal-hal seperti ini merusak tatanan sosial masyarakat, mengesampingkan upaya untuk mempertahankan umur mereka. Kematian itu pasti. Terhindar dari virus Covid-19, berhati-hati di masa pandemi ini merupakan bagian dari upaya menghindari kematian. Hal ini sangat dianjurkan oleh agama.

Pemerintah harus menindak tegas para provokator yang berbondong-bondong ke media sosial atau penuduh yang dengan sengaja mendorong masyarakat untuk melanggar Prokes dan PPKM.

Mereka adalah sumber kebodohan masyarakat, mereka menghancurkan kesadaran sosial masyarakat dengan suara-suara hasutan baik di media sosial maupun di mimbar masjid, yang mengajarkan masyarakat kita untuk tidak bernalar.

Begitu juga para politisi dan partai yang tidak bergerak maju berusaha merusak kesadaran masyarakat agar negara ini hancur. Untuk kepentingan politik, mereka berusaha merendahkan pemerintah dan berusaha membuat pemerintah gagal menangani pandemi ini.

Dalam hal ini, pemerintah harus tegas dan harus menindak mereka, karena ini akan menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat. Ini adalah situasi yang tidak bisa diabaikan.

Untuk itu, Abdillah mendesak Presiden Jokowi untuk mengambil sikap tegas sebagai pemimpin. Situasi krisis di Indonesia dianggap selesai jika Jokowi berani membersihkan lalat politik.

Kami beragama, sambil terus mendukung kemanusiaan karena ini juga bagian dari ajaran agama. Kami hidup dengan akal sehat. Mari kita bersatu menghadapi pandemi ini, tanpa orientasi politik, tanpa perbedaan, karena kita semua sama.

(suara islami)


Abdillah Toha Kritik Tokoh Agama yang Provokasi Soal Vaksin

BACA JUGA :   Nusa Rara, Felix Siauw dan Propaganda HTI

Recommended For You

About the Author: Asep Komarudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *