Imam Besar Istiqlal: Jangan Menyalahkan Orang Lain

Breaking News 6

Imam Besar Istiqlal: Jangan Menyalahkan Orang Lain

Kebanyakan warga Indonesia meyakini bahwa agama ialah sumber kebajikan dan pedoman hidup bagi ummat manusia. Islam selaku agama terbesar yang dianut oleh warga Indonesia datang selaku agama yang mengedepankan akhlakul karimah, kebajikan, dan keindahan. Sebab itu, saban ummat Islam hendaknya menampilkan agama Islam sesuai makna kata Islam itu sendiri, ialah keamanan bagi orang lain. Bila ada dakwah mengatasnamakan Islam, akan tetapi dalam waktu yang sama kerapkali menebarkan ketakutan, maka hal itu sesungguhnya bukanlah cara-cara dakwah sesuai ajaran Islam.

Menurut Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof Dr KH Nasaruddin Umar, Islam ialah yang menyuruh umatnya untuk selalu menebarkan kebajikan dan kearifan. Bila ada sekelompok mengatasnamakan Islam, akan tetapi menyalahkan keyakinan orang atau kubu lain, maka kubu tersebut tidaklah mendakwahkan ajaran Islam.

“Jikalau masih ada di antara kita atau diri kita sendiri kerjanya marah, tidak suka, bahkan mem-bid’ah–kan apalagi mengkafir-kafirkan orang lain seakan-akan yang lain tidak Islam kecuali dirinya, itu tanda bahwa belum muncul tanda-tanda kearifan,” katanya dalam ceramahnya di akun @nasaruddin_umar (29/8).

Laki-laki yang juga mengajar di UIN Jakarta ini, menambahkan bahwa saban orang tidak berhak menjustifikasi orang atau kelompk lain, sebab yang berhak menjatuhkan hukuman apakah orang itu baik atau negatif, benar atau salah dan sebagainya, apalagi yang mejamin masuk syurga, cuma Allah Swt. Sebab itu, ia meminta ummat tidak mudah memberi label kepada orang lain. “Kita cuma menghukum apa yang tampak, Allah-lah yang mengurus hatinya orang, isi hatinya itu apa, cuma Dia yang tahu,” pungkasnya.

Imam Besar Istiqlal: Jangan Menyalahkan Orang Lain

Imam Besar Istiqlal: Jangan Menyalahkan Orang Lain

You might like

About the Author: Ahmad Fawas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *