a291272936e6c5eda571a74ebb2690e2 1
a291272936e6c5eda571a74ebb2690e2 1

Ada 1 Juta Perkara Baru di Indonesia per Akhir April, Ini Perhitungannya

Diposting pada 28 views

Ada 1 Juta Perkara Baru di Indonesia per Akhir April, Ini Perhitungannya

Jakarta, Warta Batavia – Peneliti di Pusat Pemodelan Matematika Penyakit Menular (CMMID) London, Inggris profesor Stefan Flasche menjelaskan bahwa hitungan total Perkara virus corona baru di Indonesia akan meningkat 2 kali lipat saban tujuh hari. 

“Orang akan menginginkan bahwa kira-kira enam kematian yang diadukan per hari yang Anda lihat waktu ini [di Indonesia] akan meningkat jadi 12 kematian per hari minggu depan dan 24 kematian per hari setelahnya. [Itu akan berhenti] kecuali ada usaha besar yang bermaksud untuk menghentikan penyebaran melalui misalnya, social distancing,” katanya, seperti dilansir ABC.

Ia menambahkan kemungkinan akan ada sebanyak 1 juta Perkara di Indonesia pada akhir April. Menurut dia, hal itu dapat saja terjadi bila bercermin pada tingginya populasi di Indonesia dengan 270 juta warga serta metode penanganan oleh pemerintah RI waktu ini. 

“Mungkin membikin semi-masuk akal, selaku skenario terburuk,” katanya.

Profesor Niall Ferguson dari Imperial College di London, Inggris, juga menyokong perhitungan ini. Menurut dia, 1 kematian mempertunjukkan setidaknya seribu Perkara di warga dengan asumsi tingkat kematian 1 %.

“Kami kira epidemi tanpa adanya pengukuran…, mungkin akan naik 2 kali lipat tiap 5 hari…dan cuma 1 dari 100 orang yang terinfeksi akan meninggal,” katanya.

Apalagi bila menyaksikan pola pendeteksian positif virus corona yang memerlukan waktu 20 hari sampai dapat didiagnosa positif terifeksi dan selama itu tidak ditangani lalu mereka meninggal. 

READ
Menteri Erick Thohir Minta Masarakat Bersabar soal Mekanisme Pembebasan Tagihan Listrik

“Kalau penderita telah mempertunjukkan gejala, butuh 20 hari atau lebih sampai mereka meninggal. Sehingga angka kematian hari ini mempertunjukkan epidemi yang terjadi 20 hari lalu.”

“Epidemi waktu itu (20 hari lalu) pasti 10 kali lebih kecil. Kalau dikalikan dengan angka 100 angka kematian, maka didapat faktor pengali 1.000 Perkara.”

sebelum ini, Menteri Kesehatan Memperkirakan kemungkinan 700 ribu Perkara di Indonesia. Akan tetapi, tidak menerangkan kapan Indonesia akan mencapai angka ini.

Perhitungan CMMID

 

sebelum ini, Peneliti di Pusat Pemodelan Matematika Penyakit Menular (CMMID) London, Inggris mengumumkan ada ratusan ribu Perkara baru di Indonesia yang tidak terdeteksi. Mereka memperkirakan tingginya angka kematian ini dikarenakan pemerintah kurang agresif melaksanakan pengetesan para terduga Covid-19.

Dengan pemodelan ini, para peneliti ini mempermasalahkan soal tingginya persentase tingkat kematian Covid-19 di Indonesia. Dengan permodelan ini, 1 kematian yang dikonfirmasi di suatu negara seperti Indonesia, sesungguhnya dapat dipakai untuk menghitung beban Perkara yang sesungguhnya.

Perkiraan pemodelan CMMID tergantung pada 2 variabel kunci, ialah tingkat kematian dan tingkat penularan, serta mengukur berapa banyak orang yang kemungkinan akan terinfeksi oleh 1 orang.

Mereka lalu membandingkan tingkat kematian di Indonesia ini dengan data kematian Covid-19 WHO sebesar 3 % (3 kematian per 100 Perkara). walau sedemikian, para ahli virologi dan epidemologi percaya tingkat kematian virus ini di bawah 1 %.

READ
Detergen Disebut Bisa Matikan Virus Corona, Bedanya dengan Sabun Apa?

Tingkat penularan Covid-19 juga diperkirakan ada di angka 2 dan 3, yang artinya tiap pasien positif, menularkan untuk 2 atau 3 orang lain.

Kombinasi 2 data ini, digabungkan dengan angka kematian di Indonesia, maka para ahli memperkirakan sesungguhnya tingkat infeksi Covid-19 di RI telah lebih besar.

Kalau mempergunakan perkiraan konservatif, menurut pemodelan CMMID dengan tingkat kematian Covid-19 sebesar 1 % dan tingkat penularan untuk 2 orang Memperkirakan sudah ada 70.848 Perkara virus corona baru di Indonesia.

Sementara kalau angka tingkat infeksi ditingkatkan ke angka 3, maka kemungkinan Ada 251.424 Perkara di Indonesia. Di mana 1 kematian Covid-19 akan mempertunjukkan ada 5.238 Perkara di warga. Nilai sesungguhnya kemungkinan Ada di antara keduanya.

menurut data per Kamis (26/3), angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia Adalah yang tertinggi di dunia dengan persentase mencapai 11,4 % atau 78 kematian dari 893 Perkara. Sementara angka pengetesan Covid-19 di Indonesia, ialah termasuk yang Terbawah di dunia. Bahkan angka tersebut dicapai cuma dalam waktu 25 hari. 

Minggu lalu, Indonesia baru melakukan 1.727 tes. Kalau dibandingkan dengan total warga, baru 1 orang di tes dari 156 ribu orang. Dengan sedemikian, diperkirakan masih banyak penderita Covid-19 yang belum teridentifikasi. Pembelian 150 ribu alat tes dari China diinginkan dapat mempercepat identifikasi mereka yang terduga terinfeksi virus corona.*(Rikardo). 

 

 

READ
Dampak Corona, Hitungan total Penumpang Kereta Api Merosot sampai 90 %

Ada 1 Juta Perkara Baru di Indonesia per Akhir April, Ini Perhitungannya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *