Jadi Apa Saja, Santri Tetaplah Santri

Breaking News 5

Jadi Apa Saja, Santri Tetaplah Santri

Telah tidak lagi dapat terhitung warga Indonesia yang sudah ikut pembelajaran di pondok pesantren. alasannya, jauh sebelum negeri ini lahir, pesantren telah eksis selaku sebuah institusi pendidikan yang tidak cuma mengajarkan keagamaan, melainkan juga bermacam bidang pengetahuan lain.

Tidak aneh kalau banyak bermunculan alumni pondok pesantren yang berkiprah di bermacam bidang. Tidak cuma di bidang keagamaan dan pendidikan, santri juga meniti karir selaku diplomat, advokat, sampai wakil rakyat.

Tapi, setinggi apapun jabatan dan prestasi yang tengah dan sudah diraih oleh santri, mereka tetaplah santri.

“Tidak ada eks santri itu. Kita dapat jadi apa saja tetapi tetap kita hakikatnya ialah santri,” ucap H Lukman Hakim Saifuddin waktu meluncurkan warning Hari Santri 2019 di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (19/9).

alasannya, lanjut Lukman, identitas santri akan terus melekat sejauh hayat. “Santri itu predikat yang melekat pada diri kita dan terus sampai ajal Melepaskan kita,” katanya.

warning Hari Santri tahun sekarang mengangkat tema Seribu Cahaya Santri untuk Perdamaian Dunia. Penentuan tema ini tentu saja bukan tanpa argumentasi. Ia menerangkan bahwa perdamaian Adalah sebuah keniscayaan dan kebutuhan di tengah globalisasi yang sarat akan kompetisi ini.

“Oleh karenanya, warning hari santri dimaksudkan agar saban santri sebagaimana yang selama ini kita seluruh para santri selalu kita dapatkan dari kiai-kiai kita, dari guru-guru kita, dari seluruh orang yang berkegiatan di pondok-pondok pesantren semuanya mengajarkan agar kita menebarkan rahmat bagi alam semesta ini,” ucap putra KH Saifuddin Zuhri ini.

Lukman berkeinginan para santri dan pesantren dapat terus memegang teguh nilai-nilai Utama ajaran Islam sehingga dapat menjalankan amanah dengan baik.

“Mudah-mudahan para santri kita, pesantren-pesantren kita tetap sanggup memegang nilai-nilai substantif dari ajaran Islam itu sendiri, dan mudah-mudahan kita selalu diberikan power oleh Allah SWT agar terus berkemampuan menjalankan amanah yang ada pada diri kita masing-masing,” pungkasnya.

Aktifitas ini dihadiri oleh Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman M Fachir yang juga pernah menempuh studi di Pondok Pesantren Gontor. Datang pula untuk meriahkan malam peluncuran itu Husein ‘Idol’ Alattas, Nada Sikka dan Orchestra, Iksan Ais Nusantara, dan sejumlah santri dari bermacam daerah.[NU Online]

Jadi Apa Saja, Santri Tetaplah Santri

Jadi Apa Saja, Santri Tetaplah Santri

You might like

About the Author: Ahmad Fawas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *