Dinilai Tak Kompeten, 4 Ahli dari Rizieq Ditolak Termasuk Refly Harun

Rizieq-s-696x392.jpg


JPU enggan menanyakan empat ahli yang dihadirkan tim kuasa hukum Rizieq Shihab dalam kasus tampon palsu RS Ummi Bogor. Jaksa menilai keempat ahli itu tidak kompeten.

Awalnya, hakim ketua, Khadwanto, memberi kesempatan kepada jaksa penuntut untuk bertanya. Ia meminta jaksa meminta sesuatu yang baru, bukan yang diminta sebelumnya.

“Juga untuk jaksa, kalau ditanya jangan tanya lagi, jadi tidak bertele-tele tidak akan selesai nanti,” kata Khadwanto di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (19/5/2021).

Jaksa kemudian menanggapi. Jaksa mengaku enggan menanyakan alasan keempat ahli tersebut dinilai tidak kompeten.

Yang terhormat juri, ada beberapa ahli yang kita tinggalkan. Pertama, ahli Refly Harun, ahli konstitusi, mengatakan dia ahli di bidang konstitusi, jadi dia tahu perkara ini diterapkan hukum pidana, jadi kita kesampingkan saja. kesaksian ahli, “kata jaksa.

“Nah, kalau begitu ahli Refly Harun, kamu menolaknya karena menurutmu dia tidak kompeten, kan? Karena dia tidak cocok untuk bidangmu?” Khadwanto bertanya.

“Ya Majelis,” jawab jaksa.

Lebih lanjut, JPU menolak keterangan ahli hukum kesehatan, Lutfhi Hakim, ahli epidemiologi asal Tonang. Yang ketiga adalah ahli bahasa Frans Asisi.

“Kemudian kita juga kesampingkan ahli bahasa Frans Asisi karena selalu berbasis KBBI, sedangkan dalam proses ini yang diuji adalah kata-kata dan bahasa hukumnya, jadi kita yang mau kesampingkan,” ujarnya.

Selanjutnya jaksa melanjutkan interogasi. Jaksa pertama bertanya pada ahli kriminal, Muzakir.

(Warta Batavia)


Dinilai Tak Kompeten, 4 Ahli dari Rizieq Ditolak Termasuk Refly Harun

BACA JUGA :   Innalillah! Bicara Konflik Palestina, Amien Rais Tuding Ada Islamofobia Ganas di Era Jokowi

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *