Di Tengah Covid-19, LAZISNU di Nganjuk Maksimalkan Program ‘One Day One Dhuafa’

Di Tengah Covid-19, LAZISNU di Nganjuk Maksimalkan Program ‘One Day One Dhuafa’

Di Tengah Covid-19, LAZISNU di Nganjuk Maksimalkan Program ‘One Day One Dhuafa’

Nganjuk, NU Online

Pengurus NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur menyalurkan sokongan paket sembilan bahan pokok atau Sembako untuk dhuafa, Ahad (21/6) pagi. Aktifitas ini untuk membantu meringankan beban ekonomi masarakat terdampak Covid-19.

 

Program yang diberi nama ‘One Day One Dhuafa‘ yang artinya 1 hari 1 dhuafa ini sejatinya sudah berjalan semenjak bulan Januari 2020 lalu. Pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, program ini sukses menarik simpati donatur serta memperoleh apresiasi banyak pihak, termasuk Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Nganjuk sebab dinilai dapat meringankan beban masarakat di tengah situasi pandemi.


Koordinator Porgram, M Muhlisin menerangkan, mekanisme pendistribusiannya diberikan untuk para dhuafa di rumahnya masing-masing dengan menyesuaikan data yang sudah dikantongi oleh pengurus NU Care-LAZISNU Kertosono.


“Mekanisme pentasarufan diantarkan ke rumah dhuafa oleh Pengurus NU Care-LAZISNU Kertosono berdasar data yang sudah kami catat sebelumnya,” ujarnya.


Disampaikan Muhlisin, sampai sekarang tercatat sudah ada ratusan donatur yang menyalurkan sebagian hartanya untuk NU Care-LAZISNU Kertosono. Menurut dia, hal tersebut Adalah tantangan sekaligus pelecut antusias pengurus dalam menyampaikan amanah ummat.


“Waktu ini sudah Ada sebanyak 412 donatur sedekah reguler bulanan, 10 donatur zakat mal ditambah masih ada beberapa donatur non-regular baik zakat maupun sedekah,” urainya.


Kecuali itu, ia menganggarkan sebesar Rp140.000,- per dhuafa saban hari. Biaya tersebut diwujudkan dalam bentuk minyak goreng, beras, gula, teh, mie instan, dan uang saku senilai 50 ribu rupiah.


“Kami menganggarkan dalam pentasarufan ini sebesar 140 ribu rupiah diambil dari biaya zakat 65% dan dari biaya sedekah sebesar 35%,” imbuhnya.

BACA JUGA :   Kenapa Larangan Mudik Penting Dipatuhi? Ini Penjelasan Ahli Epidemiologi


Sutinah (77), salah seorang penerima sokongan sembako dari program ‘One Day One Dhuafa‘ mengucapkan terima kasih untuk NU Care-LAZISNU Kertosono yang sudah membantu sembako kepadanya.


“Saya berterima kasih sekali diberikan sokongan sembako sehingga kebutuhan pangan saya dapat teratasi. Semoga LAZISNU makin memberikan manfaat untuk dhuafa lainnya,” harapnya.


Aktifitas tersebut punya tujuan selaku syiar NU Care-LAZISNU Kertosono untuk masarakat. Ke edepan diinginkan aktifitas tersebut dapat berjalan istikamah. Dan perhatian untuk masarakat dari tahun ke tahun makin meningkat.


Kontributor: Hafidz Yusuf

Editor: Syamsul Arifin 

Di Tengah Covid-19, LAZISNU di Nganjuk Maksimalkan Program ‘One Day One Dhuafa’
Sumber: NU-Online

Recommended For You

About the Author: Ahmad Fawas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *