Edy Rahmayadi Disebut Gagal Sebagai Seorang Negarawan, Kekanak-kanakan

Edy Rahmayadi Disebut Gagal Sebagai Seorang Negarawan Kekanak kanakan Edy Rahmayadi Disebut Gagal Sebagai Seorang Negarawan, Kekanak-kanakan
Edy Rahmayadi Disebut Gagal Sebagai Seorang Negarawan Kekanak kanakan Edy Rahmayadi Disebut Gagal Sebagai Seorang Negarawan, Kekanak-kanakan
Gubernur Edy Rahmayadi di Medan (Ahmad Arfah / detikcom)


PDIP mengomentari sengketa yang terjadi antara Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi dan Wali Kota Medan Bobby Nasution. PDIP menyebut Edy tampak kekanak-kanakan.

Wakil Presiden DPD PDIP Sumut Aswan Jaya mengatakan perselisihan antara Edy selaku Gubernur Sumut dengan para pimpinan daerah di daerahnya bukan kali pertama terjadi. Sebelum Bobby, Edy sempat bentrok dengan Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Sengketa yang berulang kali terjadi antara Gubernur Sumut dan Kepala Daerah menunjukkan bahwa Edy Rahmayadi sebagai Gubernur Sumut gagal sebagai negarawan. Yang menonjol adalah sikap kekanak-kanakannya, ”Kata Aswan Jaya kepada wartawan, Jumat (7/5/2021).

Meluncurkan detik.com, Aswan Jaya mengatakan seorang gubernur harus menjadi teladan bagi semua pihak dan mempraktikkan komunikasi politik yang baik dengan para pemimpin daerah Sumatera Utara lainnya. Selain itu, kata Aswan, saat ini semua pihak tengah memerangi pandemi Corona.

Memang saat ini, di tengah grafik penyebaran COVID-19 yang semakin meningkat di Sumatera Utara, dibutuhkan hati dan pikiran yang bijak dari seluruh pemangku kepentingan, terutama para gubernur dan seluruh pimpinan daerah, untuk menanggung keegoisan dan kepentingan masing-masing pihak. , semua orang. Baik eksekutif, legislator dan seluruh elemen bersatu padu untuk saling berkoordinasi agar penyebaran COVID-19 bisa segera diatasi.Kata Aswan.

Aswan mengatakan, para gubernur dan kepala daerah lainnya tidak boleh memisahkan wilayahnya seolah-olah saling bersaing. Ia berharap tidak ada sikap kekanak-kanakan dari kepala daerah.

Mereka bukanlah salah satu daerah yang meratakan wilayahnya, sehingga saling bersaing untuk mengklaim bahwa mereka lebih unggul dari pemimpin daerah lainnya, ini saya sebut dengan kepala daerah bayi.Kata Aswan.

Aswan mengimbau Edy dan seluruh pimpinan daerah untuk melakukan komunikasi politik sipil. Ia khawatir perilaku pemimpin daerah akan ditiru oleh masyarakat.

BACA JUGA :   UUD 1945, Konstitusi yang Memuat Ketuhanan Terbanyak di Dunia

Jika Gubernur Sumut terus berjuang dengan mengucapkan kata-kata yang tidak sopan, maka bagaimana seharusnya masyarakat bersikap dan berkomunikasi, karena cara bertutur dan bertingkah laku kepala daerah menjadi teladan bagi masyarakat.Kata Aswan.

Perseteruan Bobby dengan Gubernur Edy bermula saat Bobby memprotes bahwa pihaknya menilai Pemprov Sumut tidak melibatkan Pemkot Medan dalam membicarakan posisi isolasi WNI di Medan. Lokasi karantina ini tersebar di lima hotel dan beberapa kantor milik Pemprov Sumut di Medan.

Karantina ini dilakukan di Medan. Padahal, untuk orang asing (WNA) di Deli Serdang dekat bandara, di Medan ada beberapa hotel dan beberapa kantor dinas, misalkan milik provinsi, bukan kota Medan. Karena ini wilayah provinsi, kami minta agar Kota Medan mendapat informasi lebih lanjut, ”Kata Bobby kepada wartawan, Rabu (5/5).

(Warta Batavia)


Edy Rahmayadi Disebut Gagal Sebagai Seorang Negarawan, Kekanak-kanakan

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *