Innalillah! Pesantren Milik Rizieq Ternyata Bodong, Tak Punya Izin Kemenag

RIZIeq1 Innalillah! Pesantren Milik Rizieq Ternyata Bodong, Tak Punya Izin Kemenag
Ilustrasinya, Kunjungan Markas FPI di Bogor, Rizieq Disambut Ribuan Pendukung, Lalu Lintas Lalu Lintas Tol Puncak (TribunnewsBogor.com/Naufal)


Pengadilan Negeri Jakarta menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan dan Ponpes Kementerian Agama Kabupaten Bogor HA Sihabudin pada Senin (26/4/2021) sebagai saksi dalam persidangan Rizieq yang sedang berlangsung untuk kasus massa Megamendung.

Sihabuddin mengungkapkan, Pesantren Markaz, Megamendung, Puncak, Kabupaten Bogor milik Rizieq Shihab belum terdaftar di Kementerian Agama, Kabupaten Bogor.

Jaksa awalnya meminta izin Sihabudin untuk mendirikan pesantren di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sihabudin pun menjawab, jika sebuah perguruan tinggi harus terdaftar dan harus memiliki legalitas.

“Ponpes bisa diizinkan sehubungan dengan administrasi kedua. Ada juga pemenuhan kelembagaan, ada pengurus perguruan tinggi, ada hukuman minimal 15, ada asrama, ada buku studi, ada masjid. Di Selain itu, administrasi atas permintaan pimpinan kemudian melampirkan berkas yayasan, kemudian domisili, rekomendasi ketua KUA, menunjukkan profil, ”kata Sihabudin di sela-sela sidang.

Baca: Astaghfirullah! Berikut strategi propaganda online untuk kelompok teroris di Indonesia, simak jejaknya

Selain itu, kata Sihabudin, syarat lainnya adalah mendapat rekomendasi dari Kementerian Agama agar memiliki pernyataan cinta kepada NKRI.

Jaksa kemudian menanyakan kembali kepada Sihabudin tentang Perguruan Tinggi Syariah Markaz milik Rizieq. Sihabudin menjawab, di tingkat daerah masih masuk wilayah kerja Kementerian Agama Kabupaten Bogor.

Namun dalam persidangannya Sihabudin mengatakan, Perguruan Tinggi Islam Markaz Syariah milik Rizieq di Megamendung belum terdaftar atau tidak memiliki izin.

“Seperti yang saya katakan awalnya, saya belum mendaftar,” ujarnya.

Terkait persidangan, 5 orang saksi yang dihadirkan oleh jaksa, yakni Dr. Ramli Randan selaku Kepala Puskesmas di Kabupaten Megamendung; Dadang Sudiana sebagai petugas Bhabinkamtibmas; Kepala Dinas Pendidikan dan Perguruan Tinggi Islam Kementerian Agama Kabupaten Bogor, dr. HA Sihabudin; Sundoyo SH sebagai Kepala Badan Hukum dan Organisasi Kementerian Kesehatan; Adang Mulyana, Kepala Seksi Kelangsungan Hidup dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.

BACA JUGA :
Pidato Anies Diklaim Berhasil Hipnotis Sekjen PBB, Begini Sindiran Denny Siregar

Sebelumnya, Camat Megamendung Endi Rismawan dan Kasatpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridhallah yang dihadirkan sebagai saksi menyebut Rizieq sebagai orang yang harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi di Megamendung. Pasalnya, Rizieq dianggap sebagai pemilik Perguruan Tinggi Islam Markaz Megamendung.

(Warta Batavia)


Innalillah! Pesantren Milik Rizieq Ternyata Bodong, Tak Punya Izin Kemenag

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *