Kategori
Berita

Diteriaki Gubernur, Bobby Bakal Tantang Gubsu Edy di Pilkada 2024?

Diteriaki Gubernur, Bobby Bakal Tantang Gubsu Edy di Pilkada 2024? » Warta Batavia

Wali Kota Medan Bobby Nasution dihina oleh “Gubernur” itu saat bertemu dengan mantan pedagang di Medan, Sumatera Utara (Sumatera Utara). Acara tersebut dievaluasi sebagai ujian untuk melihat respon masyarakat.

“Menurut saya wajar jika ada yang meneriaki Walikota Medan Bobby sebagai gubernur, ini bagian dari kerangka politik untuk menawarkan Bobby sebagai calon gubernur berikutnya. Ini bagian dari persidangan untuk memancing respon publik,” ujarnya. Pengamat politik USU Warjio, Kamis (20/5/2021).

Warjio mengatakan pemilihan pemerintah akan diadakan dalam tiga tahun. Namun persiapan harus dilakukan, termasuk pembentukan kerangka.

“Pilgubsu masih 3 tahun dari sekarang. Tapi perlu persiapan, termasuk semua yang membentuk kader,” kata Warjio.

Namun menurut Warjio, sebaiknya Bobby fokus membangun Kota Medan terlebih dahulu dengan berbagai kendala. Bobby dinilai belum teruji dan harus banyak mendengarkan dalam membangun Kota Medan.

“Bobby harus fokus dulu memenuhi janji politiknya membangun kota Medan yang banyak persoalannya mulai dari infrastruktur, pola pikir birokrasi, hingga pembentukan jati diri pembangunannya. Bobby belum teruji dalam hal ini. Dia belum mendengarnya. banyak tentang bagaimana membuat perubahan untuk kota Medan, “kata Warjio.

Dengan teriakan itu, otomatis Bobby harus semakin aktif menampilkan performanya di depan penonton.

Secara terpisah, akademisi ilmu politik USU, Faiz Albar Nasution, juga menyiarkan hal serupa. Dia juga menganggap teriakan itu sangat masuk akal.

“Sebenarnya wajar jika melihat Bobby sebagai harapan banyak orang. Jadi, melihat kota Medan ini pemimpinnya korup, mereka tetap tidak melakukan perubahan apa pun. Jadi orang tidak sabar menunggu perubahan itu datang. , “katanya. kata Faiz.

Faiz mengatakan, harapan masyarakat terhadap Bobby terlihat dari kisah ayah mertuanya, Presiden Jokowi. Bobby dianggap nanti.

BACA JUGA :   Cerita Eks Wamenkumham Kala SBY Perintahkan Perketat Remisi Koruptor

“Jadi harapan (masyarakat) karena Mas Bobby adalah menantu presiden. Tentu masyarakat langsung, karena secara historis ini bisa seperti Pak Jokowi dulu. Jelas Bobby melakukan beberapa perubahan ke Medan. Jadi nanti dia mau naik ke atas. di atas level gubernur atau nanti bisa … dalam konteks nasional. Jadi masyarakat sudah melihatnya secara historis, mereka berharap, “kata Faiz.

Faiz mengatakan pantas atau tidaknya hal itu akan ditentukan oleh komunitas itu sendiri. “Jadi bicara kelayakan atau tidak berarti membiarkan publik menilai,” kata Faiz.

Sebelumnya, Bobby Nasution meninjau pembangunan Pasar Aksara (Pajak) baru di Jalan Mesjid, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang. Bobby datang bersama Dirjen Permukiman Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti.

Bobby segera memasuki tempat tersebut dan mengunjungi pembangunan gedung tersebut. Lalu, dalam perjalanan pulang, Bobby dicegat oleh sejumlah warga di depan pintu gerbang gedung.

Orang-orang bersorak dan ingin bicara. Bobby, yang melihat mereka, berjalan mendekat. Bobby mendengar apa yang dikatakan warga. Warga menuntut solusi setelah pajak lama Aksara terbakar.

“Kami ini pedagang Aksara. Sudah 5 tahun terbakar,” kata para pedagang, Rabu (19/5/2021).

Para pedagang meminta Bobby menyediakan tempat baru untuk berdagang. Menurut mereka, bahkan penampungan sementara sudah tidak ada lagi.

“Kami tidak punya tempat, kami bahkan tidak punya tempat berlindung. Tolong perbaiki, Tuan. Tuan-tuan yang kami dukung untuk menang, tolong kami, Tuan,” kata pedagang itu.

Bobby menawarkan mantan pedagang pajak Aksara untuk pindah ke lokasi pasar yang sedang dibangun. Tapi para pedagang menolak tawaran Bobby.

“Jika kamu pindah ke sini, apakah kamu mau?” Kata Bobby.

“Tidak, Tuan,” jawab para pedagang.

Bobby menjelaskan, lahan pembangunan pasar yang terbakar itu bukan milik Pemerintah Kota Medan. Bobby mengaku, Pemko Medan sudah berusaha membeli lahan untuk membangun kembali pasar, namun sang pemilik lahan enggan.

BACA JUGA :   Pemerintah Membahas Penetapan Upah 2022, Naik Nggak Ya?

“Lahan tersebut belum sepenuhnya milik Pemko Medan,” kata Bobby.

Selain meminta solusi dari Bobby, ada juga warga yang meneriaki “gubernur” saat Bobby hendak pulang.

“Tuan Bobby, Gubernur!” hubungi residen. [detik.com]


Diteriaki Gubernur, Bobby Bakal Tantang Gubsu Edy di Pilkada 2024?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *