Kategori
Berita

DKI belum lakukan pengetatan meski Perkara COVID-19 meningkat

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum berencana melaksanakan pengetatan aktifitas masarakat meski Perkara positif COVID-19 meningkat dalam beberapa hari terakhir.

“Kami belum menyaksikan ke arah sana (pengetatan) dulu,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies 

Baswedan di ITC Cempaka Mas, Jakarta, Kamis.

Menurutnya, pengetatan ditunaikan tatkala kemampuan RS terbatas dan mulai full.

Untuk waktu ini, lanjut dia, belum ada lonjakan perawatan pasien COVID-19.

Baca juga: Ibu dan anak kandung Anies positif terkena COVID-19

Usaha yang ditunaikan ialah melaksanakan peningkatan kontrol terkait protokol kesehatan (prokes).

“Jadi pengetatan itu sebab rumah sakitnya punya kemampuan yang terbatas. Nah hari ini kami melihat hitungan total orang yang wajib dirawat tidak mengalami lonjakan yang signifikan,” kata Anies.

Ia menilai waktu ini keadaan COVID-19 di Jakarta masih relatif biasa dan tingkat orang yang dirawat di RS masih relatif stabil meski ada peningkatan Perkara positif.

“Perkara meningkat tapi di sisi lain tingkat yang dirawat itu masih relatif stabil yang mengkhawatirkan dari COVID-19,” katanya.

Baca juga: Ibu dan anak kandung Anies positif terkena COVID-19

Baca juga: DKI tetap tingkatkan sosialisasi prokes di lingkungan perkantoran

Berdasar data Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sampai Rabu (22/6) hitungan total Perkara aktif yang dirawat dan diisolasi bertambah 864 Perkara sehingga mencapai 6.779 Perkara.

Perkara positif bertambah mencapai 1.226 Perkara sehingga total akumulasi mencapai 1,26 juta Perkara.

Adapun hitungan total orang yang dites usap PCR dalam 1 Minggu terakhir mencapai kisaran 60 ribu orang dengan tingkat persentase positif seminggu terakhir mencapai 9,6 %.

Hitungan total orang yang dites usap PCR sesuai target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk DKI Jakarta dalam seminggu ialah 10.645 orang.

BACA JUGA :   Oddie Agam Sempat Koma Selama 3 Minggu di Hospital

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.