Dulu Wimbledon Dicancel Sebab Perang, Tahun Ini Imbas Covid

Dulu Wimbledon Dicancel Sebab Perang, Tahun Ini Imbas Covid

01 April 2020, 23:26 WIB

Deden Muhamad Rojani | Olahraga

TURNAMEN Wimbledon dicancel untuk ke-1 kalinya semenjak Perang Dunia II. Pembatalan turnamen lapangan hijau Grand Slam di All England Club itu Adalah dampak dari wabah virus korona ang menimbulkan kekacauan lebih detail pada kalender olahraga global.

sebelum ini, Prancis Terbuka secara kontroversial diubah jadwalnya sehingga seluruh event dicancel sampai 7 Juni.

Keputusan ini diinginkan dapat membendung penyebaran COVID-19 yang telah menginfeksi kisaran 840.000 orang semua dunia dan telah mematikan kisaran 40.000 orang.

“Hancur,” ujar Roger Federer, pengoleksi 20 gelar Grand Slam dalam media sosial miliknya.

Ketua All England Club Ian Hewitt menjelaskan keputusan itu tidak diambil dengan mudah.

“Amat membebani pikiran kami bahwa turnamen Kejuaraan tenis itu cuma terganggu sebelumnya oleh perang dunia. Tetapi, sesudah mempertimbangkan seluruh skenario dengan seksama dan luas, kami percaya bahwa ini ialah ukuran dari krisis global, yang pada akhirnya Adalah keputusan yang pas untuk membatalkan Kejuaraan tahun sekarang.” ucap Ian.

Sementara, juara bertahan Simona Halep mengungkapkan kekecewaanya atas keputusan tersebut

“Sedih sekali menguping @Wimbledon tidak akan terjadi tahun sekarang. Final tahun lalu akan selamanya jadi bagian hari paling bahagia dalam hidupku! Tetapi kita akan melalui sesuatu yang lebih besar dari tenis dan Wimbledon akan kembali,” ujarnya dalam akun Twitter pribadinya.

READ
Ditengah Pandemi Virus Corona Kapolsek Majalengka Kota Berikan Bansos Ke Penduduk

sebelum ini penyelenggara Tidak mau menggelar Grand Slam tanpa penonton dan menganggap penundaan cuma akan menciptakan problem baru. (OL-8)




Dulu Wimbledon Dicancel Sebab Perang, Tahun Ini Imbas Covid

loading...

Recommended For You

About the Author: Hendro Purwanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *