Gereja Ortodoks Rusia Ingin Akhiri Pemberkatan Rudal Nuklir

Breaking News 67

Gereja Ortodoks Rusia Ingin Akhiri Pemberkatan Rudal Nuklir

loading…

MOSKOW – Gereja Ortodoks Rusia tengah memperdebatkan planning untuk mengakhiri praktik memberkati senjata pemusnah massal (WMD), termasuk rudal nuklir. Para imam gereja selama ini mempertahankan tradisi lama, ialah memberkati para prajurit dan senjata menakutkan Moskow.

Tetapi, tradisi lama itu kemungkinan akan berubah sesudah beberapa imam merasa bahwa rudal balistik antarbenua (ICBM) berhulu ledak nuklir termasuk dalam kategori yang tak sama dari senjata api individu prajurit.

Angkatan bersenjata dan Gereja Ortodoks Rusia sudah lama menikmati hubungan dekat. Otoritas Gereja Ortodoks selama ini menganggap konflik angkatan bersenjata negara tersebut selaku bentuk Perang salib.

Inisiatif baru untuk berhenti memberkati senjata nuklir ditentang di antara para imam gereja pro-militer Kremlin.

Pendeta Ortodoks Rusia Vsevolod Chaplin sudah menyebut WMD selaku “malaikat penjaga”. “Cuma senjata nuklir yang menjaga Rusia dari perbudakan oleh Barat,” kata Chaplin yang dilansir Religion News Service (RNS).

Seorang pendeta bernama Dmitry Tsorionov memilih berpisah dari aspek yang lebih anggota milisi dari Gereja Ortodoks sesudah menyaksikan orang-orang rela melakukan registrasi untuk perang untuk Rusia di bawah panji-panji Kristus.

Dia sekarang ingin menyaksikan sikap baru di antara para pendeta. “Tidak jarang menyaksikan bagaimana pejabat gereja secara terbuka menggoda ide-ide beracun ini. Baru pada waktu itulah saya akhirnya menyadari apa yang jadi berkat dari perangkat keras angkatan bersenjata,” ucap Tsorinov, seperti dilansir Express.co.uk, Jumat (12/7/2019).

Uskup Savva Tutunov dari Patriarkat Moskow menjelaskan bahwa akan lebih pas untuk memberkati cuma prajurit yang membela negara dan senjata pribadi mereka sendiri daripada bom.

“Seseorang dapat berbicara soal berkat dari seorang prajurit yang bertugas angkatan bersenjata untuk membela tanah air,” kata Tutunov.

“Pada akhir ritual yang sesuai, senjata pribadi juga diberkati, tepatnya sebab terhubung dengan orang yang menerima berkat tersebut,” paparnya.

“Dengan argumentasi yang sama, senjata pemusnah massal tidak wajib disucikan,” imbuh dia.

Usulan untuk mengakhiri pemberkatan kepada senjata pemusnah massal belum disetujui oleh Patriarkh Kirill dari Moskow, kepala Gereja Ortodoks Rusia.

Sistem senjata, termasuk rudal balistik antarbenua kelas Topol, sering diberkati oleh member imam Ortodoks Rusia selama parade angkatan bersenjata dan acara lainnya.

Pemberkatan ini dipandang selaku cara menjaga negara secara spiritual. Pada tahun 2007, senjata nuklir Rusia ditahbiskan dalam servis di Katedral Kristus Sang Juru Selamat di Moskow.

Larangan itu akan Adalah Pergantian sinyal dalam keputusan strategi legal gereja Soal arsenal nuklir Rusia. Walaupun Gereja Ortodoks global mengutuk senjata pemusnah massal, Patriarkh Kirill memuji kesanggupan nuklir Rusia sebabagai pencegah Perang Dunia III dan memastikan kedaulatan negara Rusia.

Gereja Ortodoks Rusia juga menguduskan arsenal nuklir negara itu selama kebaktian di Katedral Christ the Savior di Moskow pada 2007.

Gudang senjata nuklir Rusia juga mempunyai santo pelindungnya sendiri, Saint Seraphim, yang jasadnya ditemukan pada tahun 1991 di sebuah biara yang tidak dipakai di Sarov, sebuah kota kecil di Rusia tengah yang Adalah rumah bagi beberapa Sarana nuklir Inti di era Soviet.

(mas)

Source by Agus

You might like

About the Author: Agus Mulyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *