Bosch Pamerkan Teknologi Electric Vehicle di GIIAS 2019

Whatsapp Image 2019 07 19 At 18.06.26 4.jpeg

Bosch Pamerkan Teknologi Electric Vehicle di GIIAS 2019

Bosch Ikut datang di GIIAS 2019, mencoba kenalkan teknologi keamanan. (Foto: Carmudi/Rizen

Tangerang Selatan – Kecuali diramaikan oleh ekshibisi otomotif, GIIAS 2019 juga diramaikan dengan bermacam teknologi teranyar seperti teknologi kendaraan listrik dan lain sebagainya, salah satunya Bosch. Perusahaan penyedia servis dan teknologi ini kembali memamerkan teknologi terbarunya di GIIAS 2019.

Di GIIAS kali ini, Bosch kembali memamerkan teknologi kendaraan listriknya untuk para pengunjung yang datang. Ada beberapa produk yang dipamerkan Bosch di GIIAS 2019, mulai dari iBooster, ESP, teknologi hybrid, dan teknologi yang tersemat pada eScooter. Di ajang ekshibisi otomotif terbesar di Asia Tenggara ini, Bosch juga mencoba untuk memberikan edukasi Soal keterbaruan fitur kendaraan listrik di Indonesia.

Perangkat-perangkat yang dipamerkan Bosch disebut sanggup jadi gerbang pembuka wawasan masarakat di Indonesia Soal teknologi kendaraan listrik.

“Pemerintah Indonesia berkeinginan hitungan total kendaraan listrik dapat mencapai 20% dari keseluruhan moda yang ada. Target kami semoga ada 400 ribu unit pada 2025 yang akan datang,” buka Andrew Powell, Managing Director Bosch Indonesia, Jumat (19/7/2019) kemarin di IC_BSD, Tangerang Selatan.

Bosch Beri Wawasan Kendaraan Listrik ke Pengunjung GIIAS 2019

Bosch turut hadir di GIIAS, mencoba kenalkan teknologi keselamatan.
Bosch Ikut datang di GIIAS, mencoba kenalkan teknologi keamanan. (Foto: Carmudi/Rizen)

Lebih detail lagi Andrew menjelaskan kalau langkah yang dikerjakan oleh Bosch dapat membuka wawasan masarakat Soal kendaraan listrik dan perangkat keamanan di Indonesia. Sutinee Phongmode, Marketing Manager Chassis Systems Control menambahkan kalau perangkat keamanan yang dipakai pada mobil telah semestinya ditingkatkan.

“Sistem pengereman ABS ini sungguh telah semestinya ditingkatkan. Sebab pengereman ini jadi bagian perangkat keamanan yang telah semestinya tertanam di kendaraan modern,” tambah Sutinee.

Perangkat ABS ini sejatinya bukanlah perangkat keamanan dan keamanan teranyar yang ada di dunia otomotif. Kemudian, bagaimana dengan kendaraan yang telah berumur, apakah teknologi ini dapat disematkan?

Andrew pun kembali menerangkan lebih detail lagi, kalau kendaraan berumur tidak dapat dipasangkan teknologi ini.

Retro fitted atau memasukkan teknologi modern ke mobil berumur. Ternyata fitur modern yang diproduksi oleh Bosch ini tidak dapat dipakai di mobil tua,” kata Andrew.

Bosch turut hadir di GIIAS, mencoba kenalkan teknologi keselamatan.
Bosch Ikut datang di GIIAS, mencoba kenalkan teknologi keamanan.

Sistem Pengereman ABS Dianggap Mahal

Bermacam produsen otomotif pun Saat ini telah menanamkan fitur tersebut pada produk terbarunya. Perangkat ABS ini dianggap jadi perangkat keamanan yang telah semestinya ada. Akan tetapi, beberapa negara di wilayah Afrika, Timur Tengah dan ASEAN menganggap kalau teknologi ini bukanlah hal yang wajib.

“Beberapa negara di Afrika, Timur Tengah dan ASEAN sungguh belum mempunyai regulasi Soal hal ini. Akan tetapi beberapa wilayah ini dapat meniru langkah India untuk membikin regulasi keamanan kendaraan dengan standar ABS. Namun regulasi keamanan pemanfaatan kendaraan di india telah cukup baik. Walaupun keadaan ekonomi India sedikit di bawah Indonesia, tetapi pemanfaatan ABS ini jadi Inti,” sambung Andrew.

Bosch turut hadir di GIIAS, mencoba kenalkan teknologi keselamatan.
Bosch Ikut datang di GIIAS, mencoba kenalkan teknologi keamanan.

Sesungguhnya masih banyak kendaraan yang belum dibekali ABS. Ada beberapa argumentasi terkait hal ini, salah satunya ialah perangkat komponen ABS dinilai mempunyai banderol harga yang mahal dibandingkan sistem pengereman yang konvensional. Akan tetapi, Andrew menilai kalau ABS sejatinya bukanlah komponen yang mahal.

“Jikalau disebut mahal, harga ABS ini tidak mahal kalau dibandingkan dengan konsekuensi yang dipertaruhkan. Sebab keamanan jauh lebih penting dibandingkan dengan harga komponen yang didapatkan. Sebab uang bukanlah segalanya dibandingkan dengan keamanan atau nyawa dari si user kendaraan tersebut,” lanjut Andrew.

Di ajang ekshibisi GIIAS 2019, Bosch juga Ikut menampilkan teknologi pengisian kendaraan hybrid. Tidak cuma itu, ada juga kendaraan listrik bernama eScooter yang dipajang di booth Bosch. Lewat keikutsertaan Bosch, diinginkan mereka sanggup menyokong percepatan mobilitas listrik di Indonesia.

You might like

About the Author: Agus Mulyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *