Hadapi Normal Baru, KOPRI Dorong Kader Tetap Lakukan Tugas Sosial

Hadapi Normal Baru, KOPRI Dorong Kader Tetap Lakukan Tugas Sosial

Hadapi Normal Baru, KOPRI Dorong Kader Tetap Lakukan Tugas Sosial

Jakarta, Warta Batavia

Berhadapan dengan keputusan strategi normal baru (new normal) yang telah berjalan di nyaris semua wilayah Indonesia, Pengurus Besar Korps Pergerakan Maha siswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) memotivasi kader wanita PMII tetap melaksanakan tugas sosial di masarakat. Hal itu dapat dikerjakan mahasiswi PMII dengan cara mengajak masarakat beradaptasi dengan keadaan pandemi. 


Ketua PB KOPRI, Septi Rahmawati menceritakan, wanita PMII tidak boleh merasa lelah meski situasi sungguh tidak amat menyokong. menurutnya, banyak cara agar aktivitas penggalian ilmu pengetahuan dan tugas sosial tetap dapat Dilakukan. 


Era digital seperti waktu ini, lanjutnya, apa pun dapat dibuat mudah tergantung kemauan mahasiswinya. Misalnya terkait budaya literasi, wanita PMII di daerah dapat tetap berdiskusi melalui ruang-ruang virtual. Hal itu kata dia tetap akan menghasilkan sesuatu yang berguna kalau dikerjakan secara berulang-ulang dan fokus. 


“Jangan pernah merasa lelah walaupun suasananya tak sama dari biasanya. Jangan merasa sedih meski kita tidak dapat berdiskusi langsung. Mari tetap antusias melaksanakan gerakan dialog,” kata Septi Rahmawati waktu Silaturahim Nasional Kopri Lintas Generasi, Sabtu (20/6) lalu. 


Menurut wanita asal Lampung ini, ada 2 tugas yang mesti senantiasa diingat oleh kader wanita PMII. Ke-1 memperkuat intelektualitas, ke-2, memperkuat kerja-kerja sosial ke masarakat. 


“Mari kita tetap lanjutkan aktivitas kita di kampus selaku maha siswa, intelektual mudanya Nahdlatul Ulama dan tetap melakukan tugas kita yang mempunyai tugas sosial di masarakat,” katanya. 


Pernyataan Ketua PB KOPRI di atas selaku respons berubahnya peradaban masarakat dunia akibat Covid-19. Pandemi Covid-19 tersebut terbukti sanggup merubah tatanan masarakat dunia. 

BACA JUGA :   Penangguhan Tak Dikabulkan, Rizieq Shihab Rayakan Idul Fitri di Rutan Bareskrim Polri


Agar tidak terjadi penularan secara meluas, masarakat diimbau bahkan dipaksa untuk tinggal di rumah. Sekolah, bekerja bahkan beribadah dianjurkan untuk dikerjakan di rumah saja. 


Nyaris seluruh negara termasuk Indonesia meminta warganya untuk tidak beraktivitas di luar rumah kalau tidak ada kepentingan yang mendesak. Terkecuali, sungguh bagi mereka yang mesti keluar dan kegiatannya tidak dapat dikerjakan dari rumah.


Pewarta: Abdul Rahman Ahdori

Editor: Abdullah Alawi

 

Hadapi Normal Baru, KOPRI Dorong Kader Tetap Lakukan Tugas Sosial
Sumber: NU-Online

Recommended For You

About the Author: Ahmad Fawas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *