1585144492
1585144492

Jika Tidak Ada Cinta, Telah Lama NU Saya Tinggalkan

Diposting pada 39 views

Jika Tidak Ada Cinta, Telah Lama NU Saya Tinggalkan

Jakarta, Warta Batavia

Kali ke-1 kenal dengan Mas Aji melalui sahabat saya, Hardiansyah Suteja, founder Philo Coffee. Dia bilang, tahu ada orang hebat di NU, lulusan Manchester, Inggris dengan keahlian menejemen spesial yang akan berkembang memperkuat usaha mikro menengah. Tahun 2013 itulah, kami janjian di warung kopi kisaran Perumahan Bogor Baru. Dia cerita banyak soal bidangnya dan tengah mengembangkan pilot project bisnis pertanian dan peternakan di bawah payung IPB.


menurut website legal IPB, Mas Aji lahir di Batang, Jawa Tengah, 23 September 1968. Lulus Sarjana dari Jurusan Teknologi Industri Pertanian (TIN), Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB tahun  1991, lulus Magister Manajemen Agribisnis IPB University tahun 1994.  Tahun 2005 menyandang gelar Ph.D. (Doktor) di Management Manchester Business School, Inggris.  Selama kuliah di Inggris aktif membesarkan organisasi keagamaan menjabat Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di Inggris.


NU isinya banyak orang. Tidak heran banyak kepentingan baik dari luar dan dalam. Barangkali, jika sahabat saya tidak kasih tahu, saya tidak kenal meski aktif di Lakpesdam PBNU. Dia sosok yang aktif memotivasi dan menumbuhkembangkan inventor dan inovator muda untuk menaikkan kesanggupan technopreneurship maha siswa melalui lembaga yang pernah dipercayakan untuk dipimpinnya yaitu Recognition and Mentoring Program IPB University (RAMP-IPB). Masalah aktualisasi ide dan keagamaan selain amat sibuk di kampus juga ngopeni para member KMNU IPB. 

READ
Cegah Covid-19, Ansor Jepara Semprotkan Disinfektan Ke 1.000 Masjid


Dipercaya selaku Wasekjen PBNU bukan perkara mudah. Suatu kali ada yayasan internasional meminta PBNU soal fatwa hukum rokok. Mas Aji diminta memberikan penjelasan mewakili NU. Maksud yayasan tersebut, Disangka membatasi bisnis tembakau dengan harapan NU bersedia mengeluarkan fatwa haram. Dengan sejumlah analisis yang dipaparkan, Mas Aji Tidak mau tawaran yayasan tersebut, bahwa fatwa dapat berdampak bagi ekosistem bisnis tembakau khususnya di tingkat bawah. NU tidak mungkin mengeluarkan fatwa haram yang berkemungkinan menghancur-leburkan bisnis tembakau. Untuknya, jika rokok dinilai merusak kesehatan dan kita mengharamkannya, maka kita juga wajib punya nyali mengeluarkan fatwa haram mengonsumsi mie instan, minuman ringan kemasan, cola, dan sebagainya sebab seluruh itu mengandung resiko, dalam kadar tertentu mengakibatkan penyakit berat. Mas Aji bukan perokok, tidak terlibat bisnis tembakau dan Tidak mau fatwa mengharamkan rokok.


Kepala LPPM IPB (Lembaga Pemeriksaan dan Pengembangan Masarakat) ini punya segudang cerita dan cita-cita soal NU. walau tidak lagi menjabat Wasekjen PBNU dia masih aktif mendinamisir aktivitas NU di Bogor khususnya KMNU IPB. Sesekali bila dibutuhkan dia datang rapat di PBNU, khususnya soal pengembangan usaha, tapi dia mengeluhkan ada sejumlah oknum mempolitisasi target mulia NU mengembangkan bagian usaha mikro menengah. Untuknya oknum tersebut cuma memikirkan dirinya dan jangka pendek. Kekecewaan dengan oknum tersebut dibuktikan dengan tidak lagi datang dalam rapat.

READ
Download PDF Wa Allama Adamal Asma'a - Kitab Pethuk Hidayatuth Thullab


walau begitu Mas Aji bukan eskapis yang mudah putus asa. Dia pemimpin punya nyali, guru besar dengan jam terbang luar biasa yang mengedepankan profesionalisme dan berjiwa nasionalis. Bekerja mengorganisir gerakan keagamaan kampus di tengah IPB yang mengalami eksklusivisme bagian tantangan yang dia hadapi. Untuknya jadi intelektual saja tidak cukup, tapi juga wajib mencintai tanah airnya. Menjaga moral dan nilai-nilai keislaman yang dikembangkan NU selaku perekat pembentuk karakter bangsa amat dibutuhkan, lantaran itu berbarengan para sahabat, beliau berkomitmen merintis pesantren maha siswa di kisaran kampus. Mas Aji sadar bangsa ini sulit dibangun tanpa NU. Jika Covid 19 tidak mewabah seperti ini, April yang akan datang program donasi pesantren maha siswa akan diluncurkan.


Manusia berencana, Tuhan yang mengambil keputusan. Pagi tadi melalui Kang Suhana, Department of Resource and Environmental Economics, IPB saya terima berita bahwa beliau berpulang mendahului kita. Lutut saya terasa lemas. Saya memastikan melalui Muhammad Zimamul Adli, Ketua KMNU IPB 2014. Bapak Dr. Ir. Aji Hermawan, MM (Kepala LPPM IPB/Penasihat KMNU IPB/Wasekjen PBNU 2010-2015) wafat di RS Hermina pukul 03.00 pagi. 


Dan saya masih ingat betul pertanyaan yang pernah saya ajukan padanya, “apa yang membikin Mas Aji bersedia aktif mengurus NU?”


Dia jawab, “saya menemukan diri saya di tengah perkumpulan Nahdliyin. Sebab hub, mahabbah itulah, jika tidak sebab cinta, semenjak lama saya tinggalkan.”

READ
Warga Butuh Edukasi Lawan Corona


NU kembali kehilangan kader terbaiknya. Gugur 1 tumbuh seribu. Semoga almarhum husnul khotimah diampuni segala dosa dan ditempatkan yang the best di sisi Allah SWT. Amiin YRA. Lahu al fatihah…


Kontributor: Abi S. Nugroho

Editor: Abdullah Alawi

 

Jika Tidak Ada Cinta, Telah Lama NU Saya Tinggalkan
Sumber: NU-Online

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *