Iran Ancam 'Kurangi Tekad bulat' Komitmen Nuklir

Breaking News 4

Iran Ancam 'Kurangi Tekad bulat' Komitmen Nuklir

loading…

TEHERAN – Kementerian Luar Negeri Iran akan Mempublikasikan ke 5 negara penandatanganan Komitmen nuklir (JCPOA) 2015 mengurangi tekad bulat perjanjian tersebut. Presiden Iran Hassan Rouhani akan menyampaikan surat ke 5 negara terkait hal tersebut. Begitu bunyi laporan media pemerintah Iran.

Laporan itu muncul tidak lama sesudah Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, menjelaskan dalam sebuah Tanya Jawab bahwa Iran akan mengambil langkah-langkah Soal Komitmen nuklir kalau Uni Eropa tidak dapat membantu Teheran melawan sanksi Amerika Serikat (AS).

“Selama kepentingan Iran dilindungi oleh JCPOA, dan Uni Eropa konsisten pada tekadnya, Iran akan mentaati perjanjian. Begitu Uni Eropa tidak dapat membantu Iran melawan sanksi, kepatuhan Iran secara sepihak kepada JCPOA dapat kehilangan artinya. Dalam hal itu, pembatasan berdasar JCPOA dapat ditinjau,” kata Zarif seperti dilansir dari Sputnik, Rabu (8/5/2019).

sebelum ini negara-negara Uni Eropa (UE) memperkenalkan Instrumen dalam Menyokong Pertukaran Perdagangan (INSTEX) untuk memotong sanksi AS kepada Teheran dan menjaga perusahaan-perusahaan Eropa dari sanksi sekunder.

Zarif juga Menegaskan bahwa mekanisme yang mirip dengan INSTEX dapat diimplementasikan dalam partisipasi dengan negara-negara lain yang tertarik, termasuk Rusia dan Turki.

“Versi Iran dari INSTEX Eropa ialah perusahaan yang dikenal selaku SATMA. Uni Eropa sudah diberitahu soal hal itu,” ujarnya.

Komitmen nuklir Iran sudah memuncaki agenda internasional semenjak Presiden AS Donald Trump Mempublikasikan penarikan Washington dari perjanjian tersebut pada Mei 2018. Trump juga memberlakukan kembali sanksi kepada Iran sebab program nuklirnya.

Akan tetapi, para penandatangan perjanjian lainnya, termasuk Rusia, China, Prancis, Jerman, dan Inggris, sudah mengkonfirmasi tekad bulat mereka kepada dokumen itu, juga mengkritik keras pembatasan yang diterapkan secara sepihak Washington kepada Teheran.

(ian)

Source by Agus

You might like

About the Author: Agus Mulyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *