Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
Home / MOBIL / Draf Kendaraan Listrik Sudah Selesai, Tunggu Persetujuan Presiden

Draf Kendaraan Listrik Sudah Selesai, Tunggu Persetujuan Presiden

/
/
/
9 Views

Draf Kendaraan Listrik Sudah Selesai, Tunggu Persetujuan Presiden

Toyota Prius Berteknologi Plug-in Hybrid, Hasil Pengembangan Mobil Listrik (Foto: Carmudi)

Jakarta – seusai lama simpang siur, akhirnya draf kendaraan listrik menjumpai titik terang. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam Penjelasan persnya membeberkan bahwa pengkajian kepada draf atau rancangan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai hal kendaraan bermotor listrik, sudah selesai ditunaikan.

Beberapa hari lalu draf kendaraan listrik telah dikirim ke Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. Lalu akan diberikan ke Presiden Jokowi (Joko Widodo) untuk dimintai persetujuan.

Dari mulai pembuatan sampai masuk dalam tahap proses pengkajian draf kendaraan listrik untuk pasar Indonesia, nggak sedikit pihak yang dilibatkan.

“Dalam proses penyusunan Perpres kendaraan Listrik, diperlukan kajian, koordinasi & pembicaraan yang intensif dengan melibatkan bermacam pihak. Beberapa pihak yang dilibatkan, di antaranya dari akademisi, pelaku industri & institusi terkait untuk menyempurnakan substansinya serta menyelaraskan dengan peta jalan pengembangan industri kendaraan bermotor yang diinisiasi oleh Kemenperin,” kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, & Alat Pertahanan Kemenperin, Putu Juli Ardika di Jakarta, baru-baru ini.

Pihaknya, lanjut Putu, sengaja melibatkan banyak pihak. Sejumlah pihak dilibatkan supaya bisa berdiskusi secara mendalam & menerima bermacam masukan untuk menyempurnakan rancangan kendaraan listrik.

“Sehingga untuk mengharmonisasikan masukan-masukan yang ada, sungguh memerlukan proses pembicaraan yang cukup lama supaya memastikan bahwa arah keputusan strategi bisa ditunaikan dengan sebaik-baiknya dalam menyokong tumbuhnya industri otomotif nasional,” paparnya.

Putu menambahkan bahwa dalam proses pembicaraan di Kemenperin, melaksanakan rapat & dialog dengan semua stakeholder terkait.

Misalnya, asosiasi industri otomotif nasional yang meliputi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Gabungan Industri Alat Mobil & Motor (GIAMM), serta Perkumpulan Industri Kecil-Menengah Komponen Otomotif (PIKKO).

Kecuali itu ada juga dari institusi independen seperti Persatuan Insinyur Indonesia (PII) & Institut Otomotif Indonesia (IOI).

“Kami juga melaksanakan pembicaraan dengan para peneliti, institusi pendidikan seperti LPEM UI & ITB, serta pelaku industri lokal di antaranya GESITS, Molina, Aplikabernas & MAB,” ujar Putu.

Proses Panjang Penyusunan Draf Kendaraan Listik

Sebelum sampai ke Kemenperin, rupanya draf kendaraan listik mampir ke kementerian lainnya. Melalui Komitmen antar kementerian pada April 2018 lalu di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, pembicaraan rancangan Perpres kendaraan listrik yang sebelumnya di Kementerian Energi & Sumber Daya Mineral (ESDM) dialihkan pembahasannya ke Kemenperin.

“Sebab dalam draf Perpres masih Ada pasal-pasal khususnya yang terkait dengan Bab Soal pengembangan industri, yang kami anggap belum sejalan dengan arah & keputusan strategi industri otomotif nasional sehingga Penting diselaraskan dengan peraturan & perundangan yang mengaturnya,” ujarnya.

Mobil Listrik
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto tengah lakukan uji coba mobil listrik Mitsubishi (Foto: Kemenperin)

Kemenperin menyaksikan, industri otomotif di Indonesia masih mempertunjukkan geliat positif dalam usaha menaikkan kinerjanya di tengah intimidasi dinamika perekonomian global. Diinginkan industri otomotif di INdonesia nggak cuma sanggup memenuhi kebutuhan di pasar domestik tapi juga ekspor.

Pada 2017, industri otomotif berkontribusi untuk perekonomian nasional sebesar 10,16 %. Industri otomotif juga sanggup menyerap tenaga kerja langsung kisaran 350 ribu orang. Lalu untuk tenaga kerja nggak langsung sebanyak 1,2 juta orang. (dna)

Pemerintah Tunjuk Toyota Rancang Draft Regulasi Mobil Listrik

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This div height required for enabling the sticky sidebar