Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
Home / BERITA INDONESIA / Fahri Minta Prabowo Bersuara, Pelaku Politik PDIP: Kebenaran Ada di Pengadilan

Fahri Minta Prabowo Bersuara, Pelaku Politik PDIP: Kebenaran Ada di Pengadilan

/
/
/
6 Views

Fahri Minta Prabowo Bersuara, Pelaku Politik PDIP: Kebenaran Ada di Pengadilan

loading…

JAKARTA – Keinginan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah agar Prabowo Subianto membeberkan Perkara penculikan aktivis 1998 ditanggapi bermacam oleh bermacam pihak.

Pelaku Politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Eva Kusuma Sundari berpendapat sebaiknya mempergunakan jalur hukum atau pengadilan kalau ingin membuka Perkara tersebut.

“Di negara hukum, kebenaran ada di pengadilan sebab ada janji dan ada proses membela diri kepada tuntutan,” kata Eva ke SINDOnews, Rabu (12/6/2019). (Baca juga: Fahri Hamzah: Telah Cukup 21 Tahun Diam, Prabowo Mesti Buka Semuanya)

Eva menilai legitimasi di luar pengadilan tidak akan mempunyai pengaruh apa pun. Kecuali kalau adanya persidangan Soal Perkara tersebut atas permintaan Prabowo.

Dia kuatir pernyataan sepihak Prabowo malah akan menimbulkan kegaduhan baru di tengah masarakat.

“Atau sungguh sengaja untuk distract attention (mengalihkan perhatian) dari sidang Mahkamah Konstitusi atau dari hiruk pikuk (kasus-red) BLBI?” ujar Eva.
sebelum ini, Fahri Hamzah mengungkapkan keinginannya agar Prabowo membuka seluruh soal Perkara penculikan aktivis 1998. Apalagi, media waktu ini yang kembali mengangkat cerita Tim Mawar dari Kopassus yang dikaitkan dengan kejadian tersebut.

“Jikalau saya jadi Pak Prabowo, ini waktunya bicara. Telah cukup 21 tahun diam soal-soal yang dituduhkan kepadanya. Undang media, buka seluruh kejadian di masa lalu. Agar publik memperoleh pencerahan dari prinsip liput ke-2 sisi (cover both side). Ini PR Pak prabowo,” kata Fahri melalui akun Twitternya, @Fahrihamzah, Selasa (11/6/2019).

Menurut Fahri, cerita Tim Mawar yang kembali diangkat oleh media menjelang sidang sengketa pemilihan presiden di Mahkamah Konstitusi (MK) membikin publik tidak dapat membaca seluruh sisi dari Prabowo.

Tidak cuma ke Prabowo, Fahri juga meminta orang dekat Prabowo yang dinilai selaku korban penculikan seperti Andi Arief, Pius Lustrilanang, Desmond J Mahesa juga mengungkap pengalamannya.

(dam)

SindoNews by Abrori

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This div height required for enabling the sticky sidebar