Biografi KH.Muhammad Imron

Diposting pada 48 views

Biografi KH.Muhammad Imron

Riwayat dan Famili

KH.Muhammad Imron ialah sosok kyai disiplin dan telaten. Adalah putra ke 2 dari buah perkawinan KH.Humaidulloh dan Nyai Hj.Aisyah
kiai Imron lahir di Kaliwungu tanggal 31 Januari 1951 bersesuaian dengan tanggal 23 Rabi’ul Akhir 1370. Semenjak kecil ayah beliau mendidik putra-putrinya dengan amat disiplin mulai dari belajar mengaji, sampai pekerjaan rumah sehari-hari .

Dilaksanakan oleh semua putra-putrinya tanpa adanya andil abdi ndalem yang terlibat, padahal pada waktu itu keberadaan santri yang mondok di pondok pesantren salaf APIK berjumlah kisaran seribuan orang, buah kedisiplinan dan pendidikan yang diterapkan oleh ayahnya ini sehingga membentuk karakter semua putra-putrinya jadi manusia yang mandiri dan disiplin.

Masa Pendidikan

Semasa kecil kiai Imron memperoleh pendidikan agamanya langsung dari orang tuanya mulai belajar membaca Al-quran sampai membaca kitab kuning, untuk pendidikan formal kyai Imron bersekolah di SR (sekolah rakyat) setara SD, sesudah itu meneruskan sekolah di Madrasah Islamiyah Mifathululum (MIM), menginjak remaja kyai Imron yang haus akan ilmu agama malanjutkan pengembaraan ilmunya dengan menempa pendidikan dipondok pesantren Lirboyo Kediri dan mengaji untuk mbah kiai Marzuqi Dahlan.

 Tatkala liburan tiba beliau tidak kemudian pulang untuk melepas rindu untuk keluarganya selayaknya santri-santri pada umumnya, melainkan beliau mencari sanad ilmu keagamaan dipondok pesantren lain, tercatat beliau pernah pasaran di Pati, Banyuwangi, dan sidoarjo, Hal ini dilaksanakan nya selama 5 Tahun, sampai akhirnya sang ibu memintanya untuk pulang.

READ
Tatkala Gus Baha’ Ditegur Sahabat Abdullah bin Mas’ud

sesudah selesai melaksanakan pengembaraan mencari ilmu agama selama belasan tahun, kemudian beliau diminta untuk membantu mengajar di pondok pesantren salaf APIK yang diasuh oleh ayahnya, selain itu kyai Imron juga diminta oleh pamannya kyai Kholil untuk membantu mengajar di pondok pesantren Putri ARIS, dari sinilah kyai Imron akhirnya menemukan pendamping hidup, dari buah pernikahannya ini kyai Imron dikaruniai 7 orang putra dan putri.

kiai Imron diamanati untuk meneruskan estafet kepengasuhan pondok pesantren salaf APIK peninggalan dari sang kakek, sesudah melalui musyawarah mufakat kyai-kyai sepuh kaliwungu Kendal yang dipimpin kiai Abdul Hamid pada waktu sebelum upacara pemberangkatan mayat ayahandanya (kiai Humaidulloh) bersesuaian pada tanggal 29 Ramadhan 1405 H/ 17 Juni 1985 dan beliau mengasuh pondok pesantren salaf APIK selama kira-kira 19 tahun.

Dipanggil Ilahi

Sampai akhirnya Mendung kelabu di pertengahan bulan Maulid tepatnya tanggal 16 Rabi’ul awal 1424 diusianya yang menginjak 52 tahun, beliau di panggil Allah untuk selamanya. Lahumul Fatihah….

 

 

Sumber: https://apikkaliwungu.com/


Biografi KH.Muhammad Imron

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *