Cerita Anak Sekolah di Pesantren Al-Bayan: Ustadz-ustadznya Menuding Syi’ah Kyai Said

Berita Detikcom.

Oleh M Kholid Syeirazi

Islam Nusantara – Heboh mengenai hal calon taruna Akmil yang Disangka terpapar ideologi HTI, saya ingat percakapan seorang bapak dan anak. Orang NU. Bukan sekadar NU. Aktivis. Boleh dibilang publik figur. Anaknya disekolahkan di Al-Bayan Sukabumi, 1 yayasan dengan Al-Bayan Banten, almamater calon taruna blasteran Perancis itu.

Pada musim liburan, anaknya pulang. Dia tanya ke bapaknya. ´Bapak kenal Said Aqil Siroj?´ Bapaknya menjawab, dengan heran, ´Kenal dong! Beliau kan guru Bapak! Kenapa, Nak?´ ´Gak apa-apa pak,´ jawab sang anak. ´Ustadz-ustadz di pondok kok ceritanya kurang baik ya mengenai hal Pak Said. Katanya beliau publik figur pembela syiah.´ Dyar! Bapaknya tertegun. ´Gini, Nak. Untuk pelajaran umum, silakan adek ikuti guru-guru di pondok. Tetapi soal agama, adek ikut Bapak di rumah.´

Dialog ini diceritakan ke saya, seraya berseloroh, ´Saya jadi punya tugas tambahan, memantapkan ideologi Aswaja NU ke anak saya.´ Saya tukas, ´Salah sampeyan sendiri. Zaman gini kok main-main. Orang NU paling aman ya kirim anak ke pondok yang terang NU-nya, terang kiainya, terang sanadnya. Jangan terkecoh asal modern. Bagus fasilitasnya, keren saprasnya. Mondokin anak itu bukan sekadar nitipin badannya, tetapi juga jiwanya.´

Baca Artikel Lainnya:  Gus Dur dan Cerita Wirid Surat al-Fatihah 100 Kali

Kita maklum dan amat dapat memahami. Banyak orang tua memikirkan masa depan anaknya. Maunya mondok, tetapi selepas SMA/Aliyah, tetap dapat diterima di PTN-PTN ternama. Bagian solusinya ditawarkan pondok-pondok modern itu. Kurikulumnya konon menjanjikan santri dapat menguasai ilmu agama dan umum. Fasilitasnya memadai. Jadilah sebagian ortu NU berbondong-bondong kirim anak ke pondok-pondok baru itu. Hasilnya seperti tadi. Anaknya gamang. Boro-boro ngerti NU dan anggota milisi ber-NU, bahkan memperoleh info yang tidak baik mengenai hal tokoh-tokoh NU.

Di link ini pimpinan pesantren Al-Bayan klarifikasi. Tidak mungkin Enzo terpapar HTI. Pesantren-nya penganut Ahlussunnah Waljama´ah yang mengajarkan cinta tanah air. Begitu viral calon taruna blasteran itu, saya jadi ingat dialog bapak-anak temen saya. Alhamdulillah jikalau pimpinan pondok mengklaim aswaja. Tetapi silakan disimpulkan sendiri. Kubu yang mengklaim aswaja tapi gampang ngecap syiah, nuduh bid´ah, liberal, itu kira-kira aswaja sebelah mana. [Islam Nusantara/gg]

Source: FB M Kholid Syeirazi


Cerita Anak Sekolah di Pesantren Al-Bayan: Ustadz-ustadznya Menuduh Syi’ah Kiai Said by Ahmad Zainuddin

Baca Artikel Lainnya:  Kebanyakan Penyokong Prabowo 'Move On', Cuma 3,5 % yang Masih Ngotot Prabowo 'Wajib' Menang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *