Pengurus LD PWNU Jabar Jawab Curhatan Felix Siauw di Media Sosial
Pengurus LD PWNU Jabar Jawab Curhatan Felix Siauw di Media Sosial

Alhamdulillah! Kyai Aswaja Bongkar Kesesatan ‘Tafsir’ Felix Siauw

Diposting pada
Views: 382
Read Time:2 Minute, 24 Second

Alhamdulillah! Kyai Aswaja Bongkar Kesesatan ‘Tafsir’ Felix Siauw


Pengasong Khilafah, Felix Siauw kembali jadi perbicangan di media sosial. Pentolan HTI ini menyebarkan opini sesat terkait cerita Adam dan Iblis. Dalam akun twitternya, Felix Siauw mengunggah postingan selaku berikut:

“Adam pernah salah, iblis pernah bener. Adam mengklaim salah, iblis nyalahin orang. Adam itu khalifah di muka bumi, iblis ga suka adam jadi khalifah di muka bumi. Iblis benci khalifah, benci sama manusia, makanya dia bersumpah akan gagalkan tugas manusia”, tulis felix di akun twitternya

Postingan Felix Siauw memperoleh kritik dan koreksi dari ulama, kyai dan ustad yang kompeten di bidangnya. Bagian ustad Aswaja, Ustad Abdi Kurnia Djohan juga ikut mengkritisi twit Felix Siauw mengenai hal Adam dan Iblis. Berikut ulasannya:

Saya mencoba membaca twit ini secara kritis, selaku berikut:

1. Adam pernah salah, Iblis pernah bener. Pertanyaannya kapan Adam pernah salah dan Iblis pernah bener? Apa konteks yang dapat menerangkan Adam pernah salah dan Iblis pernah bener? Mari dibaca kembali isi surat al-Baqarah ayat 30 sampai dengan ayat 37. Di situ tidak disebut bahwa Iblis pernah bener.

2. Adam mengklaim salah. Iblis nyalahin orang. Adam mengklaim salah bukan dalam kaitannya dengan Iblis, tapi sebab menabrak larangan Allah, menurut Qs 2: 35. Lalu, apakah Iblis nyalahin orang? Tidak ditemukan 1 pun ayat yang berbicara mengenai hal Iblis nyalahin orang.

READ  Darurat Humor dan Ancaman Besar bagi Demokrasi

3. Iblis gak suka Adam jadi khalifah di muka bumi. Apakah ada ayat yang secara terang menyebut ini? Iblis tidak suka untuk Adam sebab diusir dari surga lantaran tidak patuh untuk perintah Allah. Lihat Qs 7: 12-16. Kalau simpulan bahwa Iblis gak suka Adam…dst itu tidak ada di dalam al-Qur’an, ini artinya tafsir dusta kepada al-Qur’an atau tafsir akal-akalan kepada al-Qur’an. Rasulullah bersabda:

من فسر القران برأيه فليتبوأ مقعده من النار

Siapa yang menafsir al-Qur’an dengan akalnya, hendaklah ia bersiap menduduki tempat duduknya dari api neraka…(dilansir oleh al-Hafizh Ibnu Katsir di dalam Muqaddimah Tafsirnya)

4. Iblis benci khalifah, benci sama manusia. Makanya ia bersumpah akan gagalkan tugas manusia. Lagi-lagi narasi ini memperlihatkan kekeliruan di dalam memahami al-Qur’an. Iblis itu tidak suka Adam sebab dorongan hasad (kedengkian). Kedengkian itu sebab selaku manusia, Adam diciptakan dalam bentuk yang the best:

لقد خَلَقنَا الإِنْسانَ في احسَنِ تَقْوِيمٍ
Sungguh Kami ciptakan manusia dalam bentuk yang the best…(Qs Attin).

Tidak ada penyebutan yang sharih/tegas di dalam al-Qur’an bahwa Iblis benci khalifah.

Mari kita belajar al-Qur’an tanpa ada kepentingan politik…

(Suara Islam)


Alhamdulillah! Kyai Aswaja Bongkar Kesesatan ‘Tafsir’ Felix Siauw

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *