Kategori
Berita

Hukum Ahli Waris dan Wali Mendonorkan Organ Tubuh Mayat

loading…

Seseorang sebelum meninggal boleh berwasiat untuk mendonorkan sebagian organ tubuhnya. Cuma saja, kalau ia (si mayat) tidak berwasiat sebelumnya, bolehkah bagi ahli waris dan walinya mendonorkan sebagian organ tubuh si mayat?

Sebagian ulama berpendapat bahwa tubuh si mayit ialah milik si mayit itu sendiri, sehingga wali atau ahli warisnya tidak diizinkan mempergunakan atau mendonorkannya. Cuma saja, Syaikh Yusuf al-Qardhawi dalam bukunya berjudul “Fatwa-Fatwa Kontemporer” menerangkan sejatinya seseorang apabila sudah meninggal dunia maka dia tidak dinilai patut mempunyai sesuatu.

Sebagaimana kepemilikan hartanya yang juga berpindah ke ahli warisnya, kata al-Qardhawi, maka mungkin dapat dikatakan bahwa tubuh si mayit jadi hak wali atau ahli warisnya.

Baca juga: Boleh Mendonorkan Organ Tubuh ke Non-Muslim, tapi Tidak Boleh ke Kafir Harbi

Di samping itu, Pembuat Syariat sudah memberikan hak ke wali untuk menuntut hukum qishash atau memaafkan si pembunuh tatkala terjadi tindakan mematikan dengan sengaja, sebagaimana difirmankan oleh Allah:

“… Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami sudah memberi kekuasaan ke ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam menghabisi. Sesungguhnya ia ialah orang yang memperoleh pertolongan.” ( QS al-Isra’ : 33)

Sebagaimana halnya ahli waris mempunyai hak melaksanakan hukum qishash, menurut al-Qardhawi, kalau mereka menghendaki, atau melaksanakan perdamaian dengan menuntut pembayaran diat, sedikit atau banyak. Atau memaafkannya secara mutlak sebab Allah, pemaafan yang bersifat menyeluruh atau sebagian, seperti yang disinyalir oleh Allah dalam firmanNya:

“… Maka barangsiapa yang memperoleh suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) ikut dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diat) ke yang memben maaf dengan cara yang baik (pula) …” ( QS al-Baqarah : 178)

BACA JUGA :   Siapkan Bus untuk Mudik Lebaran Maha siswa, Irjen Pol M Iqbal Diapresiasi Hima Persis Riau

Yusuf al-Qardhawi meneruskan, maka tidak menutup kemungkinan bahwa mereka mempunyai hak mempergunakan sebagian organ tubuhnya, yang sekiranya dapat memberi manfaat ke orang lain dan tidak memberi mudarat ke si mayit.

Bahkan, katanya lagi, mungkin dia memperoleh pahala darinya, sesuai kadar manfaat yang diperoleh orang sakit yang membutuhkannya walaupun si mayit tidak berniat, sebagaimana seseorang yang hidup itu memperoleh pahala sebab tanamannya dimakan oleh orang lain, burung, atau hewan lain, atau sebab ditimpa musibah, kesedihan, atau terkena gangguan, sampai terkena duri sekalipun.

Sindo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.