b69f416439ddb690f54b6fa2632257a7 1
b69f416439ddb690f54b6fa2632257a7 1

Daftar Negara Berlakukan “Lockdown” Akibat Penyebaran Wabah Corona yang Masif

Diposting pada 25 views

Daftar Negara Berlakukan “Lockdown” Akibat Penyebaran Wabah Corona yang Masif

Jakarta, Warta Batavia – Penyebaran virus corona terus meluas. Sampai Rabu (25/3/2020) pagi, sebanyak 168 negara mengonfirmasi terjangkit virus corona atau Covid-19.

Lockdown jadi pilihan keputusan strategi yang diambil oleh beberapa negara-negara terdampak virus Corona, yang telah menilai wabah ini kian cepat penularannya. Mulai dari China, Italia, Perancis, Amerika Serikat dan yang teranyar ialah India.

Mereferensi pada definisi kamus Merriam Webster, lockdown artinya ialah mengurung masyarakat atau sebagian masyarakat untuk sementara untuk menjaga keamanan.

Lockdown juga diartikan selaku tindakan darurat di mana orang-orang dicegah meninggalkan atau masuk suatu wilayah untuk sementara, untuk menghindari bahaya.

Tapi, ada beberapa negara yang cuma me-lockdown sebagian wilayahnya saja. Contohnya ialah Amerika Serikat, Filipina, dan Thailand.

Berikut ialah beberapa dari negara-negara Eropa sampai dataran Afrika sudah menerapkan keputusan strategi lockdown atau karantina wilayah untuk membatasi penularan virus ini.

1. China: 23 Januari

Negara ini jadi asal virus Corona kategori baru (2019-nCoV). Mulai Desember 2019, virus itu merebak di Wuhan, Provinsi Hubei.

dikutip Reuters, Ibu Kota Provinsi Hubei ini jadi kota ke-1 yang di-lockdown, ialah semenjak 23 Januari. Penerbangan dari dan ke Wuhan ditutup. Di Wuhan, 58 juta orang hidup dalam karantina besar-besaran.

Pembatasan ketat dilaksanakan. Penduduk yang hendak melaksanakan perjalanan ke luar dan masuk wilayah yang di-lockdown mesti menjalani pendataaan. Jalur transportasi termasuk tol, rel kereta api, dan transportasi umum dinonaktifkan.

Kota lain di Hubei yg dilockdown: Huanggang, Ezhou, dan lain-lain di Provinsi Hubei. Lantas, lockdown secara parsial disusul oleh kota-kota lain di luar Provinsi Hubei, termasuk Liaoning berpenduduk 41 juta jiwa, Anhui berpenduduk 62 juta jiwa, Jiangxi dihuni 46 juta jiwa, Beijing berpenduduk 22 juta jiwa, Shanghai berpenduduk 24 juta jiwa, dan Chongqing berpenduduk 30 juta jiwa.

Tapi, yang teranyar pemerintah China akan mengakhiri penutupan sebagian besar provinsi Hubei pada beberapa hari yang akan datang dalam sebuah pengumuman pada 24 Maret lalu. alasannya, wabah COVID-19 telah mulai mereda di wilayah itu.

2. Italia: 9 Maret

Negara di Eropa ini dilanda COVID-19 dengan hitungan total korban jiwa amat banyak. dikutip Channel News Asia, Perdana Menteri (PM) Italia, Giuseppe Conte me-lockdown atau mengkarantina negaranya pada 9 Maret 2020 sampai (rencananya) 3 April 2020, lewat dekrit yang dia teken.

“Semua wilayah Italia akan jadi zona yang dilindungi,” tegasnya. “Semua pergerakan di negara ini mesti dihindari kecuali didasari oleh 3 situasi spesifik. Argumentasi pekerjaan, argumentasi kebutuhan atau argumentasi kesehatan,” cetus PM Conte.

Lockdown awalnya dilaksanakan parsial untuk wilayah Lombardia dan sekitarnya, akan tetapi lockdown secara nasional diberlakukan pada 12 Maret. Dengan diberlakukannya lockdown nasional, perjalanan keluar dan masuk Italia juga pergerakan antar kota akan dibatasi.

Keputusan lockdown se-negara itu diambil Italia sesudah 463 orang meninggal akibat virus Corona di negara itu.

3. Polandia: 13 Maret

13 Maret 2020, Polandia Menyatakan lockdown untuk sementara waktu untuk melarang penyebaran virus Corona di negaranya. Otoritas Polandia menutup semua akses untuk WNA yang masuk ke Polandia.

dikutip Poland In, yang tampil ke muka publik untuk Menyatakan lockdown ialah Perdana Menteri Mateusz Morawiecki. Sekolah diliburkan 2 Minggu. Bioskop, museum, restoran, bar, dan kasiono ditutup.

Penerapan lockdown diawali keesokan harinya, ialah 14 Maret 2020. Lantas, penyetopan penerbangan dan kereta api rute luar negeri dilaksanakan pada 15 Maret. Konsentrasi massa di atas 50 orang tidak diizinkan. Lockdown berlangsung 10 hari, akan tetapi berkemungkinan diperpanjang.

“Negara ini tidak akan melalaikan warganya. Tapi, di situasi ini, kita tidak dapat tetap membuka tapal batas untuk orang asing,” kata Morawiecki, dikutip Business Insider.

4. El Salvador: 11 Maret

11 Maret, negara kecil dan padat di Amerika Tengah ini Menyatakan lockdown. Presiden El Salvador Nayib Bukele tampil Menyatakan keputusan penting tersebut.

Bukele menjelaskan Direktorat Jend. Imigrasi akan Tidak mau kehadiran orang asing ke negaranya, kecuali diplomat dan masyarakat El Salvador sendiri. Tapi, seluruh yang diizinkan masuk mesti dicek kesehatan dan dikarantikan 30 hari. Ini lebih lama daripada karantina 14 hari sebagaimana yang diterapkan di Indonesia sampai waktu ini.

READ
Perdukunan, Pesantren dan Paham Kebangsaan

dikutip The Guardian, Bukele memerintahkan 3 Minggu pelarangan perjumpaan massa, termasuk konser dan acara olahraga.

5. Irlandia: 12 Maret

Irlandia Menyatakan lockdown pada 12 Maret 2020. Otoritas Irlandia meminta warganya tetap Ada di rumah dan menghindari aktivitas luar berlebih. Sejumlah tempat, seperti lembaga pendidikan, sekolah, dan lembaga budaya, juga ditutup oleh otoritas Irlandia.

Keputusan ini dirilis oleh Perdana Menteri Leo Varadkar. “Semenjak jam enam sore hari ini, langkah lanjutan akan diterapkan, dan mereka akan tetap di dalam tempatnya sampai 29 Maret,” kata dia, 12 Maret lalu.

Rakyatnya diperintahkan bekerja dari rumah, pelajar belajar dari rumah tanpa mesti ke sekolah. Hal yang tidak ditutup atau dihentikan ialah transportasi publik, toko-toko, dan restoran. Tapi social distancing diterapkan. Seperti ini dikutip The Irish Post.

6. Spanyol: 12 Maret

Pemerintah otonomi Catalonia di Spanyol memberlakukan lockdown regional kepada 4 kota sekaligus dalam usaha melarang penyebaran virus Corona. Langkah ini diambil sesudah hitungan total Perkara di Spanyol melonjak tinggi.

4 kota yang di-lockdown terkait virus Corona ialah Igualada, Vilanova del Cami, Santa Margarida de Montbui, dan Odena. Kisaran 70 ribu orang yang tinggal di 4 kota itu terdampak langkah tegas yang diberlakukan mulai Kamis, 12 Maret, waktu setempat.

2 hari sebelumnya, Spanyol mengambil keputusan me-lockdown semua kotanya. Karena, saban harinya pasien Corona di Spanyol terus bertambah.

7. Denmark: 14 Maret

Denmark jadi negara ke-2 di benua Eropa yang dikunci gara-gara virus Corona. Denmark menyusul Italia yang telah terlebih dahulu diisolasi.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen secara legal Menyatakan lockdown terkait mewabahnya virus Corona. Seluruh TK, sekolah, dan universitas di Denmark tutup selama 2 minggu. Lockdown berlaku dari 14 Maret sampai 13 April 2020.

Pemerintah Denmark mencegah aktifitas mengumpulkan massa dengan hitungan total lebih dari 100 orang. Keputusan tersebut diambil sesudah diadukan 442 Perkara positif virus Corona baru di Denmark selama Minggu ini.

8. Manila dan Pulau Luzon, Filipina: 15 Maret

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, Menyatakan me-lockdown ibu kota negara, Manila. Keputusan ini juga dibuat untuk melarang penularan virus Corona (COVID-19).

Duterte juga mencegah massa berkumpul atau berinteraksi di luar rumah. Dia juga menutup sekolah sampai sebulan. Perjalanan domestik dari dan ke Manila pun dihentikan. Pemberlakuan lockdown diawali dari 15 Maret sampai 14 April.

Tidak cuma Manila, Duterte juga me-lockdown Pulau Luzon, pada 17 Maret 2020 kemarin. Penduduk Pulau Luzon yang berjumlah 57 juta orang diinstruksikan senantiasa Ada di rumah.

“Anda tidak punya pilihan. Anda mesti tetap Ada di rumah,” ucap Duterte.

Pembatasan ini masih mengizinkan orang untuk ke luar rumah berbelanja kebutuhan pokok dan berangkat bekerja untuk beberapa industri. Supermarket, apotek, klinik kesehatan, bank, dan pelayanan dasar lain akan tetap buka.

9. Lebanon: 16 Maret

Lebanon mencegah penerbangan dari dan ke 11 negara yang tengah dilanda wabah virus Corona. Keputusan ini berlaku semenjak Kamis, 12 Maret 2020.

Ke-11 negara yang dicegah itu ialah Italia, Iran, China, Korea Selatan, Prancis, Jerman, Spanyol, Inggris, Irak, Mesir, dan Suriah.

Lantas, keputusan lockdown diambil negara ini pada 16 Maret. dikutip Gulf News, Bandara Internasional Beirut sungguh-sungguh ditutup pada 18-29 Maret. dikutip The Times of Israel, Menteri Info Manal Abdel Samad meminta warganya untuk tetap di rumah sampai 29 Maret.

10. Prancis: 17 Maret

Otoritas Prancis juga Menyatakan akan lockdown selama 15 hari. Keputusan ini langsung dirilis oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron, 17 Maret 2020.

Penduduk Prancis diminta tidak ke luar rumah kecuali untuk keperluan belanja. Disebutkan, bila perintah tersebut dilanggar, masyarakat akan diberi hukuman.

Sejumlah acara di Prancis juga akan ditunda untuk mencegah penularan Corona. Salah satunya pemilihan lokal putaran ke-2 yang Direncanakan pada 22 Maret 2020.

“Amat membatasi pergerakan setidaknya untuk 15 hari ke depan dan membatasi kontak sosial sebanyak mungkin. Tiap-tiap pelanggaran kepada rezim baru ini akan diganjar,” kata Macron seperti dikutip AFP, Selasa (17/3).

READ
Mbah Kyai Malik Purwokerto dan True Story Air Putih yang Wangi

Diketahui, waktu ini diadukan lebih dari 5.400 Perkara virus Corona (COVID-19) di Prancis, dengan kematian mencapai 127 Perkara.

11. Belgia: 17 Maret

Belgia memberlakukan lockdown pada 17 Maret 2020, pukul 11.00 waktu setempat. Seperti dilansir dari AFP, Perdana Menteri Belgia Sophie Wilmès menjelaskan, keputusan strategi lockdown berlaku sampai 5 April, atau lockdown 19 hari.

“Rakyat Belgia mesti tinggal di rumah semenjak tengah hari pada hari Rabu,” kata Wilmes.

Wilmes menceritakan, lockdown tidak berlaku untuk sebagian orang yang memerlukan perawatan medis. Termasuk masyarakat yang ingin ke apotek. Keputusan strategi lockdown diambil sesudah 10 masyarakat Belgia meninggal gara-gara COVID-19.

Wilmes Menyatakan keputusan strategi lockdown sesudah ikut serta dalam konferensi video dengan 26 pemimpin Uni Eropa lainnya, di mana mereka setuju untuk mengoordinasikan tindakan lebih detail pencegahan Corona.

12. Selandia Baru: 18 Maret

Selandia Baru termasuk negara awal yang melaksanakan langkah-langkah pembatasan. Perdana Menteri Jacinda Ardern telah semenjak Februari memastikan COVID-19 ini berkemungkinan bahaya bagi negaranya.

Pemerintah Selandia Baru mencegah WNA yang pernah ke China untuk masuk ke negaranya semenjak 3 Februari 2020 lalu. Keputusan strategi seperti ini diberlakukan sampai 30 Juni 2020.

Tapi, lockdown negara secara menyeluruh baru sungguh-sungguh diberlakukan Ardern pada Rabu, 18 Maret kemarin, lewat pengumuman pukul 11.59 malam waktu setempat. Semenjak waktu itu, Selandia Baru sungguh-sungguh menutup diri dari kehadiran orang asing, dari manapun negaranya. Penduduk negara sendiri yang masuk ke Selandia Baru akan diisolasi dulu selama 14 hari.

“Menjaga masyarakat negara Selandia Baru dari COVID-19 ialah prioritas nomor 1 kami,” kata Ardern.

13. Malaysia: 18 Maret

Pemerintah Malaysia telah mengambil keputusan lockdown untuk menghentikan penyebaran virus Corona (COVID-19). Lockdown ini akan dilaksanakan selama 2 minggu.

Keputusan lockdown ini diteken langsung oleh Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin. Keputusan strategi ini berlaku semenjak 18 sampai 31 Maret 2020.

Semua masyarakat disebut dicegah meninggalkan Malaysia, sedangkan masyarakat Malaysia yang akan kembali dari luar negeri mesti melalui pemeriksaan kesehatan dan menjalani karantina sendiri selama 14 hari.

Penduduk negara asing juga akan dicegah masuk ke Malaysia. Bermacam acara kenegaraan atau acara publik juga dicegah digelar. Sekolah dan lembaga pendidikan juga akan ditutup.

14. Lockdown parsial AS mulai 19 Maret

Amerika Serikat (AS) juga mulai menerapkan lockdown di sejumlah negara bagiannya. Ke-1 ialah negara bagian California.

Seperti dikutip AFP dan Newsweek, Jumat (20/3/2020), Gubernur California, Gavin Newsom mengumumkan bahwa perintah tetap tinggal di rumah ini akan mulai berlaku pada Kamis (19/3) malam waktu setempat, sampai waktu yang belum ditetapkan. Ini jadi langkah penanganan paling dramatis yang diambil oleh sebuah negara bagian AS.

Ikut California, negara bagian New York di AS juga di-lockdown untuk cegah penularan Corona. Gubernur New York, Andrew Cuomo, memerintahkan para buruh dari bagian non-essential untuk tetap di rumah dan mencegah segala macam perkumpulan di luar ruangan. Cuomo mengatakan dengan tegas perintah ini mulai berlaku bagi lebih dari 19 juta warga New York pada Minggu (22/3) malam, pukul 20.00 waktu setempat.

Lantas, keputusan strategi lockdown ini juga di ikuti oleh beberapa negara bagian lain seperti Ohio, Lousiana, Delaware, dan sejumlah negara bagian lainnya. Wall Street Journal memberitahukan pada 24 Maret, telah setengah dari AS yang lockdown.

15. Rwanda: 21 Maret

Rwanda Adalah negara Afrika sub-Sahara yang juga menerapkan lockdown mulai 21 Maret lalu. Seperti dikutip AFP, Minggu (22/3/2020) pemerintah Rwanda mencegah masyarakat keluar rumah. Keluar rumah cuma diizinkan untuk keperluan perawatan kesehatan, makanan dan berangkat ke bank.

“Gerakan dan Lawatan yang tidak Penting di luar rumah tidak diperbolehkan,” kata pemerintah Republik Rwanda dalam pernyataan resminya.

Dalam pernyataan itu juga dijelaskan bahwa seluruh tapal batas ditutup kecuali untuk lewatnya barang dan kargo serta masyarakat Rwanda. Seluruh pusat aktifitas ditutup kecuali pasar induk. Pun ada pembatasan perjalanan antara kota dan kabupaten.

READ
Ingin Lolos Tes CPNS? Baca Shalawat Ini

Pemerintah Rwanda pada hari Sabtu (21/3) sudah menulis 17 Perkara COVID-19 di negaranya. Hitungan total ini ialah yang tertinggi di wilayah Afrika Timur. Seluruh penerbangan komersial ke negara tersebut juga sudah ditangguhkan, seluruh bar ditutup.

