2228b8bf2b4a922ef90c738c43ac91b1
2228b8bf2b4a922ef90c738c43ac91b1

Covid-19 dan Pembelajaran Daring

Diposting pada 33 views

Covid-19 dan Pembelajaran Daring

DUNIA sungguh tengah tergoncang oleh Perkara coronavirus disease atau dikenal dengan istilah covid-19 semenjak akhir tahun lalu. Virus menular yang berasal dari Wuhan, Tiongkok, itu, sudah menyebar ke 176 negara dan teritorial dengan angka orang yang terinfeksi sebanyak 219.345 orang dan menyebabkan 8.969 kematian, per Kamis, 19 Maret 2020 (https://www.worldometers.informasi/coronavirus).

Di Indonesia sendiri terjadi lonjakan yang besar pada Perkara covid-19. Kalau pada Senin (16/3) Perkara terdampak masih 134 orang dengan hitungan total kematian 5 jiwa, info per Kamis (19/3) yang terdampak meroket jadi 227 dengan kematian 19 jiwa.

Tentu jadi kekuatiran sebab Perkara ini akan terus membesar risikonya dan mengancam banyak sector, termasuk dunia pendidikan.

 

Respons cepat

Saat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan Surat Edaran No 3 tahun 2020 soal Pencegahan Covid-19 pada Satuan Pendidikan pada 9 Maret 2020; Surat Edaran Menteri Kesehatan No HK.02.01/MENKES/199/2020 pada 12 Maret 2020; dan Surat Edaran sekretaris jendral Kemendikbud No 36603/A.A5/OT/2020 pada 15 Maret 2020, Perkara covid-19 belum lagi ditemukan di Aceh. Tetapi, pilihan untuk bertindak cepat mesti dikerjakan.

Atas dasar itulah usaha selaku rektor mengeluarkan Surat Edaran No 1/UN45/UM.02/2020 pada 15 Maret 2020 soal Pencegahan Covid-19 di Lingkungan Universitas Malikussaleh. Pilihan ini mesti diambil untuk melaksanakan tindakan pencegahan dan mitigasi yang efektif atas wabah yang sekarang sudah jadi pandemi global.

READ
Gerakan untuk Indonesia Adil dan Demokratis Serukan Paripurna DPR Ditunda

Di antara keputusan strategi yang diambil ialah menonaktifkan aktifitas perkuliahan di lingkungan kampus untuk melaksanakan sterilisasi serta melaksanakan karantina mandiri maha siswa, guru besar, dan tenaga kependidikan, termasuk tidak melaksanakan aksi perjumpaan di tempat umum sekaligus menghidupkan perkuliahan dan bimbingan tesis/skripsi secara daring.

Keputusan strategi tersebut aktif mulai 16 Maret sampai 3 April 2020. Tentu ada kerepotan tatkala keputusan strategi baru ini diterapkan. Diterangkan juga bahwa penyetopan tatap muka secara langsung bukan artinya bahwa perkuliahan dan bimbingan tidak dikerjakan.

Tetapi, dengan tradisi perkuliahan secara konvensional, pilihan melaksanakan pembelajaran secara daring dari kediaman masing-masing tidak mudah dikerjakan. Ke-1, memerlukan kesiapan perangkat dan tentu paket data internet yang masih dikelola secara mandiri.

Ke-2, tidak seluruh guru besar dan maha siswa siap mengoperasikan sistem pembelajaran daring dengan cepat, termasuk juga mempersiapkan bahan perkuliahan secara digital.

Pembelajaran dari luar kampus tentu jadi bagian yang juga sudah diamanahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, untuk mewujudkan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka. Sungguh kalau dilihat pada tujuannya, Permendikbud No 3 tahun 2020 soal Standar Nasional Pendidikan Tinggi itu lebih berfokus pada Pergantian sistem akreditasi dan debirokratisasi kampus.

Pilihan itu memungkinkan guru besar ‘merdeka mengajar’ sehingga lebih memfokuskan diri pada usaha transfer pengetahuan dan Skill untuk maha siswa. Keputusan strategi itu juga dapat mendukung maha siswa agar dapat lebih inovatif dan kreatif dalam belajar (student centered learning).

READ
Penting Kerja Sama Publik figur Warga dan Publik figur Agama Mengenai hal Perlunya Social Distancing

 

Kreatif di tengah musibah

Prahara wabah covid-19 sungguh sudah jadi keprihatinan global. Wabah ini sudah menyebabkan kelesuan pada pelbagai bagian: finansial, perdagangan, turisme, sosial-budaya, dan juga pertumbuhan ekonomi. Tetapi, tidak layak bagi kita terpasung pada kemurungan global berlama-lama.

Ada banyak inisiatif yang dapat dikerjakan untuk tetap bersiasat di tengah kerepotan. Di dunia pendidikan, termasuk pendidikan tinggi, dapat menggunakan kemerdekaan berpikirnya untuk lepas dari problem dan menatap masa depan dengan optimistis. Bagian yang dapat dikerjakan perguruan tinggi ialah ‘me-lockdown’ perkuliahan secara fisik–tentu temporer sifatnya–dan memaksimalkan ‘open up’ kuliah model lain dengan menggunakan teknologi virtual dan digital.

Revolusi industri 4.0 memungkinkan kita melaksanakan inisiatif terbarukan untuk memaksimalkan fungsi komunikasi, transfer info, dan pengetahuan. Dunia boleh mewabah dan terimpit oleh pertumbuhan yang melambat, tapi dunia pendidikan mesti terus berlari untuk meneruskan peradaban.

Sungguh tetap saja perjumpaan fisik tidak dapat dipinggirkan. Untuk momen seperti yudisium, wisuda, praktik kerja lapangan (PKL), juga kuliah kerja nyata (KKN), dan tentu saja kuliah secara ‘tradisional’, perjumpaan riil dan sosial mesti dikerjakan. Itu sebab maksud pendidikan tinggi seperti tertuang di dalam UU No 12 tahun 2012 menerapkan nilai humaniora dan pembudayaan untuk membentuk manusia Indonesia yang berkarakter mesti dikerjakan di dunia nyata.

Perjumpaan fisik tetap tidak akan ditinggal walaupun kemajuan teknologi virtual dan digital kian menebal. Walaupun wabah covid-19 ini akan berlangsung lama, kita mesti memikirkan pola dan metode pembelajaran fisik dan sosial yang aman bagi seluruh orang.

READ
Teks Lirik Ya Dunya Ajmalu Maghna (يَا دُنْيَا أَجْمَلُ مَغْنَى) - Ditulis Arab

Kemajuan teknologi komunikasi dan digital mempunyai peran signifikan yang dapat digunakan seluas-luasnya oleh para akademia untuk menatap hari depan lebih cerah.




Covid-19 dan Pembelajaran Daring

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *