Gus Nadir Ingatkan Postensi Problem Waktu Alumni ISIS Kembali ke Tanah Air

Nadirsyah Hosen. Foto: Istimewa.

Islam Nusantara – The Islah Centre, organisasi yang konsen dalam problem terorisme, Maret 2019 lalu, menguraikan beberapa hal terkait konsekuensi kehancuran ISIS waktu pertahanan terakhir kekhilafahan ala kubu radikal yang dipimpin oleh Abu Bakar al-Baghdadi terebut mulai melemah. Salah satunya, terkait Foreign Terrorist Fighters (FTF) atau orang asing yang melaksanakan aksi termasuk yang Hadir dari Indonesia.

Baca juga: Halusinasi HTI dalam Ketidakbakuan Sistem Khilafah Menganut Demokrasi

Direktur The Islah Centre Mujahidin Nur waktu itu mengungkapkan bahwa kehancuran ISIS akan meninggalkan banyak problem besar bagi dunia khususnya dunia Islam. alasannya, sejumlah 110 negara di dunia masyarakatnya terlibat jadi member dari kubu teror ISIS termasuk dari Indonesia.

Dilansir dari Merdeka.com, Wakapolri Komjen Syafruddin dalam pernyataanya pada 5 Februari 2018 lalu memperkirakan, sekurangnya ada 300 FTF yang akan kembali ke Indonesia. Menurut Mujahidin, nyaris seluruh negara-negara di dunia termasuk Indonesia kebingungan bagaimana memperlakukan masyarakat mereka yang telah berkoalisi bareng ISIS.

Baca Artikel Lainnya:  Hukum Memotong Qurban, Wajib atau Sunnah?

Waktu ini, benteng pertahanan ISIS di Suriah sudah hancur. Kehancuran ISIS memberikan kepastian bahwa FTF khususnya dari Indonesia akan kembali ke tanah air mereka. Di sini, pemerintah Indonesia mempunyai tantangan besar dengan membikin program yang gamblang untuk memberikan pembinaan.

Baca juga: Bagaimana Cara Berhadapan dengan Maaher Thuwailibi? Ini Penjelasan Gus Nadir

Rois Syuriah PCI NU Australia-New Zealand Nadirsyah Hosen Memperingatkan kembali Perkara serupa yang pernah terjadi di tanah air. Yaitu meledaknya bom Balo oleh Amrozi dan kawan-kawan selaku alumni perang Afganistan yang kembali ke tanah air.

“Dulu alumni perang afghanistan balik ke tanah air, buat problem dan meledaklah bom bali. Gimana dg ratusan alumni ISIS yang sekarang mau balik ke tanah air?,” ucap Gus Nadir, sapaan akrabnya, melalui akun Twitternya, Selasa (19/06/2019).

Terkait kepulangan alumni ISIS, kata Gus Nadir, pemerintah wajib mempunya program yang gamblang untuk membina mereka. Gus Nadir Memperingatkan, jangan sampai berkoalisi dengan alumni HTI yang bersikeras ingin mendirikan khilafah di Indonesia.

Baca Artikel Lainnya:  GP Ansor Tantang Ustadz Hanan Attaki Dialog Masalah Islam

“Jika pemerintah gak punya program yang gamblang untuk membina mereka, maka dapat jadi mereka akan gabung dengan alumni HTI nantinya,” gamblang Gus Nadir. [Islam Nusantara/pin]

Source by Ahmad Zainuddin

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close