Ingin Merdeka dari RI, Separatis Papua Malah Diberi Penghargaan Oxford

Ingin Merdeka dari RI, Separatis Papua Malah Diberi Penghargaan Oxford

loading…

OXFORD – Dewan Kota Oxford, Inggris, memberikan penghargaan ke pemimpin United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Benny Wenda. Upayanya untuk memerdekakan Papua Barat sudah menjengkelkan bagi pemerintah Indonesia, tapi malah diapresiasi pemerintah kota di Inggris tempatnya menyelamatkan diri.

Kerajaan Inggris memberikan suaka politik ke pentolan separatis Papua Barat tersebut pada tahun 2002. Semenjak itu, Benny Wenda tinggal di Oxford bareng keluarganya dan menjadikan kota itu selaku markas besar kampanyenya untuk memerdekakan Papua Barat.

Dewan Kota Oxford memberikan penghargaan Honorary Freedom kepadanya. Itu Adalah penghargaan tertinggi yang biasa diberikan Kota Oxford dan Adalah bagian tradisi tertua yang masih dijalankan.

Honorary Freedom cuma status kehormatan saja, tanpa hak lain selain untuk ikut hadir perjumpaan dewan formal, seperti Dewan Tahunan dan acara-acara seremonial lain.

Dalam siaran pers, Pemimpin Dewan Kota Oxford, Susan Brown, menerangkan argumentasi pemberian penghargaan tersebut.”Semenjak Benny Wenda menjadikan Oxford rumah dan markasnya untuk berkampanye bagi rakyat Papua Barat, warga Oxford dan Dewan Kota sudah mengambil alasannya sendiri,” katanya.

Baca Artikel Lainnya:  2 Kapal Perang AS Dekati Pulau Sengketa Laut China Selatan

“Kami amat suka memberikan kehormatan ini ke seorang penduduk Oxford yang sudah berkampanye tanpa kenal lelah atas nama rakyatnya,” ujarnya, seperti dilansir Asia Pacific Report, Senin (15/7/2019).

Benny Wenda berterima kasih ke Dewan Kota Oxford dan warga Oxford atas penghargaan tersebut.

“Waktu saya menyelamatkan diri dari sel Indonesia di Papua Barat pada tahun 2002, Oxford ialah bagian tempat ke-1 di dunia yang menyambut saya dan Famili saya,” katanya.

“Saya diberi suaka di Inggris dan menjadikan Oxford rumah saya. Oxford ialah bagian yang ke-1 kali menguping himbauan rakyat Papua atas keadilan, hak asasi manusia dan penentuan nasib sendiri dan penghargaan ini memperlihatkan bahwa orang-orang Oxford mendengarkan dan merespons,” ujarnya.

“Orang-orang Papua Barat tahu bahwa perjuangan kami bukan cuma problem bagi orang Papua Barat sekarang, tetapi sudah jadi problem yang sudah menyentuh hati ribuan orang di semua dunia. Perjalanan saya membawa saya ke sini dari hutan Papua Barat dan bagian dalam sel sel Indonesia,” paparnya.

Baca Artikel Lainnya:  Turki Tegaskan Tidak akan Tunduk pada Sanksi AS Terkait S-400

“Tetapi sampai kita dapat kembali ke Papua Barat yang merdeka, saya dan Famili saya tidak sungguh-sungguh bebas. Saya berterima kasih ke orang-orang Oxford atas seluruh dukungan mereka tatkala kami bekerja untuk menuntaskan perjalanan pulang kami yang panjang.”

Menurut siaran pers, Benny Wenda menetap di kota itu sesudah membaca buku “Poisoned Arrows” karya George Monbiot, seorang warga Oxford yang ke-1 kali mengungkap cerita orang-orang suku di Papua Barat. Penulis itu menggambarkan kampanye transmigrasi pemerintah Indonesia untuk Menyuruh pergi penduduk Papua Barat dari tanah leluhur mereka.

Benny Wenda selama ini bertindak selaku perwakilan spesial kubu separatis Papua Barat di Parlemen Inggris, PBB dan Parlemen Eropa. Pada tahun 2017 dia diangkat selaku pemimpin United Liberation Movement for West Papua (Serikat Gerakan Pembebasan untuk Papua Barat (ULMWP). Kubu itu Adalah organisasi politik yang ingin memerdekakan Papua Barat dari Indonesia.

(mas)

Source by Agus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *