Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
Home / BERITA INDONESIA / Dengar Kajian ‘Hijrah’ Basalamah, Pemuda Ini Rela Berhenti Kerja di Bank

Dengar Kajian ‘Hijrah’ Basalamah, Pemuda Ini Rela Berhenti Kerja di Bank

/
/
/
45 Views

Dengar Kajian ‘Hijrah’ Basalamah, Pemuda Ini Rela Berhenti Kerja di Bank

Khalid Basalamah. (Foto: istimewa)

Islam Nusantara – Azan Maghrib berkumandang di masjid Nurul Iman pada suatu petang, 2 bulan silam. Ikbal (29) dan Dayat (38) berlari ke arah tangga ke masjid yang terletak di rooftop Mal Blok M Square, Jakarta Selatan itu.

Langkah keduanya juga diikuti oleh ratusan jamaah lain yang berebut untuk salat Maghrib berjamaah dan memperoleh saf terdepan. Hitungan total jemaah Masjid Nurul Iman tiap-tiap hari Rabu sungguh tak sama dengan hari biasanya.

Ramainya jemaah itu bukan tanpa karena. Masjid Nurul Iman tiap-tiap Rabu malam biasa menghadirkan Khalid Basalamah –ustaz salafi yang tengah digandrungi anak muda berhijrah.

Hadirnya Khalid membikin banyak anak kecil muda bahkan datang 1 jam sebelum magrib agar memperoleh tempat di dalam masjid dan duduk pas di depan mimbar Khalid dengan buku catatan mereka.

Kajian Khalid yang diawali setelah Magrib dan dilanjutkan sesudah salat Isya berjamaah itu sudah jadi magnet tersendiri. jema’ah yang didominasi anak muda bahkan dapat meluber sampai keluar halaman masjid.

Ikbal sendiri Hadir dari Depok, Jawa Barat. Adapun Dayat sengaja Hadir jauh-jauh dari Pamekasan, Madura untuk melihat langsung kajian Khalid.

“Tidak apa-apa keringatan dan desak-desakan, saya mau mendengarkan [Khalid] paling depan,” ucap Ikbal waktu bercakap-cakap untuk CNNIndonesia.com
.

Ikbal mengklaim telah mengambil keputusan untuk hijrah semenjak tahun lalu. Ia bahkan rela untuk melepas pekerjaannya utawa resign selaku pegawai Bank konvensional swasta di Jakarta untuk menghindari dosa riba.

“Dulu telah kerja di bank, saya baru paham dari kajian ustaz Khalid bahwa ternyata itu kan riba. Itu saya telah kerja lama, telah besar gajinya,” kata Ikbal.

Baca: 2 Hadis Sering Beredar Seputar Riba Bermasalah dari Matan dan Sanad

Ceramah Khalid jadi rujukan Ikbal untuk keluar dari dosa riba bank konvensional. Setahun belakangan ia hobi mendengarkan kajian-kajian ustaz salafi baik datang langsung maupun lewat media sosial.

Khalid menurut Ikbal menjabarkan dengan logis bahwa riba Adalah bagian dosa besar dalam agama 
Islam. Khalid menenangkan Ikbal untuk tidak takut pada keputusan meninggalkan pekerjaan yang dapat membawa dosa. Rezeki seseorang disebut bukan berasal dari bos yang memberikan lahan pekerjaan.

Khalid Menegaskan bahwa rezeki Allah akan tetap berpihak pada mereka yang memilih pekerjaan sebab target dunia akhirat, bukan fokus pada dunia saja.

“Saya pernah konsultasi langsung ke ustaz Khalid Basalamah sungguh haram dan ada sumbernya di Alquran,” kata dia.

Usaha Ikbal untuk hijrah dan keluar dari bank sempat memperoleh penolakan dari pihak Famili dan orang terdekatnya. Ke-2 orang tuanya bahkan sempat kesal.

“Orang tua kesal sebab bilang kan telah biayai kuliah, dapat sarjana S1. seusai lulus, kerja [di bank] saja dapatnya susah, eh malah keluar,” kenang Ikbal.

“Namun saya dapat yakinkan orang tua bahwa rezeki Allah itu luas, seluruh telah ditetapkan asalkan kita usaha bekerja untuk mencari rida Allah, bukan Marah besar Allah sebab riba,” tambahnya.

Lulusan S1 jurusan Sistem Info Universitas Gunadarma itu merasa sudah matang memutuskan keluar dari Bank konvensional yang menurut dia kerap mengambil keuntungan dengan cara riba.

Sekarang, Ikbal lebih memilih untuk bekerja di bagian rumah produksi selaku seorang videografer. Ia pun mengklaim telah tidak lagi mempergunakan bank konvensional  selaku tempatnya menabung.

“Saya jauhi itu, lebih baik mempergunakan produk syariah saja,” kata dia.

Hal yang sama juga ditunaikan oleh rekannya Dayat yang memilih untuk geser menabung ke bank syariah. Tercatat selaku bagian Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemprov Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, ia mengklaim sengaja Hadir dari Madura untuk ikut kajian Khalid secara langsung.

“Selama ini saya sering ikuti ustaz Khalid di Youtube saja, kebetulan lagi ambil cuti jadi ke sini,” kata Dayat dengan logat Madura yang khas.

Dakwah Khalid jadi rujukan Dayat untuk menjalani hidup lebih sunnah, seperti menumbuhkan jenggot. Akibat perubahannya itu, ada member keluarganya yang kuatir ia ikut kubu Islam radikal di Indonesia.

“Kecuali menumbuhkan jenggot, lalu celana mulai tidak kedodoran juga. Famili tiap-tiap Idul Fitri banyak yang nanya, takut ikut aliran radikal,” kenangnya seraya tertawa.

Bagi Dayat yang belum nikah, gaji yang dia terima selaku pegawai PNS membuatnya terjebak pada gejala konsumerisme dan foya-foya duniawi. Setelah ditinggal ayahnya, ia perlahan mulai tersadar dan mencari ilmu Islam secara kaffah.

Ia mengumumkan cocok dengan ajaran salafi sebab lebih berfokus untuk mengkaji ajaran Alquran dan banyak berpatokan pada kajian hadis yang sahih. [Islam Nusantara/gg]

Penjelasan: Berita ini sudah tayang di cnnindonesia.com dengan judul “Rela Berhenti Kerja Setelah Dengar Kajian ‘Hijrah’ Basalamah

Dengar Kajian ‘Hijrah’ Basalamah, Pemuda Ini Rela Berhenti Kerja di Bank

Dengar Kajian ‘Hijrah’ Basalamah, Pemuda Ini Rela Berhenti Kerja di Bank

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This div height required for enabling the sticky sidebar