Harga Mobil Perdesaan AMMDes Rp 70 Juta

Harga Mobil Perdesaan AMMDes Rp 70 Juta

TANGERANG – Harga mobil perdesaan, yang disebut juga selaku Alat Mekanis Multiguna Perdesaan (AMMDes), akhirnya dipastikan. Kendaraan ini juga punya 10 varian dan jumlahnya tetap dikembang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi di desa-desa.

Reiza Treistanto, Presiden Direktur PT. Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI), menerangkan bahwa bandero AMMDes ialah Rp 70 juta off-the-road. Ini lebih besar dari perkiraan yang pernah diberitahukan pada kuartal ke-1 tahun lalu yaitu Rp 60 juta-an.

“Waktu itu kami menghitung kurs dollar AS masih kisaran Rp 13 ribu-an/dollar AS. Waktu ini telah Rp 14 ribu, sehingga diperlukan banyak penyelarasan. Tetapi kami menginginkan dengan volume penjualan kami yang nantinya makin besar, (efisiensi) ongkos produksi dapat ditingkatkan,” tandas dia di dalam AMMDes Summit 2019 pada Senin (15/4/2019) di Indonesia Convention Exhibition, Serpong, Tangerang.

Banderol Rp 70 juta ialah basic unit. Harga finalnya tergantung pengaplikasinya.

“Paling murah untuk pompa irigasi. Mungkin tambah kisaran Rp 4 juta. Paling mahal itu penjernih air. Ada yang 1 set dapat Rp 40 juta dan ada yang Rp 120 juta,” pungkasnya.

Sekadar Memperingatkan, wacana mobil perdesaan telah digaungkan semenjak 2016 oleh Kementerian Perindustrian serta Institut Otomotif Indonesia. Lalu, pada Maret 2018, diumumkanlah pembentukan perusahaan patungan antara yaitu PT. Kiat Terobosan Indonesia dengan 2 anak perusahaan PT. Astra Otoparts.

Mereka membentuk KMWI untuk mengurus produksi mobil bermerek ‘KMW’ ini. Adapun penjualan ditangani oleh PT. Kreasi Mandiri Wintor Distributor (KMWD).

Peluncuran AMMDes telah dilaksanakan Agustus 2018. Perakitan, menurut Reiza, akhirnya dilaksanakan di Citeureup, Bogor, Jawa Barat dengan kemampuan terpasang sementara ini 3.000 unit per tahun dengan tingkat komponen lokal 73 % mulai Maret kemarin. Bulan lalu, utilisasi produksi baru 5 unit per hari.

Rio Sanggau, Presiden Direktur KMWD, menerangkan bahwa penjualan AMMDes dilaksanakan ke 2 pihak yaitu institusi-institusi pemerintah plus pihak perorangan/lembaga swasta. Distribusi ke lembaga negara telah dilaksanakan dalam hitungan total kecil di antaranya untuk membantu korban bencana alam di Donggala dan Palu, sedangkan untuk penjualan ke pihak non-pemerintah masih didiskusikan dengan KMWI.

Harjanto, Direktur Jendral Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika menjelaskan bahwa mobil perdesaan yang dipakai di Donggala dan Palu ialah varian untuk penjernih air. Ada 5 unit yang dipakai.

10 Varian
Sampai sekarang, telah ada 10 varian mobil perdesaan untuk 10 aplikasi. Kecuali untuk produksi air bersih, ada juga untuk generator, pengupas kopi, perontok jagung, pompa irigasi, perontok padi, pemoles beras pengupas padi, pembuat ice flake, dan feeder ambulance.

“Pengaplikasiannya akan terus kami kembangkan terus sesuai kebutuhan perdesaan. Ini sebab di sana amat unik sekali, kebutuhan desa A dengan desa B dapat amat tak sama,” tandas Reiza. [Xan/Ari]

You might like

About the Author: Agus Mulyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *