Bugatti Centodieci, Hypercar Rp 126 Miliar yang Cuma Dibuat 10 Unit

7

Bugatti Centodieci, Hypercar Rp 126 Miliar yang Cuma Dibuat 10 Unit

CALIFORNIA – Bugatti memperkenalkan hypercar baru, Centodieci, yang harganya tembus Rp 126 miliar dan dibuat dalam hitungan total amat terbatas.

Centodieci menjalani debut publik pada di event otomotif Pebble Beach, California pada akhir Minggu kemarin. Ini ialah model spesial dengan produksi terbatas ketiga Bugatti dalam setahun terakhir.

Dalam Pebble Beach tahun lalu, pabrikan mobil asal Prancis tersebut memperkenalkan Divo. Lalu, dalam Geneva Motor Show 2019, giliran La Voiture Noir yang tampil.

Centodieci dibanderol Rp 8,9 juta dollar AS (Rp 126,44 miliar). Pabrikan yang diakuisisi oleh Volkswagen Group pada 1998 tersebut cuma akan membuatnya sebanyak 10 unit.

Kesepuluh unit itu tidak dibuat sekaligus. Cuma ada 2 unit yang dibuat dan didistribusikan per tahun.

walau begitu, tiap-tiap unitnya telah mempunyai pemesan. Dengan sistem yang sudah ditetapkan oleh Bugatti, pemilik unit terakhir baru akan mendapatkannya sesudah 5 tahun menanti.

Centodieci artinya ‘110’ dan terinspirasi dari Bugatti EB110 yang diperkenalkan pada 1991 untuk memperingati ulang tahun ke-110 dari Ettore Bugatti. Sistem penggeraknya sendiri sama dengan Divo maupun La Voiture Noir ialah mempergunakan mesin milik Chiro yang berkapasitas 8.0-liter W16.

Akan tetapi, ada beberapa penyelarasan sehingga daya maksimalnya mencapai 1.578hp. Ini lebih besar 99hp dari Chiron.

Bobotnya juga 20 kg lebih ringan daripada Chiron. Seluruh berkat beberapa ubahan, termasuk pemanfaatan material ringan seperti serat kabon (carbon fiber) di beberapa bagian.

“Tenaga yang lebih tinggi dan bobot lebih ringan menaikkan performanya, khususnya kalau bicara Soal akselerasi di kecepatan tingi,” kata Stephan Winkelmann, CEO Bugatti yang mengakui handling lebih dinamis pula daripada Chiron.

Dengan segala kelebihan di atas, akselerasinya sungguh mencengangkan. Kecepatan 0-100 km/jam digapai dalam 2,4 detik saja.

Kecepatan 0-200 km/jam digapai dalam 6,1 detik. Sementara itu, kecepatan 0-300 km/jam cuma memerlukan waktu kisaran 13 detik.

Kecepatan maksimalnya sendiri dibatasi secara elektronik agar tidak berlebihan ‘liar’ sehingga ‘cuma’ mencapai 380 km/jam. [Xan/Ari]

You might like

About the Author: Agus Mulyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *