Alhamdulillah, Gibran Kembalikan ke Toko Uang Pungli Oknum Lurah Bermodus Zakat

Gibran-Kembalikan-ke-Warga-Uang-Pungli-Oknum-Lurah-Bermodus-Zakat-696x391.jpeg
Walikota Solo Gibran Rakabuming dan Camat Pasar Kliwon menyambangi uang kembali untuk para pemimpin desa dan perangkat masyarakat


Camat Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo berinisial S dicopot karena diduga terlibat pungutan liar (sengat) dengan cara zakat dan sedekah bersama dengan petugas layanan masyarakat. Kini Camat Pasar Kliwon bersama Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka sedang berkeliling kawasan pertokoan Coyudan untuk mengembalikan uang haram tersebut.

Gibran terlihat tiba di kawasan pertokoan Coyudan bersama Camat Pasar Kliwon Ari Dwi Daryanto pada Minggu (2/5/2021) sekitar pukul 10.00 WIB. Kemudian mereka pergi ke toko pakaian PJP dan bertemu dengan pramuniaga.

Peluncuran detik.com, Di toko tersebut, Gibran mengembalikan uang sejumlah Rp 100.000 menurut data dari linmas. Karyawan toko juga membenarkan bahwa dia telah memberikan 100.000 rupee kepada linma tersebut.

Lain kali seseorang meminta uang, jangan berikan kepada mereka. Yang berhak menghimpun zakat adalah Baznas. Jangan takut, ambil saja fotonya, kirimkan ke saya, “Gibran memberi tahu karyawan itu.

Kemarin saya bersama Pak Camat mengembalikan uang saya minta maaf, “Dia berkata.

Dia kemudian melanjutkan mengunjungi toko lain. Nilai donasi tunai berkisar antara Rp50.000 hingga Rp.100 ribu dari 145 poin.

Ada 145 poin dalam data tersebut. Sebenarnya saya yakin pendonor akan ikhlas, tapi dia tetap akan mengembalikan semuanya karena melanggar aturan“Kata Gibran.

Donor juga mengatakan, praktik penarikan zakat dan sedekah sudah berlangsung sejak sekitar 4 tahun lalu. Praktik pemerasan sudah biasa dilakukan menjelang Idul Fitri.

Saya tekankan sekali lagi, kita harus membiasakan diri dengan yang benar. Jangan membenarkan hal biasa“, Dia menyimpulkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gibran akhirnya mencopot Kepala Kelurahan Gajahan, S, yang diduga terlibat pencabutan (sengatan) ilegal dengan model zakat dan sedekah bersama petugas layanan masyarakat. Selain itu, S akan direview oleh instansi terkait.

BACA JUGA :   Jalur Sanad Qiraat Syekh Mahfuzh Tremas

Senin (lurah) dirilis. Bagaimanapun, di lain waktu, semuanya akan diproses oleh Inspektorat dan badan terkaitKata Gibran usai memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Balaikota Solo hari ini.

Gibran mengatakan tindakan ini dilarang dalam Surat Edaran Komisi Pemberantasan Korupsi (SE) Nomor 13 tahun 2021 terkait pencegahan korupsi dan pengendalian tunjangan hari raya. Pada angka 4 tertulis dilarang meminta dana atas nama Tunjangan Hari Raya atau nama lain.

Yang tertulis jelas (penarikan dana) shodaqoh, zakat, fitrah itu salah, jadi kita langsung leluasa untuk menugaskannya. Saya tidak mau berlama-lama, itu bikin warga tidak nyaman, “Dia berkata.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa mengatakan, kop surat yang digunakan bertuliskan Satlinmas dan distempel Satlinmas Gajahan. Surat tersebut ditemukan oleh Ketua LPMK Gajahan dan Kepala LPMK, yang juga menandatanganinya tanpa stempel.

Teguh mengatakan tindakan linmas adalah kebiasaan lama. Namun, kondisi saat ini jauh lebih baik sehingga kebiasaan tersebut tidak perlu dipertahankan.

Dulu, ketika tidak menerima honor, mereka menerimanya dengan jalan-jalan pada 17 Agustus, saat libur. Tapi sekarang dana kelurahan sudah tersedia, para linmas juga bisa mendapatkan makan untuk lebaran, bansos dan lain sebagainya. Jadi tradisi ini perlu diluruskan, “Kata Teguh.

(Warta Batavia)


Alhamdulillah, Gibran Kembalikan ke Toko Uang Pungli Oknum Lurah Bermodus Zakat

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *