Antisipasi Pencaplokan, NU Lumajang Gelar Labelisasi Nyaris 2.000 Masjid

Antisipasi Pencaplokan, NU Lumajang Gelar Labelisasi Nyaris 2.000 Masjid

Antisipasi Pencaplokan, NU Lumajang Gelar Labelisasi Nyaris 2.000 Masjid

Lumajang, Warta Batavia

Pengurus Cabang (PC) Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Lumajang  mempunyai gawe besar tahun sekarang.  Yaitu menggelar labelisasi masjid di semua Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.  Bukan sekadar memasang  logo NU tapi secara administrasi juga memberikan power hukum pada masjid yang dilebeli NU.


Menurut Ketua PC  LTMNU  Lumajang, Kyai Nur Chotib, labelisasi masjid waktu ini cukup penting.  Karena, cerita soal masjid yang jadi ajang sengketa antar Famili takmir, telah banyak bertebaran. Atau lebih parah lagi,  di beberapa daerah tidak sedikit masjid  NU yang diambil paksa pengelolaannya oleh kubu di luar NU, yang berikutnya jadi ‘milik’ mereka.


“Itu mesti kita antisipasi, dan Lumajang sudah memulai dengan program labelisasi masjid NU,” ujarnya  di kantor PCNU Lumajang,  Jumat (3/7).


Menurut Kyai Nur Chotib, labelisasi masjid NU amat mendesak menyusul kian terbukanya Indonesia bagi pendatang dengan  ideologi yang  ‘beda’ dengan Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) .  Pendatang itu awalnya amat santun ngopeni  jama’ah dan merawat  masjid.  Tapi lama kelamaan dan sedikit untuk sedikit,  ketakmiran masjid diambil alih, sampai akhirnya merubah total  amalan dan cara ibadah jama’ah sesuai dengan ajaran mereka.


“Tetapi jikalau masjid itu kita kasih lebel NU, insyaallah mereka juga berpikir seribu kali untuk mencaplok, apalagi kita  juga memperkuat kepemilikan masjid itu secara legal  formal,” terangnya.


Sementara itu, Ketia Tim Pendataan Lebelisasi Masjid NU, Kyai M Hakam Joenaidi menerangkan, hitungan total masjid di Kabupaten Lumajang sebanyak 1182 unit yang tersebar di 21 Kecamatan,  210 desa, dan 7 kelurahan. Adapun pola labelisasi diawali dengan pendataan melalui  masing-masing  Pengurus Anak Cabang  LTMNU.  Mereka  telah bergerak ke lebih separuh hitungan total masjid untuk mendata dengan pengisian formulir,  mengambil gambar masjid, dan tentu saja minta Penjelasan dari takmir masjid.

BACA JUGA :   Hidayat Nur Wahid Minta Dana Haji Diaudit, Netizen: Uda Ada Gobl*k dari BPK


Alhamdulillah, teman-teman LTMNU di kecamatan cukup gesit. Waktu ini telah terkumpul berkas pendataan  720 masjid yang meliputi 16 kecamatan,” jelasnya.


Ia menambahkan, sesudah berkas terkumpul, tim pendataan  bergerak, mendatangi langsung  masjid-masjid  sesuai alamat yang tertera dalam berkas itu. Gunanya untuk mencocokkan atau memverifikasi antara data yang tertulis dengan keadaan sebenarnya lapangan.


Katanya, di tahap verifikasi itu dicek betul ciri-ciri ke-NU-an masjid, baik dari sisi fisik seperti keberadaan bedug, tongkat, dan sebagainya. Begitu juga ciri-ciri ibadah seperti azan 2 kali (jumatan), pembacaan qunut  (subuh) dan seterusnya.  Dan tidak lupa takmir masjid mesti menanda tangani pakta integritas yang isinya di antaranya ialah wajib melestarikan amalan NU, dan ikut aturan PCNU Lumajang.


“Di masjid itu juga wajib dipasangi logo NU,” pungkasnya.


Kyai Hakam Joenaidi mengakui sungguh tidak gampang  untuk merampungkan pekerjaan besar tersebut. Karena  hitungan total masjidnya cukup banyak, di samping  letaknya tidak sedikit yang  sulit, mesti naik demo tidak beraspal, bahkan menerobos  sungai.


Tentu dari hitungan total itu (1182 masjid) tidak semuanya dapat dilabeli NU. Makanya kita data, nanti jikalau telah rampung , masjid milik NU akan kami masukkan dalam aplikasi SIMASNU  (Sistem Info Masjid Nahdlatul Ulama) untuk mempermudah pemantauan, koordinasi, dan sebagainya ,” pungkasnya.


Reporter: Aryudi A Razaq

Editor: Ibnu Nawawi

 

Antisipasi Pencaplokan, NU Lumajang Gelar Labelisasi Nyaris 2.000 Masjid
Sumber: NU-Online

Recommended For You

About the Author: Ahmad Fawas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *