Cerita Korban dan Cerita Penyesalan Pelaku Aksi Terorisme Dapat jadi Penawar

Cerita Korban dan Cerita Penyesalan Pelaku Aksi Terorisme Dapat jadi Penawar

Cerita Korban dan Cerita Penyesalan Pelaku Aksi Terorisme Dapat jadi Penawar

Jakarta, Warta Batavia

 

Cerita duka kubu yang jadi korban kekejaman aksi teror dan cerita penyesalan kubu pelaku teror dipercaya dapat jadi senjata ampuh untuk mengeliminasi kemungkinan gerakan terorisme di masa yang akan datang.

 

Kepala BNPT Boy Rafli Amar secara spesial meminta kubu penyintas atau korban aksi terorisme untuk membantu pemerintah dalam menghalau intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Karena keterlibatan kubu korban dianggap amat penting, baik dalam pemberantasan terorisme di masa yang akan datang, dan sekaligus untuk menghilangkan trauma atas apa yang dialami.

 

“Pesan kami untuk rekan-rekan penyintas seluruh ialah terus menjaga antusias brothership dan antusias persatuan. Dengan antusias kebersamaan ini kita gelorakan agar sikap intoleransi maupun watak radikalisme yang keterlaluan itu dapat terkikis. Sebab kita tidak ingin ada korban-korban dari aksi terorisme yang lainnya,” ucap Boy Rafli Amar, dalam acara Silaturahmi Bareng Para Penyintas Korban Terorisme Wilayah Jabodetabek, Bali dan Surabaya, Selasa (16/6).

 

Secara spesial, Boy Rafli menjelaskan perlunya menyampaikan pesan persatuan untuk kubu muda agar tidak terpengaruh pada iming-iming yang kerap disampaikan kubu teror. “Dan Kita berbarengan upayakan agar generasi-generasi muda Indonesia dapat terselamatkan dari kejahatan-kejahatan terorisme di masa yang akan Hadir,” ucapnya.

 

Pesan Soal perlunya menjaga kubu muda dari bujuk rayu gerakan radikalisme-terorisme amat penting ditunaikan. Karena kejadian tersebut pernah dialami Nurshadrina Khaira Dhania waktu berumur 16 tahun yang tertarik berkoalisi dengan ISIS pada tahun 2015, sebab iming-iming keindahan hidup di bawah ISIS. Dania bahkan mengajak keluarganya hijrah ke Suriah dan hidup dalam lindungan ISIS.

 

BACA JUGA :   Waspadalah! Strategi Licik Para Teroris

“Waktu itu ada kegalauan anak muda, menyaksikan korupsi dan ketidakadilan di Indonesia. Saya tertarik berkoalisi ke Suriah sebab dijanjikan kehidupan seperti jaman nabi, ada khilafah, ada Sarana gratis, dan lain-lain,” kata Dania (22) dalam talkshow “Peci dan Kopi’ 164 Channel beberapa hari lalu. 

 

Dania menceritakan, info yang dia ketahui didapatkan dari bagian sanak familinya dan lalu ditelusuri lebih detail di internet melalui platform di facebook, tumbler, dan twitter. Di internet tersebut keyakinannya pada ISIS makin mantap lantaran ia mendapati banyaknya pesan di internet yang menyokong ISIS kala itu.

 

“Mereka menggambarkan khilafah akhir jaman Nabi, keutamaan berhijrah, pahala berhijrah, dan seterusnya. Kalaupun hijrah ini gagal, pasti dapat surga. Pokoknya dalil-dalil dan keadaan di sana seperti surga. Seperti sekolah yang gratis, dan kehidupan yang ukhuwah Islamiah,” lanjutnya.

 

Di waktu seperti ini, ia mengklaim tidak memperdulikan bantahan keluarganya. Karena ia menganggap keluarganya tidak mempunyai pengetahuan yang cukup Soal agama dan khilafah Islam. “Saya gak dengerin orang tua sebab saya anggap mereka gak tau apa-apa. Saya juga tidak croscek kebenaran (kampanye ISIS). Gak mungkin berdusta, sebab mereka pakai dalil agama. Saya pikir begitu waktu itu,” kata Dania.

 

Barulah sesudah sampai di Suriah, ia mendapati kehidupan di Suriah tidak seperti yang dijanjikan dalam kampanye ISIS. “Ke-1 penting bagi anak muda untuk mempunyai tameng berupa dasar agama agar tidak tertipu bujuk rayu ISIS. Sebab mereka pakai agama. Ke-2 wajib tabayyun, sebab kita wajib check and re-check. Sebab anak muda cenderung aktif dan kadang mencari pelarian di media sosial,” pungkasnya.

 

Editor: Ahmad Rozali

BACA JUGA :   Lapak Ibu, Jalan keluar Digital untuk Para Ibu dan Pedagang Pasar Tradisional

Cerita Korban dan Cerita Penyesalan Pelaku Aksi Terorisme Dapat jadi Penawar
Sumber: NU-Online

Recommended For You

About the Author: Ahmad Fawas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *