Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
Home / BERITA INDONESIA / Cerita Hayfa; Diculik ISIS, Diperk0sa Berulang Kali dan Dijual Seperti Ternak

Cerita Hayfa; Diculik ISIS, Diperk0sa Berulang Kali dan Dijual Seperti Ternak

/
/
/
15 Views

Cerita Hayfa; Diculik ISIS, Diperk0sa Berulang Kali dan Dijual Seperti Ternak

Hayfa Adi. (Foto: abc)

Islam Nusantara – Di usia 17 tahun, Hayfa Adi diculik oleh anggota milisi kubu Negara Islam (ISIS) di Irak utara, ditahan selama lebih dari 2 tahun dan berkali-kali diperkosa, dipukuli dan diperdagangkan seperti ternak.

“Mereka berbelanja kami seakan-akan kami ialah domba. Persis seperti domba,” cerita Hayfa.

Yang lebih penting bagi ibu muda ini, waktu ia membangun kembali kehidupan keluarganya di Queensland, Australia, ialah mencari tahu apa yang terjadi pada suaminya, Ghazi Lalo.

Tidak mengetahui apa-apa ialah hal yang “amat sulit, amat sulit bagi kami seluruh”, katanya.

Putra tertua pasangan itu masih balita waktu Ghazi menghilang.

“Dia ingat ayahnya dan terus menanyakan, ‘Bu, kapan ayah kembali?’,” kata Hayfa.

Bungsu mereka tidak pernah mengenal ayahnya. Ia lahir di kamp penangkapan ISIS.

“Ia mirip seperti ayahnya – matanya, mulutnya. Waktu saya melihatnya, saya merasa seperti suami saya ada berbarengan saya,” katanya.

“Kami sungguh-sungguh wajib menemukan cara untuk bertahan hidup.”

Perjumpaan terakhir
Telah 5 tahun berlalu semenjak Famili Hayfa hancur akibat tindakan genosida ISIS kepada orang-orang Yazidi di Irak utara dan Suriah.

Tujuh ribu member Suku minoritas dan agama ini terbunuh sementara 3.000 lainnya hilang.

Waktu penangkapan, Hayfa, yang tengah hamil tua, Ada di rumahnya di desa Kocho berbarengan Ghazi dan putra sulung mereka.

“Saya telah membikin makan siang dan kami siap makan,” katanya.

“Kisaran tengah hari, ada yang mengetuk pintu.”

“Paman suami saya berlari ke arah kami seraya berkata, ‘ISIS ada di Kocho’.”

Kubu teroris itu menggiring 1.200 warga kota ke sekolah setempat.

“Mereka memerintahkan kami untuk masuk Islam. Tidak ada yang masuk Islam. sesudah itu mereka membawa para lelaki. Kami tidak tahu ke mana mereka membawa mereka,” katanya.

Saksi mata menjelaskan untuk PBB bahwa para lelaki itu dibawa berangkat dan ditembak.

Terlepas dari laporan itu, Hayfa terus percaya pada harapannya “bahwa ia akan menyaksikan suaminya dan kembali bahagia”.

Tetapi pada suatu hari di bulan Agustus 2014, mimpi negatif Hayfa dan para wanita Yazidi lainnya malah baru diawali.

Selama lebih dari 2 tahun, Hayfa diperdagangkan di antara anggota milisi ISIS di Irak dan Suriah, dibeli dan dijual ‘kisaran 20 kali’.

“Banyak orang membawa saya, menyiksa saya, memukul saya,” katanya.

Ia berontak kepada para penawannya kapan saja ia dapat, menentang perintah mereka untuk membuka pakaian bagi calon pembeli.

“Saya Tidak mau untuk mempertunjukkan tubuh saya untuk mereka,” katanya.

“Kami wajib mempertunjukkan tangan kami. (Berkulit) putih dinilai baik. Dan mereka akan menyaksikan apakah rambut kami indah dan panjang.”

Hayfa berkali-kali diperkosa, tetapi ketakutan terbesarnya ialah kehilangan anak-anaknya.

“Mereka mengambil putra tertua saya dari saya selama 1 bulan sebab saya tidak mau tidur dengan penculik saya,” katanya.

“Mereka mengikat tangan dan kaki saya, menutup mata saya dan menyumbat mulut saya. Mereka memukul saya dan membikin saya terkunci di sebuah ruangan.”

“sesudah itu saya membiarkan mereka tidur berbarengan saya supaya saya dapat memperoleh anak saya kembali.”

Merasa nyaman di tempat baru
Hayfa dan putra-putranya akhirnya menyelamatkan diri dari ISIS waktu mertuanya membayar seorang penyelundup manusia untuk berbelanja kebebasannya.

Mereka tiba di Toowoomba, Queensland dengan visa kemanusiaan tahun lalu, berkoalisi dengan perkumpulan Yazidi di sana yang sudah mencapai lebih dari 800 orang.

2 anaknya belajar di taman kanak-kanak dan sekolah setempat, sementara Hayfa belajar bahasa Inggris di sekolah kejuruan.

“Saya amat nyaman di sini berbarengan bocah kecil saya,” katanya.

“Yang paling penting ialah kehidupan bocah kecil saya, bukan hidup saya. Dan tentu saja kalau suami saya kembali, hidup saya akan sungguh-sungguh indah.”

Tetapi, menurut buruh Palang Merah Australia -Sue Callender -yang berusaha menemukan nasib Ghazi, kemungkinan itu kecil.

Sue ialah bagian dari Tim Penelusuran lembaga kemanusiaan itu, yang bekerja untuk menghubungkan kembali orang-orang yang sudah dipisahkan oleh konflik, migrasi atau bencana.

“Ghazi hilang di sebuah daerah bernama Kocho dan kami tahu bahwa banyak Yazidi ditangkap di Kocho dan juga banyak yang dieksekusi dengan menakutkan,” katanya.

“Kami cuma berkeinginan, untuk Hayfa, dia ditemukan hidup-hidup, tapi itu mungkin tidak terjadi.”

5 tahun sesudah -apa yang sekarang dikenal selaku -Pembunuhan masal Kocho, penggalian 17 tempat yang Disangka kuburan massal di kisaran kota itu sudah diawali.

Ada kemungkinan nasib Ghazi dapat digali dengan dukungan DNA putra-putranya.

“Perasaan saya campur aduk,” kata Hayfa.

“Saya amat takut suami saya ada di antara mereka yang mati, bahwa seluruh lelaki mati. Hati saya pilu.”

“Semua dunia menyaksikan apa yang terjadi pada para wanita, para wanita Yazidi. Apa yang terjadi pada para lelaki? Mati?.”

“ISIS menghancur-leburkan rumah kami dan mengambil martabat kami. Kami sungguh-sungguh lelah, itu sebabnya saya ingin menceritakan cerita saya, sehingga mereka tidak akan melaksanakan ini lagi.” [Islam Nusantara/gg]

Penjelasan: artikel ini sudah tayang di abc.net.au (10/09/2019) dengan judul “Cerita Pilu Korban Penculikan ISIS Yang Diperkosa Dan Dijual 20 Kali

Cerita Hayfa; Diculik ISIS, Diperk0sa Berulang Kali dan Dijual Seperti Ternak

Kisah Hayfa; Diculik ISIS, Diperk0sa Berulang Kali dan Dijual Seperti Ternak

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This div height required for enabling the sticky sidebar