Jiwa Berani dan Patriotik Mbah Wahab Wajib Menginspirasi Generasi waktu Ini

Jiwa Berani dan Patriotik Mbah Wahab Wajib Menginspirasi Generasi waktu Ini

Jiwa Berani dan Patriotik Mbah Wahab Wajib Menginspirasi Generasi waktu Ini

Jombang, NU Online

KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) menjelaskan, ummat Islam dewasa ini dapat meniru kemandirian dan jiwa juang dari pahlawan nasional KH A Wahab Hasbullah (Mbah Wahab).


“Perdagangan Mbah Wahab itu mesti kita maknai selaku aktor atau pelaku Inti. Ini jalan penyelesaian problem ummat Islam. Saban kebutuhan disediakan orang lain, ini bahaya. Maka Mbah Wahab berusaha menyediakan kain kafan sendiri, bisnis impor kain kafan,” kata Gus Baha, waktu haul ke-49 Mbah Wahab di Pesantren Bahrul Ulum, Kamis (2/7).


Menurut Gus Baha, sifat kesatria KH A Wahab Hasbullah ditunjukkan dengan kegigihannya jadi subjek dalam kehidupan dengan jadi pedagang, politikus, dan ulama.


Hal ini sama dengan ajaran Nabi Muhammad, pada zaman Rasulallah, orang dilatih mesti jadi subjek atau aktor. Pada waktu perang mereka seluruh ikut menyumbang. Ada yang punya beras 2 kg dan 1 kg untuk disumbangkan.


Dapat dibayangkan kalau ada 3000 orang miskin yang menyumbang beras 1 kg maka ada 3000 kg beras. Mereka menyumbang untuk diri mereka waktu perang. Mereka ialah aktor berani.


Kalau orang miskin ini tidak mau menyumbang maka harta yang semestinya dipakai buat beli senjata mesti dipakai beli sembako. Jadi pada zaman nabi, walaupun miskin tapi jiwanya berani. Efeknya orang yang memberi ialah tidak tamak.


“Orang miskin zaman nabi bersifat berani, sebab ikut menyumbang. Maka dia tidak butuh sumbangan. Warga berpikir memberi bukan menerima. Jangan Anda semua jadi orang yang memikirkan labanya kita jadi objeknya,” pinta Gus Baha.

BACA JUGA :   Tak Berada di Indonesia, Polri Gandeng Interpol Buru Jozeph Paul Zhang


Sifat yang diajarkan Mbah Wahab dapat jadi jalan penyelesaian problem bangsa waktu ini. Di mana tiap-tiap orang ingin jadi subjek bukan objek. Dengan begitu mereka mempunyai jiwa berani dan patriotik.


“Saidina Ali pernah bicara, ummat ini akan negatif sekali jika jadi objek, sasaran tembak. Semisal ummat Islam mau haji yang menyediakan peralatan orang lain termasuk travel,” tambah Gus Baha. 


Sifat Mbah Wahab tersebut, kata Gus Baha, Adalah ciri khas karakater ulama sejati. Terbukti, dulu sebelum ada TNI, ulama punya cara sendiri melawan Belanda, sebab terbiasa punya taktik dan pengikut. Bagi Gus Baha ini luar biasa, sebab tidak ditopang negara tapi dapat melaksanakan perlawanan.


“Seandainya dulu ulama melawan penjajah menanti negara, mau melawan penjajah jika diangkat jadi TNI dan punya otoritas legal pasti akan kalah duluan sebab ribet,” imbuhnya.


Sederhananya, Gus Baha menerangkan jika para pejuang mempunyai mental tamak maka akan mati duluan, menanti pemerintah kasih uang dulu baru makan, tidak mau mencari jalan penyelesaian secara mandiri.


“Andainya seluruh masarakat bermental berani maka tidak mudah menyalahkan pemerintah dalam mengurusi negara,” tandasnya.


Kontributor: Syarif Abdurrahman

Editor: Syamsul Arifin

Jiwa Berani dan Patriotik Mbah Wahab Wajib Menginspirasi Generasi waktu Ini
Sumber: NU-Online

Recommended For You

About the Author: Ahmad Fawas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *