Bos Toyota Motor Corp Cari Calon Penggantinya

Bos Toyota Motor Corp Cari Calon Penggantinya

TOKYO – Akio Toyoda, President of Toyota Motor Corporation telah lewati masa memimpin 1 dekade dan kemungkinan akan berlangsung lama sebab belum temukan pengganti.

Toyoda termasuk berhasil melewati sepuluh tahun pertamanya memimpin pabrikan mobil terbesar Jepang ini. Laki-laki kelahiran 3 Mei 1957 yang 10 tahun lalu menggantikan President Toyota Motor Corp. sebelumnya, Katsuaki Watanabe. 

Ia ialah cicit dari pendiri Toyoda Automatic Loomworks, Sakichi Toyoda dan cucu dari pendiri Toyota Motors, Kiichiro Toyoda. Famili Toyoda terkenal berpotensi semenjak lam dalm mendominasi manjamen bisnis Famili dari zaman ke zaman.

Dan sepertinya tampuk pimpinan akan terus Ada di tangannya dalam beberapa waktu ke depan, apalagi dari sisi umur masih cukup muda ialah 62 tahun.

“Semenjak hari ke-1 jadi presiden, saya senantiasa mencari pengganti. Tetapi sampai 10 tahun saya merasa makin sulit menemukan yang pas,” ungkap Toyoda.

Kalau sungguh-sungguh ingin memperoleh penggantinya, sepertinya Toyoda Penting menggali lebih dalam khususnya dari para bawahannya langsung. Untuk diketahui, termasuk Toyoda, Ada petinggi Toyota Motor Corp. berjuluk “tujuh samurai”. Enam lainnya Adalah executive vice presidents.

Dari keenamnya cuma 3 orang yang lebih muda dari Toyoda. Shigeki Tomoyama berumur 60 tahun serta Didier Leroy dan Moritaka Yoshida 61 tahun.

Bisnis Masa Depan Toyota 
Toyoda sendiri memaparkan bahwa dirinya baru saja memulai full model change dari perusahaan yang didirikan oleh kakeknya ini pada 82 tahun lalu. Misinya cukup fudamental ialah menciptakan landasan untuk generasi berikutnya fokus pada mobilitas masa depan semenjak hari ke-1 menjabat.

“Kalau dapat mempergunakan analogi otomotif, misi saya ialah untuk memimpin perusahaan itu sendiri melalui full model change. Pada waktu menyerahkan tongkat estafet ke presiden selanjutnya, saya berkeinginan reformasi budaya ini selesai sehingga mereka dapat mulai dengan tajam berfokus pada masa depan dari hari ke-1,” paparnya lalu ke Automotive News 10 April 2019.

Toyoda menjelaskan full model change yang dibayangkannya tidak mungkin selesai pada generasinya. Alih-alih, Ia ingin menaruh planning itu untuk diselesaikan penggantinya.

Dalam beberapa hal, Toyoda menyadari bahwa sudah memulai dengan terlambat. Kondisi yang membuatnya sedemikian, seperti sesudah menjabat pada tahun 2009, ia menghabiskan 3 tahun ke-1 bergulat dengan 1 krisis untuk krisis. 

Diawali dengan krisis keuangan global dan kebangkrutan operasional ke-1 perusahaan dalam 70 tahun. Problem lalu berlanjut bak bola salju dengan adanya recall besar-besaran dan lalu datanglah gempa bumi dan tsunami 2011 yang melanda Jepang.

3 tahun selanjutnya dihabiskan untuk menyusun kembali, dan Toyota mulai tumbuh. Dan lalu Toyota mengakui beberapa tahun terakhir baru Ia dapat mengalihkan fokus ke masa depan.

Toyoda juga menjelaskan bahwa Ia akan melajutkan visi misinya waktu ini. Dan selaku bagian dari perombakan, Ia juga berspekulasi mengenai hal suatu hari nanti bahkan merubah nama perusahaan dari Toyota Motor Corp. jadi Toyota Mobility Corp. Menurut dia ini mungkin saja terjadi tapi bukan di masanya tapi di era generasi berikutnya.

Lebih detail, Toyoda sendiri akan membawa perusahannya ini fokus pada 3 bidang Inti. Pertma ialah menaikkan perusahaan-perusahaan Grup Toyota lalu membangun aliansi dengan pembuat mobil lain serta ketiga memperluas secara mendalam ke dalam kecerdasan dan teknologi buatan.

Toyoda menyebut selaku taktik “Home and Away”. Ini mengacu pada membuka power bermacam barisan perusahaan Toyota yang luas seraya juga mencari lebih jauh untuk mitra dan pasar baru.

3 Perusahaan Calon Tulang Punggung Toyota  

Gagasan lain juga memenuhi benak Toyoda ialah melaksanakan sesuatu yang baru tak sama dari bisnis Inti Toyota. Ide ini bagai cermin pemikiran kakeknya Kiichiro Toyoda di mana kala itu berkecimpung membikin mobil yang artinya keluar pada bisnis Inti keluarnya kala itu ialah manufaktur alat tenun. Dan lalu pada 1937, Kiichiro Melepaskan Toyota Motor selaku perusahan baru mandiri, jadi jalur bisnis baru di keluarganya.

Di era sekarang, Toyota mempunyai bocah kecil perusahaan yang tengah berkembang dan amat menjanjikan. Di antarnya ialah Toyota Connected, TRI-AD dan Admatechs, ketingganya jadi spin-off atau perusahan baru di masa depan.

Dan artinya suatu hari dapat saja 1 dari ketiga anak perusahaan ini akan berkembang melebihi Toyota Motor Corps. Mirip sebuah siklus di mata Toyota Motor Corp akhirnya melampaui berhasil dari perusahaan yang lalu dikenal sebagau Toyota Automatic Loom.

“Saat kita mempunyai bisnis semacam itu, akan lebih baik untuk memisahkannya daripada mencoba mempertahankannya dan menumbuhkannya di dalam perusahaan,” terang Toyoda.

Secara terperinci, Toyota Connected sendiri ialah perusahaan internal yang dipimpin oleh orang kepercayaan Toyoda bernama Shigeki Tomoyama. Fokus pada bidang telematika, pemasaran digital, perkumpulan pintar dan integrasi dealer. Punya semboyan “Free us from the tyranny of technology, making a connected life a more human experience”.

Seterusnya ialah TRI-AD (Toyota Research Institute-Advanced Development) Dibentuk 2018 dengan pemasok grup Aisin Seiki Co. dan Denso Corp. Misinya ialah membikin perangkat lunak yang diperlukan untuk menjalankan mobil otonom. Punya slogan “Silicon Valley agility. Japanese master craftsmanship”.

Terakhir Admatechs Co. ialah perusahaan patungan antara Toyota, Shin-Etsu Chemical Corp dan Shin-Etsu Quartz Products Co. Fokus pada pengembangan bahan hebat untuk dipakai dalam PC, elektronik, mobil, makanan dan peralatan medis. [Ari]

You might like

About the Author: Agus Mulyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *