Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
Home / BERITA DUNIA / FBI Desak Kampus AS Mata-matai Maha siswa Asal China

FBI Desak Kampus AS Mata-matai Maha siswa Asal China

/
/
/
4 Views

FBI Desak Kampus AS Mata-matai Maha siswa Asal China

loading…

WASHINGTON – Badan investigasi Amerika Serikat (AS), FBI, mendesak kampus-kampus di negara itu untuk membantu agennya memata-matai maha siswa dan cendekiawan asal China dari lembaga pemeriksaan Negeri Tirai Bambu itu. Perhatian spesial diberikan untuk mereka yang bekerja di bidang bidang teknologi, sains, matematika, teknik, dan apa pun yang terkait dengan pertahanan.

Kampus-kampus itu dimunta untuk memberikan kontrol kepada kisaran 340 ribu maha siswa China yang kuliah di AS pada tahun lalu saat ketegangan antara ke-2 negara terus meningkat.

Pejabat FBI sudah melaksanakan patroli setidaknya kepada 10 universitas besar pada tahun lalu. Mereka mengingatkan pihak kamnpus bahwa maha siswa dan cendekiawan yang terkait dengan entitas mana pun dalam daftar agen perusahaan dan lembaga pemeriksaan China yang dicurigai mesti dipantau.

Hal itu diungkapkan 3 administrator dari 3 kampus.

“Ini bukan problem cuma mencari perilaku yang mencurigakan – itu sesungguhnya sungguh-sungguh menargetkan negara-negara tertentu dan orang-orang dari negara-negara itu,” kata Cawapres Riset Universitas Indiana Fred Cate untuk NPR yang dinukil Russia Today, Sabtu (29/6/2019).

Ia menambahkan bahwa agen-agen tersebut khususnya tertarik untuk di mana laboratorium maha siswa China itu bekerja dan info apa yang mereka ketahui. Secara spesial, mereka diminta untuk menyaksikan pemeriksaan yang mungkin mempunyai aplikasi pertahanan.

Intrusi pemerintah menyebar ke aula akademi yang membikin banyak pihak kampus ragu-ragu, apakah maha siswa asal China sungguh sebuah ancaman atau rekomendasi FBI yang tidak spesifik dan sulit untuk diterapkan.

“Tetapi banyak dari mereka menerima uang pemeriksaan dari pemerintah AS dan tidak punya pilihan,” seorang peserta dalam briefing intelijen pada Maret dari 70 administrator perguruan tinggi American Council on Education menjelaskan untuk NPR.

Admin diberitahu untuk menghindari mengambil uang dari Huawei dan perusahaan China lainnya dan untuk menaikkan kontrol mereka kepada para peneliti China. Massachusetts Institute of Technology dan Stanford University ialah di antara kampus-kampus yang sudah mengambil keputusan kolaborasi pemeriksaan dengan Huawei.

Menurut Bloomberg, National Institutes of Health (NIH), penyandang biaya publik terbesar dari pemeriksaan biomedis di dunia, sudah menindak keras para sarjana tamu asal China dalam beberapa bulan terakhir. Pihak kampus melaksanakan sebuah penyelidikan kepada ilmuwan China-AS terkemuka yang dikawal ke luar Universitas dari Pusat Kanker MD Anderson Texas terkait problem teknis yang pernah diabaikan selaku prosedur operasi standar untuk kolaborasi ilmiah. Akan tetapi apa yang sebelumnya berbagi pekerjaan tidak bukan sebuah problem sekarang berkemungkinan memata-matai.

“Ancaman kepada integritas pemeriksaan biomedis AS sungguh-sungguh ada,” direktur NIH Francis Collins mengingatkan lebih dari 10.000 lembaga pemeriksaan dalam memo samar yang dikirim pada Agustus.

“Entitas asing sudah memasang program sistematis untuk mempengaruhi para peneliti NIH dan peer reviewer dan mengambil keuntungan dari tradisi panjang kepercayaan, keadilan, dan kelebihan aktifitas pemeriksaan yang Disokong NIH,” katanya lagi.

Collins menganjurkan lembaga itu menjadwalkan perjumpaan mereka sendiri dengan FBI untuk belajar yang teranyar mengenai hal ancaman China.

Hal ini membikin kampus-kampus lain jadi lebih teliti waktu menerima hibah federal untuk proyek-proyek pemeriksaan yang akhirnya dapat meliputi para sarjana asal China, kuatir menjalankan sesuatu yang bertentangan dengan peraturan pemerintah yang makin ketat.

Huawei ialah satu-satunya entitas yang sudah diperingatkan FBI untuk kampus-kampus sebab waktu ini sudah masuk dalam daftar hitam. Ini artinya pihak kampus mesti menyisir catatan secara manual untuk menemukan individu yang mungkin terlibat dengan yang lain, sebab tidak ada perangkat lunak yang ada untuk secara otomatis mengecualikan atau mendiskualifikasi mereka.

Tetapi beberapa kampus sudah Tidak mau apa yang mereka lihat bahwa pemerintah sudah melampaui batas.

Presiden Universitas Yale, Peter Salovey, bersikeras bahwa FBI FBI mengklarifikasi keprihatinan yang mereka miliki mengenai hal pertukaran akademik internasional. Ia mendesak rekan-rekannya di Asosiasi Universitas Amerika untuk mempergunakan alat-alat yang telah ada, seperti kontrol ekspor, seraya mengatakan dengan tegas prinsip pertukaran akademik terbuka untuk pemeriksaan dasar.

(ian)

Source by Agus

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This div height required for enabling the sticky sidebar