Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
Home / BERITA DUNIA / Analis: Saudi-Israel Semena-mena Bunuh Bocah kecil sebab Sokongan AS

Analis: Saudi-Israel Semena-mena Bunuh Bocah kecil sebab Sokongan AS

/
/
/
6 Views

Arrahmahnews,com, NEW YORK – Seorang penulis dan komentator asal New York menjelaskan bahwa tindakan tindakan mematikan bayi oleh rezim Saudi dan Israel berlanjut sebab mereka memperoleh sokongan dari pemerintah Amerika Serikat.

Riyadh dan Tel Aviv masing-masing sudah ditunjuk selaku rezim ke-1 dan ke-2 dalam daftar pembunuh anak kecil internasional PBB. Sekretaris Jend. PBB Antonio Guterres baru-baru ini menyerahkan daftar tersebut dalam Laporan Konflik Anak-Anak dan Angkatan Bersenjata tahunan ke Dewan Keamanan PBB, dimana AS jadi member tetapnya.

Penulis dan komentator itu, Naseer al-Omari, menjelaskan ke Press TV dalam program The Debate pada hari Sabtu (27/07) bahwa, sebab sokongan Washington untuk ke-2 rezim itu, maka “sedikit” yang dapat dihasilkan dari kecaman berturut-turut PBB atas tindakan pertumpahan darah oleh Riyadh dan Tel Aviv.

Baca: PBB Masukkan Arab Saudi Daftar Hitam Pembunuh Anak Yaman

Saudi bahkan sudah “mengeksekusi lebih banyak orang dan melibatkan anak kecil dalam perang” sebab pemerintahan Presiden AS Donald Trump akan menaikkan dukungannya bagi mereka sesudah saban langkah yang diambil PBB.

Menurut daftar tahunan PBB itu, selama setahun terakhir, gabungan pimpinan Saudi yang mengobarkan perang kepada Yaman sudah menghabisi 729 anak kecil, sementara Israel menghabisi 57 anak kecil dan melukai lebih dari 2.600 anak di semua wilayah pendudukan Palestina.

Baca: New York Times: PBB Tidak Boleh Keluarkan Saudi dari Daftar Hitam Pembunuh Anak Yaman

“Baru-baru ini, Trump memveto langkah kongres AS yang menentang penjualan senjata Amerika ke Arab Saudi Rabu lalu, yang mana hal itu memungkinkan Saudi untuk berbelanja lebih banyak senjata,” kata Omari.

“Jangan salah mengenai hal hal itu, rezim Saudi dan Israel dilindungi oleh pemerintahan Trump,” katanya.

Michael Lane, pendiri think tank Institut Amerika untuk Keputusan strategi Luar Negeri yang berbasis di North Carolina, yang juga seorang tamu di acara itu, mengakui bahwa ialah menakutkan dan sungguh negatif bagi rezim mana pun yang namanya masuk dalam daftar hitam PBB tersebut.

Ditanya mengapa tindakan-tindakan PBB gagal menghentikan tindakan mematikan bayi di Riyadh dan Tel Aviv, ia berkata, “PBB bukan organisasi yang paling efektif di dunia.”

Ia juga menung bahwa Arab Saudi secara sengaja mengambil langkah untuk mengurangi hitungan total yang tertera dari hitungan total tindakan mematikan yang sesungguhnya mereka lakukan. (ARN)

[original_title by Ahmad Fawas

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This div height required for enabling the sticky sidebar