16. Lockddown lunak Bangkok Thailand: 21 Maret

Negeri Gajah Putih telah memberlakukan lockdown dengan cara mereka sendiri, mulai di Ibu Kota Bangkok. Saat ini, meski belum lockdown full, puluhan ribu pekerja migran dari negara Jiran telah pulang duluan mencegah keadaan ekonomi.

dikutip Asia Times, Gubernur Bangkok Ashwin Kwanmuang lockdown lunak ala Thailand berlaku pada 21 Maret sampai 12 April. Seluruh toko sampai mal mesti tutup, sekolahan sampai tempat spa juga tutup.

24 Maret, Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha Menyatakan keadaan darurat COVID-19. dikutip Reuters, Rabu (25/3), 60 ribu buruh migran kemudian cabut dari Thailand mencegah ekonomi Thailand yang kian memburuk, sebelum mereka sungguh-sungguh tidak dapat keluar dari negara itu. Soalnya, sejumlah tapal batas darat Thailand dengan negara Jiran telah ditutup semenjak 23 Maret: Thailand-Laos di Nakhon Phanom, Thailand-Kamboja di Sa Kaeo Province, dan seluruh tapal batas Thailand-Malaysia.

17. Inggris: 23 Maret

Keputusan strategi lockdown juga diikuti oleh Inggris. Pemerintah Inggris memberlakukan lockdown selama 3 Minggu untuk menangkal penyebaran virus Corona atau COVID-19. Tiap-tiap toko dan pelayanan jasa ditutup sementara, dengan masyarakat dicegah untuk berkumpul.

“Tetap di rumah,” tegas Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, dalam pernyataan yang disiarkan televisi setempat, seperti dikutip AFP, Selasa (24/3/2020).

Maklumat lockdown ini disampaikan pada Senin (23/3) malam waktu setempat, sesudah hitungan total korban meninggal akibat virus Corona di Inggris bertambah jadi 335 orang. Hitungan total total Perkara virus Corona di Inggris waktu ini mencapai 6.650 Perkara.

Langkah tegas ini diambil PM Johnson sesudah muncul kemarahan dari pemerintah yang merasa imbauan agar masyarakat mengurangi kontak sosial untuk meminimalisasi penularan virus Corona, diabaikan oleh publik. Kerumunan orang tampak menikmati akhir Minggu di taman-taman setempat dan di tempat pinggiran negara itu.

18. India: 24 Maret

Keputusan strategi lockdown pun juga diterapkan oleh India mulai 24 Maret ini. Semua warga India mulai menjalani lockdown selama 3 Minggu full, di tengah lonjakan Perkara virus corona di negara itu.

Sebagaimana dikutip BBC, Perdana Menteri India, Narendra Modi, menjelaskan ke warga India yang berjumlah sebanyak 1,3 miliar jiwa, bahwa satu-satunya cara menyelamatkan mereka dari virus corona ialah untuk tidak bepergian.

“Akan ada larangan total untuk keluar dari rumah Anda,” kata Modi dalam pidato yang disiarkan televisi, Selasa (24/03).

“Semua negeri akan lockdown, lockdown total,” ujarnya lantas.

Dia meminta agar orang-orang tidak panik – tetapi orang banyak dengan cepat menyerbu toko-toko di ibu kota, Delhi, dan kota-kota lain, sebelum peraturan berlaku.

Belum gamblang apakah nantinya masyarakat boleh ke luar rumah untuk sekedar berbelanja makanan dan kebutuhan pokok lainnya, sesudah aturan itu diterapkan.

19. Afrika Selatan: 26 Maret

Ikut Rwanda, Afrika Selatan juga akan melaksanakan lockdown untuk cegah Corona. Lockdown diawali dari Kamis 26 Maret 2020.

dikutip dari reuters, Selasa (24/3/2020), Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menjelaskan pada hari Senin bahwa pemerintah akan memberlakukan lockdown selama 21 hari secara nasional. Lockdown diawali tengah malam pada hari Kamis untuk menahan wabah virus corona.

Dalam pidatonya ke negara, Ramaphosa menjelaskan sejumlah prajurit akan dikerahkan untuk membantu polisi selama lockdown berlangsung.

Daftar Negara Berlakukan “Lockdown” Akibat Penyebaran Wabah Corona yang Masif

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *