FB IMG 1617810381578 Alhamdulillah! Pemerintah Dorong Penguatan Moderasi Beragama di Tengah Kehidupan Masyarakat

Alhamdulillah! Pemerintah Dorong Penguatan Moderasi Beragama di Tengah Kehidupan Masyarakat

Diposting pada
FB IMG 1617810381578 Alhamdulillah! Pemerintah Dorong Penguatan Moderasi Beragama di Tengah Kehidupan Masyarakat


Pemerintah berkomitmen untuk selalu mendorong dan menegaskan moderasi beragama dalam kehidupan masyarakat dan kehidupan sehari-hari. Moderasi beragama merupakan bagian tak terpisahkan dari jati diri bangsa yang sudah sesuai dengan karakter bangsa Indonesia sejak berdirinya.

“Alhamdulillah kita sangat bersyukur telah mewarisi persatuan kebhinekaan dari para pendiri bangsa Indonesia. Walaupun berbeda suku, ras, agama dan pandangan agama, kita tetap saling menghormati, bersatu, rukun dan berkarya. bersama-sama, “ujarnya. Presiden Joko Widodo secara virtual membuka Munas IX Institut Dakwah Islam Indonesia. (LDII) dari Istana Negara, Jakarta, Rabu 7 April 2021.

Toleransi adalah bagian penting dari moderasi beragama. Sikap ini, menurut Presiden, merupakan sikap yang harus dimiliki untuk melihat perbedaan pada setiap anak bangsa dalam rangka persatuan dan kesatuan.

Sikap tertutup dan eksklusif yang bertentangan dengan sikap toleransi merupakan hal yang harus dihindari karena selain tidak sesuai dengan keberagaman individu, juga akan memicu dan meningkatkan intoleransi yang akan merusak fondasi bangsa.

“Praktik keagamaan yang eksklusif dan tertutup harus kita hindari karena sikap ini niscaya akan memicu keberatan dan menimbulkan kontradiksi,” ujarnya.

Oleh karena itu, dalam keynote addressnya di Munas bertema “Penguatan Sumber Daya Manusia Profesional Beragama untuk Ketahanan dan Kemandirian Bangsa Menuju Indonesia Maju”, Presiden mengimbau seluruh jajaran LDII dan keluarga besar untuk senantiasa bersuara dan meningkatkan toleransi di masyarakat dan masyarakat. kehidupan beragama bangsa Indonesia. Perbedaan yang ada jangan sampai menjadi halangan untuk menjaga sosialisasi dan gotong royong antara lain.

“Kita harus berpedoman pada ajaran agama yang sejuk, ramah, mengedepankan toleransi dan menghindari sikap tertutup dan eksklusif,” kata Presiden.

Menurut Kepala Negara, organisasi keagamaan di Indonesia dalam upaya membangun bangsa juga harus memperkuat moderasi beragama di masyarakat. Banyak hal yang bisa dilakukan, dimulai dengan penguatan komitmen nasional.

BACA JUGA :   Isi Ramadhan, IPNU-IPPNU Sumenep Gelar Festifal Vlog Shalawat

“Organisasi keagamaan harus memiliki komitmen kebangsaan yang kuat, mengedepankan penerimaan prinsip-prinsip bangsa yang tertuang dalam konstitusi kita, menjunjung tinggi ideologi Pancasila, UUD 1945, serta tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara”, ujarnya.

Lebih lanjut, organisasi keagamaan harus menjaga sikap toleran terhadap orang lain, menghargai perbedaan dan memberi ruang bagi orang lain untuk beriman. Dengan sikap ini, masyarakat dapat mengekspresikan keyakinannya secara bertanggung jawab dan menghargai perbedaan yang tidak menjadi penghalang untuk terus bekerja sama.

Tak kalah penting, Presiden menegaskan bahwa setiap organisasi keagamaan harus memiliki prinsip anti kekerasan dan menolak tindakan yang menggunakan cara-cara kekerasan, baik fisik maupun verbal dalam aktivitasnya.

“Organisasi keagamaan harus menghormati tradisi dan budaya lokal masyarakat Indonesia yang sangat majemuk, bersahabat dan terbuka terhadap keberagaman tradisi yang menjadi warisan kita, bersahabat dan terbuka terhadap seni dan budaya masyarakat lokal dalam kerangka keberagaman jika kita mereka orang Indonesia, “katanya.

Mendampingi Presiden adalah Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Sementara itu, kurang lebih 3.750 peserta LDII menghadiri acara online dan offline dari hampir seluruh provinsi dan kabupaten / kota di Indonesia dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Sumber: Kantor Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden

(Warta Batavia)


Alhamdulillah! Pemerintah Dorong Penguatan Moderasi Beragama di Tengah Kehidupan Masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *