Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
Home / BERITA INDONESIA / Cerita Dibalik Sumur Raumah, Negoisasi Ustman Dengan Orang Yahudi

Cerita Dibalik Sumur Raumah, Negoisasi Ustman Dengan Orang Yahudi

/
/
/
25 Views

Cerita Dibalik Sumur Raumah, Negoisasi Ustman Dengan Orang Yahudi

Cerita sumur ruma di madinah. Foto: istimewa

Bagian sumur yang dikenal disana ialah wakaf bagian sahabat Nabi, ialah Utsman bin Affan.

Islam Nusantara – Di Madinah, tidak berlebihan jauh dari Masjid Nabawi, ada sebuah properti sebidang tanah dengan sumur yang tidak pernah kering sejauh tahun. Sumur itu dikenal dengan nama: Sumur Ruma (The Well of Ruma) sebab dipunyai seorang Yahudi bernama Ruma.

Sang Yahudi menjual air ke warga Madinah dan saban hari orang antri untuk berbelanja airnya. Diwaktu-waktu tertentu sang Yahudi menaikkan seenaknya harga airnya dan rakyat Madinah pun terpaksa wajib tetap membelinya. Sebab cuma sumur inilah yang tidak pernah kering.

Menyaksikan keadaan sebenarnya ini, Rasulullah berkata: “Jikalau ada yang dapat berbelanja sumur ini, balasannya ialah Surga”. Seorang Sahabat Nabi bernama Utsman bin Affan mendekati sang Yahudi. Utsman menawarkan untuk berbelanja sumurnya. Tentu saja Ruma sang Yahudi Tidak mau. Ini ialah bisnisnya dan ia memperoleh banyak uang dari bisnisnya.

Baca: Menakjubkan! Sumur Berumur 1.400 Tahun Milik Utsman Sahabat Nabi Masih Mengalir Sampai Sekarang

Tetapi Usman bukan cuma pebisnis berhasil yang kaya raya, tetapi ia juga negosiator ulung. Ia bilang ke Ruma: “Saya akan berbelanja setengah dari sumurmu dengan harga yang pantas, jadi kita bergantian menjual air, hari ini kau, besok saya”. Melalui Perundingan yang amat ketat, akhirnya sang Yahudi mau menjual sumurnya senilai 1 juta Dirham dan memberikan hak pemasaran 50% ke Utsman bin Affan.

Apa yang terjadi setelahnya membikin sang Yahudi merasa keki.
Ternyata Utsman menggratiskan air tersebut ke seluruh warga Madinah. Pendudukpun mengambil air sepuas puasnya sehingga hari keesokannya mereka tidak Penting lagi berbelanja air dari Ruma sang Yahudi.

Merasa kalah, sang Yahudi akhirnya menyerah, ia meminta sang Utsman untuk berbelanja seluruh kepemilikan sumur dan tanahnya. Tentu saja Utsman wajib membayar lagi seharga yang sudah disepakati sebelumnya. Sampai sekarang di Madinah, sumur tersebut dikenal dengan nama “Sumur Usman” atau “The Well of Utsman.”

Cerita Sumur Ruma di Madinah

Tanah luas kisaran sumur tersebut jadi sebuah kebun kurma yang diberi air dari sumur Utsman. Kebun kurma tersebut dikelola oleh badan wakaf pemerintah Saudi sampai hari ini. Kurmanya dieksport ke bermacam negara didunia, hasilnya diberikan untuk yatim piatu dan pendidikan. Sebagian dikembangkan jadi hotel dan proyek-proyek lainnya, sebagian lagi dimasukkan kembali ke sebuah rekening tertua didunia atas nama Utsman bin Affan. Hasil kelolaan kebun kurma dan grupnya yang disaat ini menghasilkan 50 juta Riyal pertahun. (Atau setara 200 Milyar pertahun).

Sang Yahudi tidak akan penah menang. Kenapa? Sebab visinya berlebihan dangkal. Ia cuma hidup untuk masa sekarang, masa ia ada di dunia. Adapun visi dari Utsman bin Affan ialah jauh kedepan. Ia berkorban untuk menolong manusia lain yang memerlukan dan ia menatap sebuah visi besar yang bernama:
“Shadaqatun Jariyah, sedekah berkelanjutan”. Sebuah shadaqah yang tidak pernah berhenti, bahkan pada waktu manusia telah mati.

Inilah cara memajukan Islam secara jenius dan barokah dunia akhirat. Bukan dengan “memusuhi” Yahudi, tapi “mengalahkan” dengan Perundingan dan cara yang terhormat.

Nabi Saw bersabda :”Sesiapa saja yang menyampaikan 1 (1) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan telah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.” (HR. Bukhari).

Baca: Ajib, Rekening Atas Nama Sayyidina Ustman Masih Berkembang Sampai Saat ini (Lebih 150 M)

Semoga artikel ini memilik manfaat bagi pembaca yang budiman dan mengambil hikmah dari cerita di atas. [dutaislam/ka]

Cerita Dibalik Sumur Raumah, Negoisasi Ustman Dengan Orang Yahudi

Kisah Dibalik Sumur Raumah, Negoisasi Ustman Dengan Orang Yahudi

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This div height required for enabling the sticky sidebar