kiai mujab ok
kiai mujab ok

Ini Cara Kyai Cholil Bisri Mengukur Karomah Kyai Mudjab Mahalli

Diposting pada 39 views

Ini Cara Kyai Cholil Bisri Mengukur Karomah Kyai Mudjab Mahalli

Menyambut Haul ke-16 KH. A. Mudjab Mahalli, tulisan ketiga ini masih terkait dengan pendiri Pesantren Al-Mahalli Brajan tersebut.

Tidak keterlaluan kiranya komentar salah seorang temen FB baru-baru ini, bahwa al-Maghfurlah KH. A. Mudjab Mahalli (Kyai Mudjab) ialah sosok yang multitalenta. Di samping seorang Pendiri dan Pengasuh Pesantren, beliau juga dikenal selaku seorang aktivis gerakan sosial, seorang orator panggung, politisi, penulis produktif, dan oleh banyak kalangan dianggap selaku seorang ahli hikmah dan tabib yang mempunyai karomah cukup besar. Selebihnya, masih banyak lagi predikat yang dapat disematkan pada sosok yang oleh Harian Kedaulatan Rakyat digelari selaku Gus Dur-nya Jogja ini.

Soal kepakaran beliau di bidang ilmu hikmah dan ketabiban, hal ini telah jadi rahasia umum semenjak beliau mesih nyantri di Pesantren Salafiyah, Banjarsari Tempurejo Tempuran Magelang, yang tatkala itu diasuh oleh al-Maghfurlah KH. Muhammad Syuhudi.Kepakaran di bidang yang 1 ini kian tampak sesudah beliau mendirikan sekaligus mengasuh Pesantren Al-Mahalli. Banyak kalangan baik dari kampung setempat, wilayah DIY maupun luar Jawa yang sowan pada beliau, baik untuk sekadar mengadukan problem ‘remeh’ seperti sakit gigi, ataupun masalah yang lebih besar dan komplek seperti problema rumah tangga sampai problem pekerjaan.

Sebuah contoh kecil, tatkala itu istri penulis melahirkan anak ke-1, Yahya. Persoalannya, ASI tidak kunjung keluar sampai beberapa hari. Sejumlah jalan keluar telah dicoba seperti mengonsumsi kacang tanah, sayur mbayung (daun kacang panjang), membikin ramuan daun dadap srep dan uyup-uyup, akan tetapi hasilnya masih nihil, ASI belum juga keluar.

READ
Penjelasan Komprehensif OJK soal 'Libur' Nyicil Kredit

Sore itu, sebelum mengajar di Madin Al-Mahalli penulis menyempatkan diri sowan dulu pada al-Maghfurlah Kyai Mudjab. Dalam perbincangan itulah tanpa ada planning sebelumnya, penulis menceritakan bahwa 5 hari paska melahirkan, ASI istri belum juga keluar.

Dengan spontan beliau merespon, “Yo, mengko diihtiari (Baik, nanti diihtiari).”

seusai mengajar di Madin, penulis pun cepat pulang, dan sesampai di rumah cepat ke kamar, dan mendapati istri tengah menyusui bayi pertamaku, Yahya. Alhamdulillah, ASI telah keluar cukup deras.

Penulis tidak tahu, apakah ‘Perkara ASI’ ini Adalah bagian bentuk karomah Guru kami, Al-Maghfurlah Kyai Mudjab. Akan tetapi ada hal menarik terkait dengan karomah Kyai Mudjab ini. warning 4 puluh hari berpulangnya al-Maghfurlah Kyai Mudjab ke haribaan Allah, jemaah yang datang terbilang cukup banyak. Bukan sebatas ratusan ataupun ribuan, tapi dapat jadi puluhan ribu, mengingat bahwa kampung Brajan yang terbilang cukup luas pun tidak sanggup menampung jemaah, sehingga wajib meluber ke kampung yang bersebelahan, khususnya Jejeran dan sebagian Wonokromo.

Waktu itulah, waktu KH. Cholil Bisyri menyampaikan mau’izhoh hasanah, beliau memberikan kesaksian: “Nembe dalu niki kulo mbuktekaken agengipun keramat Dhik Mudjab. Kerawuhan jemaah ingkang semanten kathahipun meniko mejudaken bukti bilih keramat Dhik Mudjab estu-estu ageng (Baru malam ini saya membuktikan seberapa besar karomah adinda Mudjab. Kehadiran jemaah yang sedemikian banyak ini Adalah bukti bahwa karomah Adinda Mudjab begitu besar).”

READ
Kebangkitan Islam Milenial

Untuk ke-2 Guru yang sudah mendahului kita, lahumal Faatihah….

Penulis: H. A. Choiran Marzuki

Pengurus Yayasa Al-Mahalli

Penulis dan Editor Penerbit Pustaka Pelajar


Ini Cara Kyai Cholil Bisri Mengukur Karomah Kyai Mudjab Mahalli

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *