Berhasil Kendalikan Wabah, Begini Cara Vietnam Hadapi Covid-19

62cc4e3cf50d5e8dd6cfb208194f09a3

Berhasil Kendalikan Wabah, Begini Cara Vietnam Hadapi Covid-19

MESKI berbagi tapal batas dengan Tiongkok, penyebaran covid-19 di Vietnam dapat dikendalikan tidak seperti di Eropa dan Amerika

Respons cepat pemerintah Vietnam dalam menangani krisis kesehatan akibat pandemi covid-19 pun memperoleh pujian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Vietnam memadukan bermacam keputusan strategi dalam penanganan covid-19, yaitu pengetesan secara masal, karantina wilayah yang ketat, dan berhasil menggalang persatuan nasional dalam berhadapan dengan covid-19.

Dilansir dari South China Morning Post, Senin (13/4), statistik legal memperlihatkan waktu ini ada lebih dari 75.000 orang dalam karantina atau isolasi. Vietnam sejauh ini sudah melaksanakan lebih dari 121.000 pengujian, yang cuma 260 Perkara yang dikonfirmasi.

Sampai sekarang, belum ada kematian yang terkait dengan virus korona. Tingkat infeksi pun tetap jauh lebih rendah daripada di Korea Selatan, Singapura, dan bahkan Taiwan yang semuanya dipuji media global atas tanggapan efektif mereka kepada pandemi.

READ  Tekan Impor, Menperin Dorong Industri Kesehatan Jadi Pemain Inti di Tanah Air

Baca juga : Eks Pemimpin Rabi Israel Meninggal Akibat Covid-19

Perwakilan WHO untuk Vietnam Kidong Park percaya respons awal negara itu kepada krisis amat penting.

“Vietnam merespons wabah ini secara dini dan proaktif. penyelenggaraan penilaian risiko ke-1 ditunaikan pada awal Januari, cepat sesudah kasus-kasus di Tiongkok mulai diadukan,” kata Park.

Vietnam, lanjut Park, dengan cepat membentuk Komite Pengarah Nasional untuk Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di bawah lindungan wakil perdana menteri yang cepat mengimplementasikan planning tanggap nasional.

Walaupun mempunyai hitungan total Perkara yang dikonfirmasi relatif lebih sedikit, Vietnam masuk karantina wilayah atau lockdown nasional pada 1 April, respons yang jauh lebih cepat dan lebih menentukan daripada di Inggris atau Italia yang baru menerapkan lockdown tatkala hitungan total Perkara mencapai ribuan.

READ  Mangkrak 10 Tahun, 2 Gedung di RSA UGM cepat Jadi Tangani Korona

Di tempat lain, pemerintah memberlakukan lockdown untuk mengatasi wabah yang ada. Sementara, Vietnam melaksanakan itu untuk melarang krisis nasional.

Baca juga : Tiongkok Laporkan Hitungan total Perkara Harian Terbanyak Akibat Covid-19

Sekolah-sekolah Vietnam sudah ditutup semenjak Januari dan karantina massal diawali pada 16 Maret. Semenjak itu, puluhan ribu orang yang berasal dari negara-negara yang paling terdampak sudah dimasukkan ke dalam karantina wajib di kamp-kamp bergaya angkatan bersenjata. Pada 25 Maret, penerbangan internasional berhenti sama sekali.

Belum ada pelonggaran yang tampak dari pembatasan tersebut. Sebagian besar penerbangan domestik, kereta api dan bus sudah dihentikan. Dan siapa pun yang meninggalkan Hanoi, pusat penyebaran di Vietnam, dikarantina waktu tiba di nyaris saban provinsi lain.

READ  Arema Desak PT Liga Indonesia Baru Penuhi Komitmen

Prosedur pelacakan kontak berlapis Vietnam juga terbukti penting dalam memerangi virus.

“Lapisan ke-1 ialah isolasi dan perawatan di RS dari orang yang dikonfirmasi mempunyai virus atau orang-orang dengan gejala yang Disangka mempunyai virus,” kata Park.

Siapa pun yang sudah melaksanakan kontak langsung dengan Perkara yang dikonfirmasi, tambah Park, berhadapan dengan karantina wajib. Pada lapisan terakhir, warga, jalan-jalan atau bangunan di mana kasus-kasus sudah dikonfirmasi juga dikarantina. (SCMP/OL-7)




Berhasil Kendalikan Wabah, Begini Cara Vietnam Hadapi Covid-19

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *