mbah hasyim asyari dan gus miek
Mbah Hasyim Asyari Dan Gus Miek

Ini Penjelasan Kyai Hasyim Asy’ari mengenai hal Gaya Nyentrik Gus Miek

Diposting pada 43 views

Dalam kitab المعاشرة karangan Imam Sayuthi disebutkan begini :

“من الاوقات المستجابات ساعة عند نزول المني في الفرج “

[Termasuk waktu di mana do’a pasti dikabul adalah saat masuknya sperma dalam vagina perempuan].

Jadi, kalo Anda ingin mempunyai anak salih yang luar biasa maka, waktu mani masuk dan bernyanyi crot… crot… crot… nah, waktu ini Anda berdo’a. 🤣

Misal berdo’a : Ya Rabb.. jadikan mani ini seorang anak yang shalih.

Atau bayangkan siapa gurumu yang paling engkau cintai.

Gus Miek mulai dari bocah sampai belia telah tampak tanda-tanda “nyelenih”nya. Tidak sedikit orang yang suka bahkan kesemsem pada beliau.

Waktu beliau mondok jarang beliau pulang, meski di bulan Ramadan. Anihnya, di pondok-pondok mana pun yang beliau mondoki beliau tidak pernah ngaji kitab yang serius dan antêng. Cuma tabarrukan atau berkhidmat malah, beliau lebih banyak sowan-sowan ke kyai-kyai besar dan ziarah ke makam-makam para waliyullah.

Metoda pencarian ilmu yang dikerjakan oleh Gus Mik ini mustahal dapat di dapat dalam sistem ajar-mengajar atau didaktic metodic education. Namun fakta kesaksesannya cukup terang dan elegant.

SYSTEM ADALAH PENGANTAR BAGI KARSA UNTUK SAMPAI PADA DERMAGA. SAAT DERMAGA TELAH NYATA, SYSTEM JADI LENYAP, khan..?

Saat Gus Miek masih mondok, tidak sedikit orang-orang yang sedekah beras, ayam-ayam, kambing-kambing bahkan ada sapi yang diberikan untuk Kyai Jazuli (Abah Gus Miek). Namun mereka memberi untuk Gus Miek, bukan sedekah untuk Kyai Jazuli.

ARTIKEL LAINNYA :
Mars ISHARI NU Lirik Teks

Mereka bilang sama Kyai Jazuli: “Ini kiai, untuk Gus Miek. Kalau Gus Miek pulang preinan (liburan-red) dari pondok, tolong ini potong”.

Waktu Gus Miek pulang preinan dari pondok, di ndalem Kyai Jazuli seperti ada acara besar. Ayam-ayam, kambing-kambing disembelih dan diolah untuk kerawuhan Gus Miek.

Dulur-dulur (saudara-saudara) Gus Mik sedikit merasa “anu” pada Kyai Jazuli. Namun Kyai Jazuli paham dan nGerti pada anunya putra-putranya.

Kira-kira andai dibahasakan “anu”nya mereka dapat begini : “Abah, kalo kak Mik pulang dari pondok berpesta, nyembelih ini itu. Waktu saya pulang dari pondok, sebutir telor pun tidak disembelih”. Toh padahal ayam-ayam, kambing-kambing dan sapi yang dibuat penyambutan itu justeru milik Gus Mik, dan Kyai Jazuli cuma melakukan pinta dari orang-orang yang bersedekah.

Kyai Jazuli kuatir jangan-jangan nantinya Gus Miek dan dulur-dulurnya ada anu yang tidak anu, seperti cerita Nabi Yusuf dan dulur-dulurnya.

Akhirnya, Kyai Jazuli membawa Gus Mik sowan ke Gurunya, KH Hasyim Asy’ari di Tebuireng, Jombang.

“Ono opo Li, kon gowo Miek?,” tanya KH Hasyim.

“Ini kiai, keberadaan Miek. Saya kuatir jangan-jangan sesudah saya mati anak-anakku tidak akur seduluran,” dawuh Kyai Jazuli.

“Lo, mosok engkau lupa. Dulu waktu engkau “kumpul” dengan istrimu kan engkau berdo’a dan membayangkan gurumu yang di Mekkah? Nah, Miek ini fotocopy gurumu itu,” kata KH Hasyim Asy’ari.

ARTIKEL LAINNYA :
Peringati Harlah ke-4, SD NU Pemanahan Gelar Ngaji Parenting dan Bakti Sosial

Kyai Jazuli cuma sanggup merunduk dan menangis, sebab sumringah.

Cerita mengenai hal Gus Miek lebih banyak saya dapat dari KH Zainuddin, lalu dari Kyai Huda, lalu dari Gus Puk, dan orang-orang dekat atau teman-teman dekat Gus Miek waktu beliau belia.

Sejarah waliyullah, walau setepas, ialah magic power rabbani bagi seorang khayyam yang tengah kembali-pulang.

Tulisan ini semoga menorehkan ilmu dan hikmah yang ruwah.

Waktu kita tidak kuasa jadi waliyullah, kita mesti dekat pada waliyullah, agar senantiasa dan senantiasa berbarengan waliyullah.

SEBUAH NAMA YANG TERTOREH JELAS DI DINDING SARIRA SEORANG WALIYULLAH, PASTI DIPANDANG KHUSUS 0LEH ALLAH.~

Penulis: Qusyai OI, santri Gus Miek.

Ini Penjelasan Kiai Hasyim Asy’ari tentang Gaya Nyentrik Gus Miek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *