Kabareskrim Ungkap Harga Jabatan di Kasus Suap Bupati Nganjuk

konferensi penetapan tersangka kasus suap bupati nganjuk di kpk azhar detikcom 169 Kabareskrim Ungkap Harga Jabatan di Kasus Suap Bupati Nganjuk
konferensi penetapan tersangka kasus suap bupati nganjuk di kpk azhar detikcom 169 Kabareskrim Ungkap Harga Jabatan di Kasus Suap Bupati Nganjuk

Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat ditetapkan sebagai tersangka suap untuk posisi jual beli. Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto, mengatakan Rahman sudah mematok harga tertentu.

“Informasi yang diberikan penyidik ​​di tingkat desa berkisar antara Rp 10 hingga Rp 15 juta,” kata Agus di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (10/5/2021).

Agus mengatakan ada harga untuk lokasi lain. Dia menduga, harga yang ditetapkan Rahman untuk posisi di atas perangkat desa mencapai Rp 150 juta.

Untuk posisi di atas, sementara informasi yang kami dapat Rp 150 juta, katanya.

Dia menduga ada harga lain untuk posisi yang lebih tinggi. Agus mengatakan aparat Desa Nganjuk diduga melakukan suap untuk mengamankan posisi.

“Kalau sebelumnya informasi hampir di semua desa, aparat desa yang melakukan pembayaran. Jadi tidak menutup kemungkinan posisi lain juga akan mendapat perlakuan yang sama,” ujarnya.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Rahman dan enam orang lainnya sebagai tersangka. Keenam tersangka tersebut adalah:

1. DUP, Kepala Distrik Perdamaian

2. ES, Camat Tanjung Anom dan Plt Camat Sukomoro

3. HAL, Bupati Berbek

4. BS, Bupati Locerek

5. TBW, mantan Camat Sukomoro, yang diduga sebagai donor

6. MIM Ajudan Bupati Nganjuk yang diduga sebagai pembantu

“TBW, mantan Camat Sukomoro, dan Pembantu MIM Bupati Nganjuk yang diduga sebagai perantara pengiriman uang dari Camat tersebut ke Bupati Nganjuk,” Direktur Tindak Pidana Korupsi di Bareskrim Mabes Polri Brigjen Djoko Poerwanto.

Djoko mengatakan, tersangka diduga terlibat dalam Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b, Pasal 11, dan Pasal 12B UU Pemberantasan Suap juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP. Ancaman penjara dari 1 sampai penjara seumur hidup.

“Buktinya uang yang diasuransikan itu Rp 647,9 juta,” kata Djoko. [detik.com]
BACA JUGA :   Bakamla RI Usir Kapal Tanker Yunani Mondar-Mandir di ALKI III Perairan Maluku


Kabareskrim Ungkap Harga Jabatan di Kasus Suap Bupati Nganjuk

Recommended For You

About the Author: Hendro Purwanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *