ea435ecc 5409 44bc 9ed5 eb65b40e9ece 169
ea435ecc 5409 44bc 9ed5 eb65b40e9ece 169

Joss! IHSG Tancap Gas Naik Nyaris 6% & Jadi Juara Asia

Diposting pada 34 views

Joss! IHSG Tancap Gas Naik Nyaris 6% & Jadi Juara Asia

Pada perdagangan pagi ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak signifikan dan menyandang status selaku jawara di kancah Asia Pasifik.

Sepuluh menit pasca pembukaan perdagangan, IHSG sanggup meroket 4,65%. Bahkan sebelumnya IHSG sempat naik mendekati 6%, terangkat 5,94% ke level 4.171,59 pada pukul 09.30 WIB. Walaupun kenaikannya terpangkas, IHSG masih jadi yang the best di wilayah Asia Pasifik.

Pada 09.10 WIB, indeks ASX naik 1,22%, KLCI bertambah tipis 0,04%, NZX 50 melompat 4,1%, PSEI terangkat 2,25% dan Taiwan Weighted Index terapresiasi 0,14%. Sementara itu bursa saham wilayah Asia Pasifik lainnya yang melemah yaitu indeks Shang Hai Composite (-0,24%), Hang Seng (-0,47%), Topix (2,52%), Straits Times (-1,87%) dan KOSPI (-0,49%).

Pada 09.25 WIB, IHSG kembali meneruskan relinya dengan menguat 5,46%. Asing mencatatkan kasi beli bersih sebesar Rp 235,18 miliar. Nilai transaksi yang tercatat pada 25 menit awal perdagangan mencapai Rp 2,07 triliun.

IHSG akhirnya kembali meroket sesudah terus-terusan terpuruk. Walau meroket performa indeks bursa saham tanah air jauh dari kata memuaskan semenjak awal tahun.

Bahkan dapat dibilang IHSG termasuk yang ‘laggard’ kalau dibandingkan bursa saham lainnya. Semenjak awal tahun IHSG telah terkoreksi lebih dari 35% dan asing kabur dari bursa saham RI sebesar Rp 10,84 triliun. Tentu ini ialah angka yang wow.

READ
Jajaki Pilwalkot Tangsel, 2 Bacalon Ini Langsungkan Perjumpaan

Di dalam negeri, pemerintah dan bank sentral berusaha untuk memberikan stimulus untuk meredam dampak wabah COVID-19 kepada perekonomian tanah air. Bermacam stimulus fiskal dipersiapkan mulai dari realokasi anggaran negara dan daerah untuk kesehatan sampai sokongan tunai untuk menjaga daya beli warga.

Bank Indonesia (BI), selaku bank sentral pun juga berusaha untuk terus meredam dampak COVID-19 kepada perekonomian. Dalam kurun waktu 3 bulan di tahun sekarang saja, BI sudah memangkas suku bunga acuan (BI 7-DRRR) sebesar 50 basis poin (bps) ke level 4,5%.

Tidak sampai di situ saja, BI juga meluncurkan bauran keputusan strategi baru untuk memitigasi risiko virus corona COVID-19 ke bagian perbankan. Dalam bauran keputusan strategi ini BI berfokus untuk menjaga pasokan likuiditas valas dan rupiah bagi perbankan. Kecuali itu, BI juga fokus untuk memotivasi transaksi non-tunai untuk memperlancar transaksi keuangan di warga dengan melaksanakan penurunan ongkos transaksi.

Akan tetapi pasar saham tanah air masih saja dibayangi dengan intimidasi. Hitungan total orang yang dinyatakan positif COVID-19 di Indonesia terus bertambah. Kemarin hitungan total Perkara bertambah 104 jadi 790 Perkara.

Hitungan total yang meninggal jadi 58 orang. Berita yang cukup baik ialah, tingkat mortalitas di RI yang sebelumnya sempat mencapai angka 9% Saat ini turun jadi 7,3%. Angka ini akan terus bergerak dinamis.

READ
Mengenal Penterjemah Tulisan China di Makam Gus Dur

Selagi hitungan total Perkara di dalam negeri terus bertambah dengan signifikan dan jadi tidak terkendali, rasanya pasar saham tanah air belum akan pulih. Penguatan IHSG pada perdagangan hari ini masih berkemungkinan untuk terkoreksi kalau intervensi di bagian kesehatan publik tidak membikin virus ini cepat dijinakkan.  [cnbcindonesia.com]


Joss! IHSG Tancap Gas Naik Nyaris 6% & Jadi Juara Asia

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *