kabah
Kabah

Ijazah Doa Sowan Ka’bah: Allahumma Bedundak-Bedunduk

Diposting pada 31 views

Ini True Story seorang temen. Waktu ke-1 kali ke tanah suci, ia berjumpa gurunya di depan Ka’bah. Beliau ialah pengasuh pondok pesantren sekaligus pembimbing KBIH yang tiap-tiap tahun dapat berangkat haji dan umroh.

“Kyai, mohon saya didoakan dapat seperti panjenengan,” pintanya pada guru seraya duduk-duduk santai.

“Apanya yang seperti saya? Pengen punya perut gendut begini? Heheheh,” Gurunya balik menanyakan sembari bercanda.

“Hehehe, boten Kyai. Maksud saya didoakan supaya dapat bolak-balik berangkat haji atau umroh tiap-tiap tahun,” jawabnya.

Sang Guru kemudian menarik tangan muridnya dan mengajaknya mendekat ke Multazam. “Aminkan doa saya ya. Sing temenan loh,” begitu instruksinya. Si murid cuma mengangguk. Maka terdengarlah: “Allahumma bedundak-bedunduk. Allhumma bedundak-bedunduk. Allahumma bedundak-bedunduk (dilanjut doa berbahasa Arab).”

Waktu menguping doa itu, batin temen saya mengalami dilema. Antara menahan tawa dan berusaha mengaminkan doa dengan khusuk. “Masak doa kok Allahumma bedundak-bedunduk,” kira-kira begitu kata hatinya.

Kelihatannya guru merasakan itu. “Kan telah saya bilang sing temenan. Kok malah guya-guyu. Mbuh loh ya jikalau tidak terkabul,” nasihat gurunya tatkala kembali duduk di tempat awalnya. “Ampun Kyai, ngapunten.” 

“seusai thawaf wada’ biasanya orang baca doa yang di antara bunyinya ialah:


وَارْزُقْنِىَ العَوْدَ ثُمَّ العَوْدَ مَرَّاتٍ بَعْدَ مَرَّاتٍ

Intinya artinya meminta untuk Allah untuk mengulanginya beberapa kali. Lah yang begitu itu kan bahasa Jawa-nya bedundak-bedunduk. Allah itu Maha Mengetahui. Orang boleh berdoa pakai bahasa apa saja. Yang penting khusuk dan untuk kebaikan. Ngono loh.”

Walhasil, setelah pulang dari Tanah Suci temen saya itu resign selaku karyawan dan mulai merintis travel sendiri. Tentu dengan ikhtiar dan doa yang luar biasa. Telah 4 tahun berlalu dan ia sukses mewujudkan keinginannya bedundak-bedunduk ke Makkah-Madinah. Alhamdulillah.


——-
Penjelasan: Foto cuma pemanis. Kejadian bareng Enny Hidayati (istri penulis-red) pada Desember 2014 yang semoga terulang di 2019. Termasuk bagi Anda semua yang telah membaca. اللهم امين

(Penulis: A Afif Amrullah, Ketua KPID Jawa Timur)

ARTIKEL LAINNYA :
Menjauhi Sifat Riya’

Ijazah Doa Sowan Ka’bah: Allahumma Bedundak-Bedunduk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *