Blok Rokan Resmi Diambil Alih, Warganet Kirim Surat Terbuka untuk Amien Rais

Blok-Rokan-Resmi-Diambil-Alih-Warganet-Kirim-Surat-Terbuka-untuk.jpg


Mulai 9 Agustus 2021, Blok Rokan resmi diambil alih Pertamina dari Chevron dengan dukungan pemerintah dan segenap bangsa Indonesia.

Pertamina melalui PT Pertamina Hulu Rokan siap mengelola Blok Rokan sebaik-baiknya.
Sekadar pengingat, Amien Rais pernah menantang Presiden Jokowi. Bahkan, Ia mempertanyakan keberanian pemerintah dalam mengambil alih Blok Rokan.

“Kalau betul Blok Rokan bisa kembali ke Ibu Pertiwi, ke Pertamina, ini sebuah trobosan luar biasa. Cuma berani enggak Jonan, berani enggak Pak Jokowi? Kalau berani ya luar biasa,” tutur Amien Rais di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 30 Juli 2017 seperti dikutip dari liputan6.com.

Kabar gembira tersebut membuat seorang warganet menulis surat terbuka untuk Amien Rais yang pernah menantang keberanian Jokowi untuk mengambil alih Blok Rokan pada tahun 2018 silam.

Berikut surat terbuka warganet, Wahyu Sutono, untuk Ketua Majlis Dewan Syuro Partai Ummat tersebut yang diposting di akun facebooknya.

UNTUK MBAH AMIEN RAIS

Dulu Simbah pernah nantang Presiden Jokowi agar merebut ‘Blok Rokan.’ Sekarang sudah terwujud, bahkan lebih dari itu Mbah. Karena Blok Mahakam dan Blok Masela pun sudah kembali ke pangkuan ibu pertiwi, selain semua kontrak karya harus menggunakan Smelter.

Lalu divestasi FreePort pun berhasil menjadi 51,2%. Itu artinya istilah aseng asing dan komunis yang kerap Mbah tujukan kepada Presiden Jokowi gugur karenanya.

Ini perlu kami sampaikan sebagai pengingat kepada Simbah yang nampak begitu ‘Anti’ sekali kepada Presiden Jokowi yang tak pernah sedikit pun merugikan, dan menyakiti, apalagi hingga memusuhi atau mendendam kepada siapa pun, termasuk kepada Simbah.

Karenanya, penulis tak hendak menagih nazar Simbah yang akan jalan kaki atau engklek dari Jakarta ke Yogyakarta, sebab penulis sangat paham bila Simbah sudahlah sepuh, dan itu tentulah tak baik buat kesehatan Simbah yang tak mungkilah kuat melakukannya.

Tapi penulis ingin mengajak mengganti nazar Simbah ke arah arti memaknai dan mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang luar biasa dan berguna bagi bangsa dan negara. Nggak usahlah berbuat sehebat Pak Jokowi yang memang spektakuker, itu terlalu jauh. Dengan diam atau mendukung kiprahnya Pak Jokowi pun itu sudah luar biasa.

“Jadikanlah masa sepuh Simbah yang penuh arti, dan bisa dikenang cucu cicit Simbah.”
Salam Nyinyir sampai melintiiiiir….

(Warta Batavia)

BACA JUGA :   Mempertanyakan Hijrah Trend Milenial yang Bertentangan dengan Nilai-nilai Agama


Blok Rokan Resmi Diambil Alih, Warganet Kirim Surat Terbuka untuk Amien Rais

Recommended For You

About the Author: Asep Komarudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *