habib lutfi 1
Habib Lutfi 1

Ini Ngaji Habib Lutfi dalam Rutinan Jum’at Kliwon 14 Juni 2019

Diposting pada 38 views

Ini Ngaji Habib Lutfi dalam Rutinan Jum’at Kliwon 14 Juni 2019

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Alhamdulillah wash sholatu was salamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa mawwalah. ‘Amma ba’du.

Sudah berkata kiai Mushonnif yang sudah menerangkan orang yang suka diatur dan orang yang tidak suka diatur. Jikalau orang suka diatur itu aman. Jikalau orang tidak suka diatur macem-macem. Artinya di sini oleh Allah SWT yang melalui Baginda Nabi SAAW sampai ke para Shohabat, para Auliya’ dan para Ulama’nya yang memperoleh predikat dari Allah : warotsatul anbiya’. Orang-orang yang mewarisi ilmunya para Nabi.

Membawa aturan dari Allah melalui karena Baginda Nabi SAW. Jikalau orang itu terima, biasa menerima apa yang diatur oleh Allah. Adapun kita meminta ke Allah itu mentaati perintah bukan untuk menghindari aturan Allah. Nih, jangan salah faham. Contoh, orang itu sakit, tidak mau diatur ya sulit, tetapi jika menurut mau diatur, InsyaAllah cepet sembuh. Tetapi jika yang sakit itu seenaknya sendiri, pakai aturannya sendiri, ya sulit untuk menemukan kesembuhan.

Nah, sama juga dengan di dalem doa, jika kita berdoa ke Allah yang ke-1 sesudah kita minta dikuatkan iman, islam, dan terima apa aturan Allah Ta’ala tidak cukup terima, Ridho dengan apa yang diperintahkan oleh Allah. Kayak sholat 5 waktu, kira-kiranya kita itu keterpaksaan atau ridho. Ya ridho mestinya.. KAlau telah hatinya ridho akan memperoleh suatu kebahagiaan saat menghadap ke Yang Maha Pencipta ini isinya ridho; enteng.

READ
Kenapa Mereka Masih Mencaci Ibunda Joko Widodo Waktu Telah Wafat?

Nah tinggal diatur, melalui Baginda Nabi SAW, imamnya bacaannya cepat… tapi tartil tapi tidak berlebihan cepat.. telah diatur kok… enak. Bacaan suratnya juga enak, sebab jadi imam itu tidak sekehendaknya sendiri mumpung saya hafal dan lain sebagainya lihat yang makmum ada yang tua-tua juga ada yang muda.

Ambil yang tengah suratnya, jangan yang panjang-panjang atau berlebihan pendek. Aushod… Karena orang dalam sholat walaupun bagaimana hatinya tadinya enak, ridho terkadang muncullah nafsunya. Telah bacaannya Panjang hati itu gimana ngomong : Ini imam berlebihan Panjang bacaannya, padahal kita makmum. Apalagi lagunya Panjang:

Bismillahir Rahmanir Rahiim. Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin. Sak ayat Tarik nafas lagi… Ar Rahmanir Rahiim. Maaliki yaumid diin…. Ngantuk di belakang, makmumnya malahan… Tetapi saat dibaca cepat : Bismillahir Rahmanir Rahiim. Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin. Ar Rahmanir Rahiim. Maaliki yaumid diin…. Waa.. Ngebut.. Kata hati kita sendiri bagaimana? Tumben ngebut ini. Dikasih lagu yang enak. Ngantuk malah..

Hatinya ta’alluqnya ke lagunya, bukan ta’alluq ke Allah. Hatinya tidak terpaut ke Allah tapi hatinya terpaut ke lagu qiro’ahnya itu tadi. Asyik ini orang, qiroatnya menarik betul; ini engkau tengah menghadap siapa? Kita kan terkadang lupa. Coba kita ikuti aturan-aturan Allah SWT.

Makanya kita minta ke Allah ta’ala selain iman wal islam, minta diatur hidupnya oleh Allah SWT. Supaya memperoleh keberuntungan dari dunia ini sampai akherat nanti.

READ
Masalah Kafir dan Fakir, Lebih Penting Mana?

Yang ke-2, minta dicukupi oleh Allah ta’ala, cukup arti duniawiyahnya, cukup arti ukhrowiyahnya.

Yang ketiga, minta diselamatkan oleh Allah, selamat di dunia ini sampai akherat nanti. Dan dikumpulkan dengan orang-orang yang kita cintai sesuai sabda Nabi SAW : orang itu kelak akan dikumpulkan dengan orang-orang yang dicintainya khususnya cinta ke Allah, cinta ke Baginda Nabi SAW.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

(Diketik oleh admin MT Darul Hasyimi Jogja)


Ini Ngaji Habib Lutfi dalam Rutinan Jum’at Kliwon 14 Juni 2019

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *